MARKOBAR Semarang

Asrida Ulinnuha

 

Late post, saya ke Markobar Selasa malam lalu karena pengen icip martabak yang kekinian sambil rumpi-rumpi. Sayangnya karena gerimis yang cukup rapat, tampak depan dari halaman tidak bisa saya potrek.

markobar01

Pilihan topping di sini juara, buanyak. Waktu itu beli martabak 8 rasa, ada taburan choco milk serut, dark coklat serut, nuttela, oreo, meses, keju, dan entah coklat macam apa lagi. Harga Rp 60.000. Rasa manis semua, yang gurih cuma rasa keju. Overall, selain taburannya yang terkesan mewah, ukuran taste menurut saya masih lebih enak martabak langganan deket rumah yang lebih fluffy, lebih lembut, tidak mengeras saat dingin, dan tidak terlampau manis. Sebagai cemilan, ini kategori cemilan berat.

markobar03 markobar04

Minumannya, yaaahhh…tidak ada yang istimewa…dengan harga di kisaran 10 hingga 15 ribu rupiah, selain tidak banyak pilihan, rasanya seperti minuman di kantin sekolah. Tapi untuk tempat memang sangat oke. Kasirnya masih muda, cakep, dan manggil saya ‘Kaka’ (ini penting). Tampil dengan nuansa hitam, namun chic dan enerjik ala cafe masa kini. Enak untuk tempat janjian dan kongkow, apalagi lokasinya yang di pinggir jalan protokol. Tepatnya persis di sebelah Gedung Juang 45 Jalan Pemuda Semarang.

markobar05 markobar02

Sambil makan sebetulnya saya kepikiran nama markobar itu, mungkin aja singkatan, mari kita kongkow bareng-bareng. Yuk yah markobar…

 

 

13 Comments to "MARKOBAR Semarang"

  1. Swan Liong Be  1 February, 2016 at 19:23

    Mau tanya nih, mengapa semuanya dalam bahasa inggris, apa daftar makanan kue bandungnya juga dalam bahsa inggris? Daftar minuman hangatnya juga dalam bhs. inggris. Apa supaya bernuansa international, lebih kerèn kedengarannya?
    Aku gak gitu doyan martabak yang manis², enakan yang pake daging kambing

  2. J C  18 January, 2016 at 15:04

    Ini mendadak booming karena yang punya anaknya presiden… coba kalau yang punya Nyai Kona…mungkin malah lebih ruameeeee lagi…bikin martabak dan jualan sambil berbikini kiwir-kiwir…

  3. Ulin  13 January, 2016 at 09:23

    Orang-orang pada penasaran sama Markobar karena Gibrannya, padahal udah aku bilangin ngga seenak itu.

    Mba Nino, makasih infonya

    Cik Lani, hehe kayanya kalo ada yg juara kuliner patut dibuntuti

    Abang James, Markobar juga sepupunya markiyah

    Kak Alvina, rumahnya Semarang juga?

    Oom Djas, di Medan juga namanya terang bulan. di Semarang malah namanya kue bandung..hihi..aku dulu bingung kenapa dinamain kue bandung.

    Oom DJ, kalo martabak telur saya juga suka bangeeet….yummm

  4. Dj. 813  12 January, 2016 at 15:47

    Martabak bikin ngiler . . .
    Tapi martabak manis cuma bisa makan sedikit, cepat eneg .
    Kalau martabak asin ( dengan telur ) . . . . hhhhmmmm . . .. Lecker . . . ! ! !
    Terimakasih mbak Asri ,
    Salam manis dari Mainz .

  5. djasMerahputih  12 January, 2016 at 07:58

    Di Makassar martabak gini disebut Terang Bulan…
    Tapi belum ada yang 8 rasa seperti foto di atas. Jadi ngiler… he he he…

  6. Lani  12 January, 2016 at 02:29

    Al, bolehlah secuil aja mencobanya…………krn klu seloyang dilebbbbb……….bisa2 tiap hari harus lari sepanjang 5 km selama seminggu baru bisa ilang tuh over dosis kalori……………hehe

  7. Alvina VB  11 January, 2016 at 22:55

    Ayo nanti dicobain mbakyu Lani kl ke Semarang lagi…

  8. james  11 January, 2016 at 14:16

    Markobar temennya Martabak

  9. Lani  11 January, 2016 at 12:00

    Waah………nampaknya soal kuliner El nano-nano no satoe

  10. elnino  11 January, 2016 at 11:42

    Martabak Kota Barat ya kepanjangannya. Pumyanya mertua adik temanku n sekarang kerjasama dg Gibran.
    Inovasi kuliner penting ya, tapi sayang juga kalo gak dibarengi rasa yg paten.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.