Benarkah Perayaan Natal 25 Desember Baru Dimulai Abad 4 M?

Osa Kurniawan Ilham

 

Karena ini ruang publik saya lebih tertarik untuk membahasnya dari aspek historis….

Berdasarkan fakta sejarah kemungkinan besar tidak benar bahwa perayaan Natal 25 Desember dimulai pada abad 4M oleh gereja Katolik Roma.

Adalah gereja Koptik Mesir yang kemungkinan merayakan Natal pertama kali. Dalam salah satu catatan tua Gereja Koptik Mesir tertuliskan pemimpin Koptik Mesir bernama Baba Demetri atau Pope Demetrius menulis pada tahun 180M, “Rayakanlah kelahiran Juru Selamat kita pada tanggal 29 bulan Kiahk!” Sejak itulah gereja Koptik merayakan Natal secara resmi institusional.

Lalu benarkah Natal harus dirayakan tanggal 25 Desember? Bisa jadi tidak harus pada tanggal itu. Di Palestina, Natal dirayakan pada tanggal 25 Desember oleh gereja Katolik Roma dan Protestan. Dirayakan tanggal 7 Januari oleh Gereja Yunani Ortodox dan gereja Armenian. Dirayakan tanggal 19 Januari oleh gereja Armenia Ortodox.

Kenapa berbeda? Karena kalender yang digunakan berbeda. Sekte Esseni di Israel menggunakan kalender Israel kuno berdasarkan pergerakan matahari (Samsiah), digunakan Israel kuno sebelum pembuangan Babel. Pergantian hari dimulai sejak matahari terbit.

Sekte Farisi menggunakan kalender kuno yang digunakan oleh Israel kuno setelah masa pembuangan di Babel. Yaitu betdasarkan pergerakan bulan (Qomariyah). Pergantian hari dimulai sejak bulan terbit. Karena itulah tubuh Yesus yang tergantung di kayu salib dulu harus segera diturunkan dan dikuburkan pada Jumat sore itu karena hari sudah mau masuk hari Sabat di mana haram hukumnya menyentuh mayat.

Pope Demetrius itu menginstruksikan merayakan Natal tanggal 9 bulan Kiahk, yaitu nama bulan berdasarkan kalender Mesir kuno yang disusun berdasarkan pergerakan bintang Sirius. Kalender ini cukup akurat karena tidak mengenal adanya tahun kabisat.

Orang Kristen di Palestina yang menggunakan kalender Qomariyah; menyamakan 9 Kiahk kalender Mesir dengan tanggal 24 bulan Tebet di kalender Israel.

Orang Kristen dari Palestina yang tinggal di wilayah kekuasaan Romawi di Asia Tengah dan Eropa wajib menggunakan kalender Julian, kalender yang dibuat oleh Julius Caesar berdasarkan berdirinya kota Roma. Dalam kalender Julian, tanggal 9 bulan Kiahk itu bertepatan dengan tanggal 7 Januari. Sampai sekarang, gereja Yunani Ortodox dan Gereja Armenian menggunakan kalender Julian dalam menentukan peringatan keagamaan mereka. Makanya mereka tetap melestarikan tradisi Natal tanggal 7 Januari.

Tahun 1582, Paus Gregorius XIII mengoreksi kalender Julian sehingga tanggal 5 Oktober 1582 ditetapkan menjadi 15 Oktober 1582 lengkap dengan sistem kabisat untuk mengoreksi kesalahan akumulatif. Kalender ini dikenal sebagai kalender Gregorian dan kita pakai sampai sekarang.

Karena itulah menurut perhitungan Kalender Gregorian tanggal 29 bulan Kiahk (Mesir) atau 24 bulan Tebet (Israel) atau 7 Januari (Julian) itu sama dengan 25 Desember. Kemungkinan besar sejak itulah Natal dirayakan tanggal 25 Desember oleh gereja Katolik Roma dan gereja-gereja Barat.

Lalu untuk Natal tanggal 19 Januari? Itu dirayakan oleh Gereja Armenia Ortodox yang menggunakan kalender Kapadokian (matahari) di mana menurut kalender mereka 29 bulan Kiahk bertepatan dengan 19 Januari.

Apakah yang saya tulis ini pasti benar? Tidak ada yang pasti dan saya tidak menjaminnya….hanya berdasarkan data dan transkrip yang ada dan saya baca begitulah adanya. Wallahualam.

merry_christmas

Menariknya, Natal tidak hanya dirayakan pada 3 hari yang saya sebutkan di atas. Clemens (pemimpin gereja di Alexandria) memperkirakan Natal kira-kira 18-19 April atau 29 Mei. Dokumen kuno lainnya melaporkan bahwa tahun 243M, orang Kristen di Afrika dan Italia merayakan Natal tanggal 28 Maret. Dan masih ada tanggal-tanggal lainnya.

Lalu mana yang benar? Semuanya benar…selama yang dirayakan adalah pribadi Yesus yang diimani oleh mereka. Toh…perbedaan itu hanyalah perbedaan ekspresi kegembiraan merayakan iman mereka. Buktinya walau berbeda-beda tanggal perayaan tidak ada permusuhan di antara orang-orang Kristen di Palestina.

Semoga berguna…..silakan menambahkan kalau ada data lain yang kawan-kawan miliki.

 

NB: mas Iwan Satyanegara Kamah, mohon maaf kalau menggunakan artikel mas Iwan untuk memudahkan pemahaman tentang kalender Julian dan Gregorian.

 

 

8 Comments to "Benarkah Perayaan Natal 25 Desember Baru Dimulai Abad 4 M?"

  1. Osa KI  25 December, 2015 at 14:11

    Alvina….benar sekali. Saya juga baca ada yg berpendapat spt itu. Tulisan saya hanya sekedar menjelaskan bhw natal 25 Des memiliki historis panjang gereja purba th 180M bukan perayaan saturnatalia di Roma yg diadopsi abad 4M. Mengenai benarkah Yesus lahir 25 Des ? Saya punya banyak pendapat para ahli dari A-Z yg masih menjadi hipotesis. Tapi saya yakin bahwa benar perkiraan Yesus lahir di abad 4SM krn koreksi kalender Gregorian.

  2. Osa KI  25 December, 2015 at 14:04

    Kabar baik. Mas JC. Ini kami ngumpul di kampung halaman. Ada yang beda dengan natal tahun ini. Tiada lagi orangtua…….
    Mas JC di mana nih?

  3. Alvina VB  25 December, 2015 at 13:15

    Halo James…setuju dgn pendapat James, yg diambil makna dibalik kelahiranNya itu saja, regardless tgl kelahiran yg pasti.

    Tambahan aja mas Osa…sebetulnya kl mau dilihat dari sejarahnya, Isa/Yesus itu lahir pada jamannya sensus diadakan (pada Jamannya Kaisar Agustinus) dan kemungkinan besar gak di bln December, krn para penggembala masih ada di ladang. Saat Yesus lahir, org pertama yg tahu kelahiran itu ya para penggembala tsb.

    Kl diperkirakan dari kejadian lahirnya Johanes Pembaptis (The Companion Bible, 1974, Appendix 179, p. 20), masih sepupunya Yesus, maka Yesus kemungkinan besar lahir di musim gugur/ di bln September.
    Ini hampir klop dengan prediksi sekitar waktu dibunuhnya anak bayi laki2 oleh Herodes waktu itu sekitar musim gugur 4 BC.

    Selamat Natal utk yg merayakan…

  4. Lani  25 December, 2015 at 12:25

    Mahalo James sdh dan msh diingat……….kenthir satu ini sdg sok sibuk kkk…….

    Aku setuju kapanpun dirayakan tdk jd masalah……..

  5. J C  24 December, 2015 at 07:39

    Kapanpun itu, aku ingin mengucapkan MERRY CHRISTMAS untuk semuanya yang merayakannya… apa kabar mas Osa?

  6. Dj. 813  24 December, 2015 at 04:15

    Bung Osa Kurniawan Ilham . . .
    Terimakasih untuk pencerahan nya . . .
    Saya setuju dengan bung James . . .
    Selama yang dirayakan kelahiran nya adalah TUHAN YESUS KRISTUS . . .
    Dan iman kita yang merayakan nya .
    Karena Kelahiran nya adalah harapan bagi kita semua yang percaya akan
    keselamatan yang dibawaNya untuk kita semuanya .

    Salam Damai Sejahtera dari Mainz.

  7. djasMerahputih  23 December, 2015 at 16:08

    Hadir bang James,
    Makasih telaah sejarahnya mas OsaKI. Seandainya perayaan hari kelahiran Muhammad dan Isa bisa selamanya berdampingan seperti tahun ini, alangkah indahnya.. Kebanyakan manusia lebih terpaku pada teks dan dalil tertulis bukan pada konteks.

  8. james  23 December, 2015 at 09:17

    1…..tidak menjadi suatu persoalan bilamana atau kapan pertama kali Perayaan Natal dimulai pada tanggal 25 Desember, karena yang terpenting adalah Perayaan Natal itu sendiri benar-benar dihayati arti sebenarnya dan dirayakan 25 Desember agar semua seiya sekata merayakannya secara bersamaan

    halo para Kenthirs

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.