[AMNESIA – The Future in History] Hari Kemenangan

djas Merahputih

 

Perang Baru, Rahasia Lama (11)

Sang Pangeran kembali ke Istana dengan perasaan bergemuruh di dalam dada. Apalagi saat Offo menjelaskan tentang seorang pria unik berambut panjang dan tubuh atletis di barisan belakang rombongan Sang Presiden. Ia adalah suami Maysha. Sang suami berasal dari negeri Rasyie. Mereka bertemu saat sama-sama melanjutkan studi bidang politik di Ibu Kota Amorluxico.

Aaahhh…. negeri itu, Ra Sirhonesia. Mengapa tiba-tiba nama itu jadi terdengar pahit?” Batin Sang Pangeran. Beliau tak tertarik lagi membahas rombongan di tepi danau.

Sang Pangeran kembali teringat pada peristiwa tragis penembakan yang menimpa ayah Maysha. Andai saja Beliau tahu saat itu, mungkin Maysha tak perlu larut dalam kesedihan. Danau Saxoview tak akan kesepian. Pak Tua, pemilik perahu langganan Maysha tentu masih terlihat gembira. Maysha tak harus pergi ke Ibu Kota Amorluxico dan bertemu…..

img. 1 Kesedihan di tengah danau

img. 1 Kesedihan di tengah danau

Paduka diutus untuk Planet Ramnox…!!

Ono sang kakak menyela lamunan Sang Pangeran yang mulai keluar rel. Sang Pangeran tersenyum kecut. Sambil terus berjalan ke ruang khusus tempat para penasehat menyampaikan paparannya, Sang Pangeran melanjutkan pengembaraan pikiran dan perasaan Beliau. Ono dan Offo terus memantau hologram di atas kepala Sang Pangeran.

Sang Pangeran teringat petuah Ibunda Ratu. “Air mendidih hanya mampu ditampung oleh wadah tahan panas. Bersabarlah menerima tempaan agar sanggup bertahan dari panas apapun.

Pelaku penembakan ayah Maysha sudah pasti akan menerima hukuman terburuk dari Sang Pangeran saat itu. Namun campur tangan ini akan menjauhkan Sang Pangeran dari tujuan kedatangan Beliau ke Planet Ramnox.

Air panas akan melelehkan wadah yang lemah.

Untung saja saat itu Sang Pangeran belum tahu cerita sebenarnya. Rasa hormat Sang Pangeran kembali tertuju pada kedua kakak kembar Beliau.

Ki Telaga Dogma melanjutkan bagian akhir paparan setelah mendapat isyarat para Biq Xu. Pimpinan Biq Xu butuh waktu beberapa lama untuk mengamati kesiapan Sang Pangeran, sebelum memberi isyarat pada Penasehat IV kerajaan.

Perang beralih pada bentuk yang lebih baru. Senjata utama perang tanpa senapan dan meriam ini adalah modal, dengan berbagai macam sumber dan bentuk. Aturan main dibuat sedemikian rupa sehingga kontrol terhadap segala aktifitas permodalan dunia berada dalam satu tangan, walaupun pada prakteknya seakan-akan terjadi secara alamiah. Ibarat pergerakan ikan dalam sebuah akuarium.

img. 2 Ikan dalam Aquarium

img. 2 Ikan dalam Aquarium

Ketika perang tanpa ceceran darah ini berlangsung, manusia terlena oleh kesan semu dari sebuah kehidupan moderen. Sementara sebahagian manusia menikmati kenyamanan dari segala fasilitas produk industri moderen, di bahagian Ramnox lain kelaparan dan penindasan terus terjadi dan ditutup-tutupi.

Penyebaran informasi menjadi sangat penting, dan sesungguhnya yang terjadi adalah kelanjutan dari peristiwa revolusi industri. Fenomena revolusi informasi, sebuah wujud perkembangan ilmu pengetahuan manusia pada tahapan lebih tinggi. Pemenang akan ditentukan oleh siapa saja yang menguasai sumber dan penyebaran informasi. Sudah bukan jaman lagi untuk menawan atau menyandera tentara musuh. Yang ditawan atau disandera cukup berupa informasi atau data tertentu saja. Semakin akurat informasi yang diperoleh maka semakin sempurna pula senjata yang dimiliki.

Akibat sistem kontrol terhadap modal yang sangat ditentukan oleh akurasi sebuah informasi, maka bentuk informasi menjadi sebuah senjata tersendiri. Informasi dapat dikemas ke dalam bentuk yang menyesatkan sehingga lawan akan mendapatkan data semu. Data palsu pada akhirnya menghasilkan keputusan-keputusan keliru pula. Kesalahan dalam membuat keputusan penting tentu berdampak besar pada hasil akhir sebuah eksekusi penanaman modal. Modal yang nyasar ke tempat keliru adalah sebuah bentuk kekalahan besar dalam perang masa kini.

Ki Telaga Dogma mengakhiri penjelasan setelah menyampaikan ringkasan beberapa kejadian penting dalam paparan ketiga penasehat kerajaan tedahulu. Kini semua pertimbangan dan keputusan berada di pundak Sang Pangeran. Nasib Planet Ramnox telah beralih ke tangan seorang Pangeran Soka Purnama.

*****

img. 3 Beban berat

img. 3 Beban berat

Umpan itu bergerak, namun hanya hentakan kecil. Anak-anak ikan sedang menguji nyali mereka. Sang Pangeran menatap ke arah umpan dengan tatapan penuh beban. Seakan ingin menenggelamkan pelampung kail yang mengait sang umpan.

Beban itu terlalu berat!” batin Sang Pangeran.

Mana mungkin nasib sebuah planet dibebankan pada seorang amatiran yang tak punya pengalaman sama sekali. Bahkan ia pun masih memiliki masalah dengan diri sendiri. Sang Pangeran sangat cemas dengan beban itu. Pundak Beliau masih terlalu ringkih, bahkan untuk beban paling ringan. Rasa rendah diri berkecamuk dalam diri Sang Pangeran.

Umpannya bergerak, tuan..!” Sebuah suara dengan gembira menyapa Sang Pangeran.

Suara yang sangat akrab di telinga Pangeran Soka. Beliau membutuhkan Pak Tua itu sebagai teman berbincang saat ini.

Ikan pemangsa kini telah terkait kail Dreiden.

Ayo, duduk di sini pak tua..!” Sang Pangeran membersihkan lantai dermaga di sisi Beliau dengan riang, tanpa menoleh sedikitpun.

Beban berat di pikiran Beliau perlahan terlihat memudar. Sebelah tangan Dreiden masih memegang kail yang umpannya telah termakan. Ikan yang cukup besar, hingga butuh dua tangan untuk menghadapi perlawanannya.

Bau harum tercium dari tubuh Pak Tua yang memilih jongkok di sisi Beliau. Cara duduk dan wangi yang aneh bagi Pak Tua.

Apa kabar, Dreiden?

Baik, Pak Tua. Duduklah

Tangan Sang Pangeran masih mengibas-ngibas lantai dermaga, menduga Pak Tua enggan duduk oleh lantai yang belum bersih. Ikan galak di tengah danau menyita seluruh perhatian Sang Pangeran.

Dreiden..??” Pak Tua tak kenal dan tak pernah menyapa Beliau dengan menyebut nama Dreiden.

Sang Pangeran tersadar dari kecemasan tentang tanggungjawab berat itu, juga beban berat dari perlawanan sang ikan. Kedua beban berat tadi rupanya telah membuat suara seringan kapas terdengar seberat palu. Tiba-tiba waktu bergulir sangat cepat bagaikan baling-baling pesawat yang telah siap meninggalkan landasan.

Dreiden menoleh ke pemilik suara yang sedang jongkok itu.. Pikiran Sang Pangeran berusaha mengejar wajah Beliau yang telah menoleh lebih dulu.

MAYSHA….!!!

img. 4 Petasan

img. 4 Petasan

Suara Sang Pangeran begitu keras. Keduanya terkejut oleh sebab yang berbeda. Tentu saja Sang Pangeran sangat terkejut dengan kehadiran Maysha. Sebaliknya, Maysha malah terkejut oleh reaksi Dreiden. Mirip seseorang mendengar petasan yang meledak di samping kuping. Keduanya terdiam sejenak menenangkan diri masing-masing.

Oh.. maaf Maysha. Aku telah mengejutkanmu.

Ngga apa-apa, Sayalah yang telah mengejutkan tuan Dreiden. Lama tak bertemu, tuan. Bagaimana kabar Sang Paman?

Maysha berusaha mencairkan suasana sambil sedikit tersenyum. Entah mengapa kedatangannya selalu membuat kail Dreiden hanyut ke tengah danau.

Ah.. eh, iya. Paman baik-baik saja. Kemana saja selama ini? Pak Tua selalu menceritakan tentang Anda.” Dreiden menyalami Maysha. Keduanya melanjutkan percakapan penuh keakraban.

Seorang pria menghampiri mereka setelah menurunkan beberapa perlengkapan dari kendaraan di tepi jalan setapak. Maysha mengenalkan Sang Suami pada Dreiden. Suami Maysha banyak bercerita tentang negerinya setelah Sang Pangeran mengatakan sangat tertarik dengan kisah bangsa Rasyie.

Ra Sirhonesia, negeri cantik yang sedang jadi rebutan.

*****

Hitung cepat perhitungan suara menunjukkan hasil meyakinkan. Sang Presiden akan kembali memimpin Amox empat tahun ke depan. Kegembiraan terlihat di sudut-sudut kota Dullstricht. Sang Presiden akan menyampaikan pidato kemenangannya di kota ini. Berbagai persiapan segera dilakukan. Warga kota sangat senang, seorang penduduk kota kini akan menjabat Wakil Presiden Amorluxico.

Untuk seluruh bangsa Amox..! Kemenangan ini untuk kalian semua. Untuk kejayaan Amorluxico! Untuk peradaban manusia, bagi kemanusiaan yang beradab. Jangan biarkan pengaruh apapun untuk merendahkan kodrat kemanusiaan kita…!!

img. 5 Kemenangan

img. 5 Kemenangan

Sang Presiden mengobarkan kembali jiwa murni bangsa Amox. Puluhan ribu rakyat menyambut penuh semangat pidato presiden idola mereka. Warga kota memadati lapangan utama, taman-taman dan jalan raya kota. Di atas panggung, Presiden Amorluxico mendapatkan pelukan dari orang-orang terdekat. Tak terkecuali dari Sang Wakil di samping Beliau.

Suami Anda adalah pria paling beruntung di planet ini!” Sang Pangeran dalam jasad baru membisikkan pujian ke kuping Maysha.

Rakyat Anda adalah manusia paling berharga di planet ini!” Maysha membalas pujian Sang Presiden.

Pangeran Soka Purnama terharu, berharap perkataan Maysha benar-benar nyata. Sebuah pujian dan harapan mulia seorang anak manusia. Sang Pangeran membalasnya dengan pelukan kedua,

….. Pelukan seorang kawan kepada sahabatnya…. !!

*****

Pangeran Soka menjalani hari-hari Beliau sebagai seorang Presiden Amorluxico. Istana Kepresidenan adalah istana kedua Sang Pangeran. Kursi kerajaan, Ki Sampan, terus mengikuti ke manapun Beliau pergi. Tentu saja dalam wujud transparan. Sang pangeran juga dengan leluasa dapat melepas raga kedua Beliau saat ingin kembali ke tepi Danau Saxoview, tempat Istana Kerajaan berada.

Sang Pangeran masih harus mencari cara untuk mendalami masalah serta memahami kekisruhan yang tengah dialami Negeri Amox dan negeri-negeri lain di Planet Ramnox. Setiap barang dan para penghuni di dalam Istana Kepresidenan selalu berada dalam pengamatan Beliau. Hal-hal mencurigakan dicatat dan menjadi bahan untuk dibicarakan dengan para Biq Xu serta Penasehat Kerajaan dari Langit Kelima.

Keluarga dan rombongan kerajaan lain harus merelakan, istana di tepi danau Saxoview akan menjadi sepi pada hari-hari ke depan. Apalagi bagi Ketiweuy, si ayam jago. Entah siapa lagi yang akan memangku dan membelai-belai punggungnya saat Sang Pangeran sedang berada di Istana Kepresidenan Amorluxico.

 

   *****

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

9 Comments to "[AMNESIA – The Future in History] Hari Kemenangan"

  1. djasMerahputih  8 January, 2016 at 07:08

    Wah, sampe kelewatan balas komentnya..
    Om DJ: Iya, itu aquarium nampak sehat banget. Jadi pengen punya..
    bang James: Malas masang lotere ah, nggak suka undian, yang pasti-pasti aja.
    Kang JC: Makasih sdh mampir. Tahun ini masih lanjut bagian ketiga, lebih menyindir.. he he he..

  2. djasMerahputih  4 January, 2016 at 07:45

    Met Tahun Baru All…
    Tak terasa sdh setahun kita tak basuo.
    Mba Avy:
    Iya, tahun depan mungkin lebih mantaf, kisahnya menyindir tanah air.. Tapi jangan bolong2 lagi bacanya… Ntar Pangeran Sokanya ngambek..!!

  3. J C  2 January, 2016 at 09:05

    Pas tenan, serial terakhir di hari terakhir 2015…

    SELAMAT TAHUN BARU 2016, Kang djas…

  4. james  2 January, 2016 at 06:14

    bang Djas, bener nih dasar manusia gak puas melulu, punya keinginan menang lotere tapi gak mau pasangnya, mau terima duit tapi gak mau keluar duit

  5. Dj. 813  2 January, 2016 at 03:12

    Aquariumnya Indaj djas . . .
    Boleh dicontoh tuh . . .
    Selamat Tahun Baru 2016 .
    Salam Sejahtera dari Mainz .

  6. Alvina VB  1 January, 2016 at 00:44

    Djas: Selamat Tahun Baru, semoga di thn baru ceritanya tambah mantaf dan saya bacanya gak bolong2, he…he….

  7. djasMerahputih  31 December, 2015 at 16:17

    Pentulise hadir….
    Tji Lani : Ini seri terakhir di tahun ini…
    James : duh, ngga pernah menang lotere, ngga pernah ikutan siih..

  8. james  31 December, 2015 at 14:36

    hadir ci Lani, met Tahun Baru 2016 juga….

    bang Djas, kapan hari Kemenangan Loterenya ?

  9. Lani  31 December, 2015 at 11:53

    Kang Djas : mau sampai seri brp tulisanmu yg ini?

    Selamat Tahun Baru utk para kenthirs……………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *