Lucy in The Sky with Diamonds

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

TANPA karya Edhi Sunarso, mungkin langit Jakarta dan ruang ibukota “kering” tanpa seni. Ada Patung Pembebasan Irian, Patung Selamat Datang dan Patung Dirgantara, patung paling indah, dinamis dan bagus difoto dari sudut mana saja. Ketiga patung itu menggelegar ke angkasa. Tanya ke pada Patung Dirgantara, dimana kantor saya. Sang Patung akan menunjuk ke arah utara. Di Tebet! Hebat ‘kan!

patung02 patung03 patung01

Bila mendengar penuturan Pak Edhi bagaimana “berdarah-darahnya” dia dan Soekarno dalam membangun Patung Dirgantara, sangat menyedihkan. Lebih menyedihkan lagi, karyanya Patung Selamat Datang, yang dijadikan logo mal terbesar di Indonesia, Pak Edhi tidak mendapatkan apapun (royalty). Kita tak tahu ceritanya soal logo ini, apakah dibayar atau tidak Pak Edhi. Kayaknya nggak!

Soekarno sayang sekali dengannya. Warga Jakarta apalagi.. Berterima kasih kepadanya. Langit Jakarta jadi indah dengan Edhi Sunarso.

Terima kasih Pak Edhi…Selamat jalan.. Love U…

 

 

13 Comments to "Lucy in The Sky with Diamonds"

  1. Lani  10 January, 2016 at 00:22

    ISK: hahaha…………mmg belum bisa, apakah sdh dibikin itu patung Selamat Minggaaaaaaaat nya? Prof kamu itu kocak juga ya……..kocaknya mengandung sinis gitu………….hahaha

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  9 January, 2016 at 16:39

    Ibu Evi, Jakarta justru minim ruang seni termasuk patung. Apalagi selama Orde Baru dibiarkan beton beton raksasa tumbuh tanpa memperhatikan keindahan dan seni kota.

    Mal yang harus dirubuhkan karena terlalu banyak dan tak membawa manfaat bagi warga. Justru warga haus benda-benda seni. Praktis selama 50 tahun tidak banyak patung dibuat di Jakarta. Bisa dihitung dengan satu tangan (tak sampai 5 buah patung). Kalau mal-mal dirubuhkan, saya setuju dan diganti taman kota.

    Polusi Jakarta tidak separah kota besar lain. Masih banyak pohon di Jakarta. Yang polusi hanya ditempat tertentu dengan konsentrasi kendaraaan bermotor yang tinggi jumlahnya. Tempat lain masih moderate.

    Bila pagi cerah, terutama usai hujan malam hari, di pagi hari bahkan sore cerah saya masih bisa lihat Gunung Salak dan perbukitan Puncak dengan mata telanjang.

    Jakarta itu tidak ada planologi yang ditaati selama 50 tahun. Semua bisa dibayar. Ahok datang, hal seperti itu tidak bisa dinegosiasikan. Makanya dia dibenci banyak orang.

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  9 January, 2016 at 16:28

    Yuk Lani belum bisa bedakan antara patung Selamat Datang dan patung Slamet Minggat….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *