KELOMPOK SANTOSO

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

MALANGNYA keluarga saya. Mertua saya bernama Santoso. Dari kawasan Solo asalnya. Sudah pasti terlibat aktivitas terorisme walau tidak melakukannya. Kelompok Santoso adalah grup teroris di Sulawesi Tengah. Solo dikenal sebagai sarang terorisme. Minggu lalu, sepupu istri saya diinterogasi pihak bandara Changi, karena dia kelahiran Solo.

stigma

Ini artinya, anak dan istri saya terkait terorisme karena identitas mereka. Lebih parah lagi, ayah saya bernama Muhammad Ali Kamah. Nama yang berbau terorisme. Bila ayah saya masih hidup, pasti tak akan mendapat visa masuk ke AS karena identitasnya walau Allah ikut campur. Allah kalah oleh kuasa kedubes asing.

Ingat waktu saya handle klien consumer good dari Eropa tahun 2005 yang mengadakan lomba DJ. Pemenangnya dari Jogja dan berhak ikut ke tahap lomba selanjutnya di Miami, Florida. Tapi tak mendapatkan visa, karena identitasnya dari Jogja dan namanya berbau terorisme.

stigma_finger

Untuk membasmi terorisme cara paling gampang adalah membunuh semua Muslim dari Solo. Baru dunia aman…

Karena terorisme lebih dilihat sebagai identitas, bukan aktivitas.

 

 

10 Comments to "KELOMPOK SANTOSO"

  1. J C  1 February, 2016 at 16:46

    Mas Iwan, stigma seperti ini tidak heran lah…

  2. EA.Inakawa  30 January, 2016 at 10:12

    Pak Iwan : Selalu saja Terorisme lebih dilihat sebagai identitas, bukan aktivitas……apakah Uni Eropa & Amerika sebetulnya mereka ini bangsa yang Bodoh, tak bisa memilah ( salah nggak ya )

  3. djasMerahputih  23 January, 2016 at 18:29

    @Nonik: Nah itu dia yang djas maksud. Ke mana-mana nggak bakal dicekal. . Mau kualat apa…??

    Grup sipil berwatak militer banyak dipelihara untuk kepentingan politik nasional maupun internasional. Ditambah dukungan media komplit deh sarana buat memaksakan sebuah keinginan…

  4. Alvina VB  23 January, 2016 at 14:38

    Bung Iwan, gimana gak disangka sarang teroris, lah saya ke Solo hampir 3 thnan y.b.l. dah, ada satu group laki2 (kayanya ada 40an org) yg pake baju item2 lagi berbaris dan joging ringan di jalanan dan saya kan ndeso yak…gak pernah liat yg kek beginian, he..he…jadi tanya sama sopir: mas itu group apaan ya? pencak silatkah? si masnya bilang itu loh mbak, mereka group pro jihad. what??? lah kok boleh keluyuran kek gitu ya di jlnan? katanya si mas, oh, mbak backingan mereka kuat, tokoh lokal di Solo, saya jadi bertanya-tanya sapa ya??? Ada yg tahu mungkin?

  5. Nonik-Louisa  23 January, 2016 at 07:58

    @Om Djas Merah Putih: Ada loh Om, orang yang bernama Tuhan. Saya pernah lihat itu di berita (koran kalo gak salah) dimana dia menunjukkan KTPnya, dan namanya cuma 1 kata itu: Tuhan. Asli Jawa Timur (tapi lupa di kota mana).

  6. Lani  21 January, 2016 at 23:38

    Mas DJ: aku urun ngguyu wae……….mmg lucu crita Dewo

  7. Dj. 813  21 January, 2016 at 15:49

    Mas Iwan . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Rasis itu dimana-mana selalu ada .
    Tapi ini juga banyak terjadi, karena salah mengerti atau satu kebodohan saja .

    Ingat saat anak kami yang pertama boleh mendapatkan kartu penduduk sendiri.
    Setelah mengisi formulir dan mengembalikannya, maka beberapa minggu kemudian
    dia ditelpon untuk mengambil disalah satu kantor.
    Dia dengan eufori cerota akan mengambil kartu penduduknya .
    Setelah dia pulang, dia cerita yang sedikit lucu.

    Saat aku sampai dikantor itu, langsung menuju kekamar yang diberi tahu ditelpon .
    Aku ketok pintu kamar dan ada suara berkata . . . Masuk . . . ! ! !
    Baru aku masuk setengah badan, dia melihatku dan teriak . . .
    Untuk urusan orang asing, dilantai paling bawah .
    Alexander, bantah . . . Anda telpon saya untuk mengambil kartu penduduk saya.
    Kembali itu orang, suduah saya katakan, kalau urusan orang asing dibawah .
    Ini hanya untuk orang Jerman saja , dasar sulit dimengerti ya . . . ? ? ?
    Alexander semakin keras dia bicara . . . Ssaya mengerti karena saya orang Jerman . . . ! ! !
    Sampai atasannya keluar dan bertanya dan Alex jelaskan, bahwa dia ditelpon untuk kesini untuk ambil
    kartu pendudu .
    Akhirnya urusan beres, tapi Alex. cukup kecewa dan marah . . . hahahahahaha . . . ! ! !
    Namanya saja Alexander Sudewo, rabut ikal dan hitam, seppert orang Maroko .
    Ngaku Jerman, siapa percaya . . . Hahahahahahaha . . . ! ! !

    Hidup di Jerman banyak pengalaman yang lucu .
    Salammanis dari Mainz untuk keluarga dirumah .

  8. djasMerahputih  21 January, 2016 at 10:50

    Beruntunglah orang yang bernama Tuhan

  9. Lani  21 January, 2016 at 02:20

    ISK: lagi2 aku ngakak kalimatmu plg bawah………dgn membunuh semua org Solo krn mendptkan stigma sbg sarang terrorisme………..

    James: tentunya para kenthirs tdk terlibat terroris…………..

  10. James  20 January, 2016 at 14:17

    1…..absenin para Kenthirs yang bukan Kelompok Santoso

    saya mempunyai teman asal Indonesia menetap di Ozi tapi bermarga Santoso, Visa ke Amerika nya di Tolak mentah-mentah oleh Kedutaan Amerika di Ozi

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *