Agamanya Michael Jackson

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

WAKTU masih kerja di agensi Lintas (sekarang Lowe) sering di kasih buku kalau kepergok di lobby sama pendakwah Jehovah Witness (Kesaksian Yehova). Masih inget waktu itu bukunya tipis (brosur) dengan ilustrasi suasana Taman Eden lengkap dengan visual hewan-hewan hidup damai. Teman saya yang kresten becanda meledek saya.

“Tuh, Wan, lihat surga orang kresten ada macannya”. Hahahahaha…

Lha, sekarang masih dapat buku yang sama. Kalau sedang istirahat di depan kantor di Tebet. Cuma agak bagus layout, format dan tipografisnya (lihat foto). Waktu kecil pun suka baca majalah dakwah kresten dari Amerika. Entah dari denominasi apa. Nama majalahnya ‘The Plain Truth’ yang dikirim berkala. Akhirnya majalah itu kalau sudah banyak ditukar rokok di warung oleh kakak saya. Dan saya yang disuruh. Dji Sam Soe masih IDR 100/3 batang.

agama michael jackson

Seperti dikejar-kejar, saya tetap ketemu pendakwah kresten lagi. Biasanya di Club Store (dulu Pricemart) di SCBD kalau makan dimsum habis antar istri periksa hamil 2002-2003. Mereka kebanyakan berdua berdasi rapih. Bule Aceh saya sebutnya. Bule yang masih taat sama agama kresten. Sampai 2015 saya tetep dikejar pendakwah. Kalau naik busway Minggu sore ke Kota Tua dari Blok M, pasti ketemu dua cowok berdasi pendakwah dari Gereja Mormon. Sempet ngobrol sekali dengan bule misionaris Mormon waktu antar teman dari Belgia main ke Kota Tua. Tetangga dari Sumatra saya suka bujuk saya supaya datang ke gereja Tiberias. Teman dekat juga sering nanya becanda, “elo kapan dibaptis? Entar gue urusin ama romo”. Natal kemarin, ibu teman saya yang Katolik dengan setengah serius, “semoga kamu bisa seperti saya”.

Anehnya, temen Muslim saya ‘gak ada yang berani dakwah ke saya. Takut jadi gila ngobrol sama saya

 

 

11 Comments to "Agamanya Michael Jackson"

  1. Lani  15 January, 2016 at 11:15

    Al: gimana kondisi JKT?

  2. HennieTriana Oberst  15 January, 2016 at 09:35

    Dulu di SMA punya teman Saksi Jahova, tapi mereka nggak banyak ya.
    Kalau di Jerman mereka ‘rajin’ datangin rumah orang, ngajakin ke tempat ibadahnya dan kasih brosur gitu.

  3. James  15 January, 2016 at 04:56

    Mbak Lani, rahasianya mudah saja yaitu kita harus banyak mempelajari isi Alkitab plus belajar juga sehingga kita mampu mengalahkan cara mereka mempelajari Alkitab dengan sudut pandangan mereka yang keliru dan benar seperti komen Al, kita juga harus berani tegas mengkritik mereka dan sudut pandang mereka mengenai isi Alkitab alias you are not welcome into my religious life, good bye and shut the door…..welldone !! Saya selalu akan tegas terhadap denominasi yang menyesatkan

  4. Alvina VB  15 January, 2016 at 00:42

    Agama ini pernah di-ban di Canada selama PD I & II.
    Saya sering ngadepin pengikutnya di Indonesia dulu dan juga di sini. Kl di sini kebanyakan mereka sich gak seagresif yg di Indonesia. Di sini mereka ada gerejanya dan mereka biasanya kasih brosur di subway atau di shopping centre. Ttp belakangan yg di shopping centre distop gak boleh lagi stl pem. Quebec jadi sekuler, mengeluarkan pernyataan “agama musti disimpan di rumah masing-masing” dan simbol agama diturunkan di berbagai sekolahan dan tempat umum. Yg paling tepat utk menghadapi org2 ini, tanyain pendirinya agama ini siapa ya? Kan pendirinya org biasa dan gemblung pula sudah merubah isi injil dengan pendapat/doktrinnya dia sendiri, makanya banyak org yg bilang ini ajaran sesat…. bilang aja, saya tidak tertarik sama sekali ngikutin agama yg pendirinya aja gak jelas, titik abis ceritanya. Biasanya mereka kaget, gak sangka ada yg tanya dan buat pernyataan spt itu. Jangan terjebak oleh pertanyaan2/ pernyataan2 dari mereka.

    RIP – Jakarta attacks #kamitidaktakut

  5. Lani  14 January, 2016 at 23:37

    James: kasih tau dunk rahasianya bikin mati kutu para pendakwah itu…….

  6. Dj. 813  14 January, 2016 at 15:56

    Mas Iwan . . .
    Terimakasih untuk ceritanya .
    Memang benar, baik dari Saksi Jehowa atau mormon, banyak yang keluar masuk
    mengunjungi dari rumah ke rumah.
    Kadang salut untuk kesabaran mereka .
    Hanya saja, jujur Dj. juga kurang suka, karena sering memaksakan orang agar menjadi seperti mereka .
    Dj.punya pengalaman yang baik, saat tinggal ditengah-tengah kota ( diantara pertokoan ).
    Dimana dua anak muda berpakaian rapi, celana hitam dan baju putih berdasi dengan bawa ransel dipunggungnya.

    1.
    Karena males bicara dijalanan, maka Dj. minta mereka datang ke appartment kami .
    Kami ngobrol cukup lama dan seddikit sharing soal iman .
    Merka sedikit kelihatan kecewa, olehnya Dj. katakan,kalau kalian haus atau lapar, bel saja dan masuk kemari .
    Kami selalu akan sediakan minuman dan makanan untuk kalian .
    Dj. pikir, mereka tidak akan datang lagi .
    Ternyata, mereka ngebel dan dipengeras suara mereka berkata .
    Dj. ini saya, sedang haus, boleh minta minum .
    Dj terharu, karena mereka sebenarnya baik, kalau kita menghormati akan apa yang mereka percayai .
    Kami berteman cukup lama dan hilang kontak, setelah kami pindah kepinggiran Mainz .

    2.

    Saat bekerja sekitar 20 tahun yang lalu, temah sekantor adalah Saksi Jehowa .
    Kami sering sharing, saat istirahat dan pimpinan kami yang kurang percaya, walau dia seorang
    kristen katholik .
    Kadang dia merasa terganggu, akan sharing kami, walau kami hanya berbisik saja.
    Satu saat,pimpinan Dj. kelihatan marah, karena hampir setiap hari kami sharing bebrdua .

    Dia teriak . . .
    Dj. tolong belikan saya Bible, agar saya bisa ikutan diskusi . . . Hahahahahaha . . . ! ! !
    Dj.kra dia menyindir, ternyta tidak dan dia sangat serius .
    Dia cerita, karena dia katholik dan tidak peprnah baca Bible.
    Jadi dia ingin tahu apa yang kami bicarakan .
    Setelah Dj. belikan, kami jadi ngobrol bertiga setiap istirahat .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Akhirnya pimpinan kami jadi paham Bible .
    Haleluya . . . ! ! !

    Salam manis dari Mainz , untuk keluarga dirumah .

  7. james  14 January, 2016 at 15:39

    hadir lagi nih ci Lani…..kenthir yang ini mah punya kartu matinya untuk Para Pendakwah dari Jehova Witness, Mormon atau dari Seventh Day Adventist sekalipun baik Bule Ozi maupun orang Indonya, mati kutu semua dan akhirnya datang hanya untuk menyerahkan majalahnya secara free begitu saja tanpa berani komentar atau ngomong apapun, berbincang sekalipun, apalagi pintu rumah saya tidak terbuka lebar untuk mereka

  8. tammy  14 January, 2016 at 15:13

    Di Australia juga banyak, kami sering terima brosurnya.

  9. Lani  14 January, 2016 at 13:06

    ISK: Baca artikelmu yg akhir2 ini pendek2 bahkan lebih pendek dr cerpen, aku sll dibawa senyum2, kadang ngakak2 sambil garuk2 kepala yg kaga gatellllllll………hahaha

    Nah utk artikel kali ini aku ingin sharing nampaknya ndak di indo ndak di Hawaii yg namanya pendakwah sekte Yehovah bertebaran dimana-mana, bahkan kepasar pasar tradisional, persis spt yg kamu tuliskan mrk bawa selebaran ada yg kecil mungil ada yg agak lebar tp tipis.

    Bahkan aku sempat ketemu salah satu pendakwah dr sekte yg sama aku sampai kaget krn bisa bahasa Indonesia, aku tanya asalnya drmn dan kenapa tertarik belajar bahasa Indonesia?

    Jawabannya mengagetkan krn dia ingin jd pendakwah sasarannya orang Indonesia yg tinggal di California, agar mengenai sasaran dia belajar bhs Indonesia bisa berkomunikasi langsung tanpa ada hambatan bahasa. Hopo ora huebaaaaaat???

    Semangatnya itu lo yg kubilang hebat. Biasanya pendakwah klu bkn orang local kebanyakan orang filipin.

    Nah apalagi pendakwah Mormon lebih ediaaaaaan! Semangatnya yg tak kenal putus asa, mrk jg rapih pakai celana panjang hitam, shirt berwarna putih pakai dasi lagi, klu tdk jalan kaki mrk bersepeda, tdk Nampak lelah tp tetep semangat!

    Jawabanku klu dua pendakwah dr sekte yg berbeda mendatangiku dan memberikan buku ya ditrima saja, akan ttp klu sdh mengajak utk masuk ke sekte mrk aku jawab sori aku sdh punya agama/kepercayaan sendiri. Klu mrk msh mekso aku jg keukeuh biasanya mrk kalah kkkkkk………

    Bagaimana dgn trio kenthirs? Sharing pengalaman kalian, ditunggu

  10. Sumonggo  14 January, 2016 at 10:51

    Agamanya John Lennon pasti Imagine
    Agamanya Michael Jackson mungkin Black or White
    Tapi ada juga orang yang seperti Mbah Surip, takgendong kemana-mana ……

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.