Dunia Orang Sawu

Handoko Widagdo – Solo

 

Judul: Dunia Orang Sawu

Penulis: Nico L. Kana

Tahun Terbit: 1983

Penerbit: Penerbit Sinar Harapan

Tebal: 150 halaman

dunia orang sawu

Setiap kebudayaan memiliki keunikannya sendiri. Demikian pula dengan Orang Sawu di Nusa Tenggara Timur. Sebagai komunitas yang tinggal di sebuah pulau, orang Sawu membangun budaya, kepercayaan dan cara hidupnya sendiri. Orang Sawu memiliki konsep tentang kehidupan, kematian, aturan sosial, asal muasal manusia dan asal muasal alam semesta. Nico L. Kana menyajikan budaya orang Sawu dalam buku ini.

Orang Sawu sangat erat berhubungan dengan perahu. Pulaunya dianggap sebagai sebuah perahu. Anjungan berada di barat dan buritan ada di timur. Demikian pula saat membuat perkampungan dan rumah. Mereka membuat kampung berjajar dari barat ke timur mengikuti arah perahu. Letak lelaki dan perempuan di dalam rumah ditentukan berdasarkan peran dalam perahu. Lelaki berada di depan untuk menentukan arah, sementara perempuan berada di belakang sebagai juru mudi. Bentuk rumahpun digambarkan sebagai perahu. Rusuk-rusuk sumah dinamai sama dengan rusuk-rusuk perahu. Apakah perahu yang begitu dominan dalam budaya Orang Sawu berhubungan dengan migrasi mereka di masa lalu? Sayang Niko L. Kana tidak menyinggung masalah ini di bukunya.

Hal kedua yang menarik dari budaya orang Sawu adalah semua benda dan lain-lain memiliki jenis kelamin. Matahari, siang, terang, kemarau, langit, anjungan, menyadap nira adalah laki-laki. Sedangkan bulan, malam, gelap, musim hujan, bumi,buritan, bercocok tanam adalah perempuan.

Meski orang Sawu menganut paham patrilineal, namun peran perempuan sangat menonjol. Perempuan mempunyai hak yang sama dalam komunitas. Bahkan perempuan yang sudah siap menikah boleh memilih pasangan untuk memiliki anak tanpa pernikahan. Orangtua yang memiliki anak perempuan yang sudah siap menikah akan membangun pondok yang agak jauh dari rumah. Dengan demikian si anak perempuan bisa berhubungan dengan lelaki yang disukainya. Anak yang lahir dari hubungan di luar nikah diakui secara sah dalam klan ibunya.

Niko L. Kana membeberkan berbagai upacara dalam siklus hidup orang Sawu. Orang Sawu memiliki upacara sejak dari kehamilan, kelahiran, sunat, papak gigi, permandian, menikah, dan meninggal. Upacara-upacara lain berhubungan dengan mata pencaharian. Pada musim kemarau ada berbagai upacara menyadap nira, sedangkan saat musim hujan ada berbagai upacara bercocok tanam.

Pertanyaan saya tentang hubungan orang Sawu dengan laut masih tak terpuaskan. Seperti di atas sudah saya ungkapkan, bahwa orang Sawu begitu lekat dengan laut –sehingga pulau, kampung dan bentuk rumah dianggap sebagai personifikasi dari perahu, tetapi mereka juga memandang laut sebagai sumber hal-hal buruk. Penyakit dan malapetaka dianggap berasal dari laut. Meski mereka juga mendapat rejeki dari laut, yaitu menjadi nelayan dekat, tetapi hubungan orang Sawu dengan laut perlu digali lebih lanjut. Apakah pernah ada bencana besar dari laut yang membuat pandangan orang Sawu tentang laut begitu kelam?

 

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

18 Comments to "Dunia Orang Sawu"

  1. Handoko Widagdo  1 February, 2016 at 19:40

    Kalau begitu Lani orang Slawi yang Slewah?

    Aku hanya terampil membaca saja kok. Sebelum membaca saya mengembangkan kerangka dulu, sehingga bisa mengunyah isinya dengan lebih mudah.

  2. J C  1 February, 2016 at 16:58

    Dan jangan lupa pak Hand, kalau Lani sendiri memang slewah…

    Pak Hand, aku kagum tenan dengan kecepatanmu membaca…

  3. Handoko Widagdo  28 January, 2016 at 14:24

    Lani, Orang Sawu menanam Sawo di Sawah pakai baju Slewah.

  4. Lani  28 January, 2016 at 13:39

    Hand: ndak usah heran………mmg begitulah ciri2 keluarga Baltyra……….Sawu……..bisa jd Sawo………..hahaha

  5. Handoko Widagdo  28 January, 2016 at 12:40

    Terima kasih Maryati. Di Sawu tidak ada Sawo, sebab sawo itu tanaman asli Jawa. Salam akan disampaikan.

  6. Maryati  28 January, 2016 at 12:13

    #koreksi : nambah wawasan..

  7. Maryati  28 January, 2016 at 12:12

    Hello Om Handoko..semoga sehat ya disana..^_^…

    Unik sekali ya cerita ttg org sawu ini..terimakasih utk sharingnya…jadi nambah wawawan buat saya nih Om…^_^..

    Btw, kalau di dunia orang sawu ada pohon sawo enggak ya..hehehe…nah loh..^_^..

    Salam hangat buat keluarga di Solo ya Om..GBU..

  8. Lani  28 January, 2016 at 00:47

    James: mahalo, aku setuju dgn komentar balik dr Handoko. James hayo tulis kehidupan para kenthirs dan dunianya………siapa tau laris manis tanjung kimpul……dagangan laris duitnya ngumpul hahaha

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *