Imperialisme/Kolonialisme Arab di Jalur Puncak Jawa Barat?

Indra Ganie

 

Ada fenomena menarik untuk disimak anak bangsa, boleh dibilang Jalur Puncak Jawa Barat sedang dijajah bangsa Arab. Mungkin daerah lain akan menyusul. Ini ulangan sejarah.

Imperialisme / kolonialisme Arab telah berlangsung lama. Yang paling spektakuler terjadi pada abad-7, gerak maju mereka mencakup seantero wilayah dari Iberia (Eropa Barat) hinga Turkistan (Asia Tengah). Pesisir di Samudera Hindia dari Afrika Timur hingga Nusantara juga sempat lama mereka kuasai.

Kehadiran imperialisme / kolonialisme Barat sempat mendesak imperialisme / kolonialisme Arab, namun (pengaruh) imperialisme/ kolonialisme Arab tidak pernah sungguh-sungguh lenyap. Kadang kedua fihak berperang, kadang berdagang. Kadang bertanding, kadang bersanding. Ini juga terjadi di Nusantara.

Kini, abad-21 imperialisme / kolonialisme Arab bangkit kembali dengan jargon / kedok / bonceng “Kebangkitan Islam Abad-15 Hijriyyah – yang dicanangkan sejak 1400 H / 1980 M. Mereka berperan penting secara langsung maupun tidak langsung dengan kasus ekstrimisme, radikalisme, anarkisme, vandalisme dan terorisme di sejumlah negeri – termasuk NKRI.

Walau latar belakang sejarahnya telah lama saya kenal, namun (masih) cukup mengejutkan saya. Tak disangka ternyata berbagai berita terkait kawin kontrak dan prostitusi di Puncak ada lebih banyak dibanding yang saya duga. Dan telah berlangsung relatif cukup lama. Sekian lama saya mengenal imperialisme / kolonialisme Arab (hanya) hadir di pesisir Nusantara. Dan Jalur Puncak bukanlah pesisir, tapi pedalaman. Ternyata mereka telah merambah ke pedalaman.

Saya simak, bangsa ini sekian lama mengidap mental “Arab minded”. Apa yang dari Arab(i) mereka anggap Islam(i), apa yang dilakukan orang Arab dianggapnya halal – termasuk kawin kontrak dan prostitusi. Orang Indonesia diperlakukan seenaknya di Arabia, orang Arab diperlakukan enak di Indonesia. Arab hidup dicium tangannya, Arab mati dikeramatkan kuburnya.

Perlu dingat lagi, bahwa sejumlah agama, nabi, wahyu atau hal semacam itu – khususnya Nabi Muhammad SAAW dan al-Qur-an – itu hadir duluan di (dunia) Arab karena mereka (sangat) barbar. Asal muasal kejahatan manusia berasal dari (dunia) Arab / Semit / Asia Barat / Timur Tengah semisal sihir, syirik, sodomi, fir’aun (raja mengaku tuhan), Abu Jahal, Abu Lahab. Butuh nabi dan malaikat langsung hadir ke tengah mereka. Jika bangsa sebarbar Arab / Semit dapat dibina, maka in syaa Allaah bangsa-bangsa lain – termasuk bangsa Indonesia – relatif lebih mudah dibina.

Contoh gamblangnya, mereka gemar menumpahkan darah sejak zaman batu hingga kini, abad dua puluh satu – semisal kasus terorisme, anarkisme dan vandalisme. Simak yang terjadi semisal di Yaman, Suriah, ‘Iraq kini. Itu kisah lama. Yang tidak tahan, mengungsi keluar negeri – antara lain ke Nusantara. Kini, pengungsi terbanyak sedunia adalah bangsa Arab. Mereka kawin mawin dan beranak pinak di negeri rantau / asing.

Sekian waktu terakhir ini Eropa kerepotan kebanjiran pengungsi dari (dunia) Arab. Para teroris menysup atau berbaur dengan para pengungsi, hasilnya antara lain serangan teroris di Paris pada bulan November 2015.

Kembali ke inti masalah. Jalur Puncak adalah jalur bersejarah, terkait erat dengan sejarah perjuangan nasional Indonesia. Jalur tersebut termasuk “De Groote Post” (Jalan Raya Pos) yang dibangun dengan korban besar rakyat atas perintah Gubernur Jenderal Hermann Willem Daendels (1808-11). Ketika Revolusi Nasional Indonesia 1945, jalur tersebut termasuk medan perang yang minta korban warga dan pejuang melawan penjajah.

Betapa memilukan dan memalukan jika jalur tersebut kembali dijajah asing, yaitu bangsa yang begitu banyak menumpahkan darah (terorisme) dan (maaf) menumpahkan lendir (perkosaan – ingat nasib TKW kita, kawin kontrak dan prostitusi). Dan suatu saat bukan mustahil kesepakatan atau norma kita sebagai bangsa / negara Indonesia akan hilang atau terganti dengan ideologi asing, yang belum tentu sesuai dengan STANDAR NASIONAL INDONESIA: PANCASILA, BHINNEKA TUNGGAL IKA, WAWASAN NUSANTARA, NKRI!

Semoga tulisan sederhana ini dapat mencerahkan semua anak bangsa di negeri ini.

Jagalah wilayah NKRI dari setiap bentuk imperialisme / kolonialisme!

 

Salam “MERDEKA” dari seorang anggota keluarga Pejuang 1945!

Indra Ganie – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

 

Artikel terkait:

Imperialisme Arab di Indonesia Sudah Jelas?

Mengapa Kebudayaan Jawa Mengalami Kemunduran yang Signifikan (1)

Mengapa Kebudayaan Jawa Mengalami Kemunduran yang Signifikan (2)

 

 

About Indra Ganie

Dari anggota keluarga Pejuang 1945 yang ingin Indonesia bebas dari pengaruh negatif budaya impor yang menginfiltrasi dan ingin menggantikan budaya Indonesia.

Arsip Artikel

5 Comments to "Imperialisme/Kolonialisme Arab di Jalur Puncak Jawa Barat?"

  1. J C  1 February, 2016 at 16:56

    Dan yang paling parah, mereka BUANGGA dijadikan tampungan lendir begini, dan merasa LEBIH DEKAT KE SURGA…

  2. Dj. 813  26 January, 2016 at 04:29

    Indra Ganie . . .
    Terimakasih . . . .
    Satu ulasan yang sangat menarik .
    Sangat disayangkan, tapi inilah kenyataan yang ada .
    Mereka tidak dapat membedakan, antara agama dan budaya .
    Bangsa kita memang lebih senang dijajah, daripada bangga akan kebudayaan yang asli kita miliki.
    Indonesia memiliki budaya yang sangat besar yang perlu dibanggakan .
    Namun mereka lebih memilih budaya luar yang mereka anggap waaaah . . .
    Perjuangan para pahlawan yang bercucurkan darah, mereka tidak akan bisa mengerti .
    Tapi juga banyak yang hanya ikut-ikutan, agar kelihatan waaaaah . . .
    Yang lain bikin ini, semua ikut bikin juga .
    Sampai jidat dijeduk-jedukan di lantai agar kelihatan hitam yang menandakan rajin shalat .

    Nah ya, semoga satu saat mereka juga sadar .

    Salam Damai dari Mainz .

  3. James  26 January, 2016 at 04:22

    halo Ci Lani…..hadir nih

    Puncak Arab

  4. Lani  26 January, 2016 at 01:03

    Halo para kenthirs lagi pd kemana yah? Salam dr Kona yg mengingat kalian…………

  5. Lani  26 January, 2016 at 01:02

    Bapak Indra Ganie: Membaca artikel ini, kesimpulan saya negeri ini harus segera bangkit dr pembodohan jangan sampai dikuasai dlm bentuk apapun sgt menyedihkan dan prihatin…………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.