Be Great, Be Who You Are

Asrida Ulinnuha

 

Setelah menjalin kerjasama dengan IBM tahun lalu, kali ini Apple menjalin kerjasama dengan Cisco untuk menyediakan jalur networking yang cepat bagi para pengguna iOS yang juga menggunakan network Cisco. Kerjasama strategis ini menunjukkan bahwa iPhone dan iPad telah menjadi mobile device pilihan di lingkungan perusahaan-perusahaan besar….

————- Once upon a time, Google was one destination that you reached from one device: a desktop PC. These days, people interact with Google products across many different platforms, apps and devices—sometimes all in a single day. You expect Google to help you whenever and wherever you need it, whether it’s on your mobile phone, TV, watch, the dashboard in your car, and yes, even a desktop! ————

Yang di atas paragraf pertama adalah rilis yang dilepas pada media terkait kerjasama antara Apple dan Cisco. Sementara yang paragraf kedua adalah pengantar awal kisah Google menjadi sebuah perusahaan besar berskala multi-everything.

Yang hendak saya garis bawahi, saya melihat rutinitas setiap perusahaan besar adalah: melakukan kerjasama, akuisisi, dan penyesuaian, bahkan tidak terlalu banyak hal baru yang diciptakan. Hal-hal yang dilihat orang sebagai sesuatu yang baru rupa-rupanya adalah satu – dua – atau lebih hal lama yang dikemas dalam bungkus yang berbeda dari sebelumnya. Atau itu merupakan satu – dua – atau lebih produk dan/atau company yang bergabung lalu melakukan kegiatan bersama yang sifatnya integratif dan memiliki mutual benefit (keuntungan bersama). Yang awam terjadi kemudian, dua atau lebih produk atau usaha, bergabung membuat satu kegiatan bersama dengan packaging atau bungkus yang berbeda dari sebelumnya, terutama pada cara, intelektualisme…tidak sekedar materiil.

Kita bisa lihat Google yang awalnya hanya sebagai mesil pencari, kemudian memiliki layanan email, melakukan akuisisi, bahkan kini membuat perusahaan baru yang menjadi induk perusahaan yang sudah ada, perusahaan baru itu bernama Alphabet. Lalu kita bisa lihat Apple yang berhasil melakukan branding dalam hal kelas karena harganya yang gila, namun mereka mengimbangi dengan kualitas dan konsistensi layanan. Tidak lupa kita ingat Facebook yang terus tumbuh dengan inovasi mengagumkan. Mereka hanyalah contoh, masih banyak lainnya.

Mereka mempertahankan konsistensi dalam bidangnya, bahkan yang terpenting meningkatkan mutu produk dan layanan sebisa mungkin pada saat yang bersamaan. Menghasilkan sesuatu yang hebat pastinya membutuhkan kerja keras, pekerjaan yang sangat repot. Perusahaan-perusahaan tersebut tentu mengalami, akan tetapi kita bisa lihat mereka bertujuan akhir pada kesederhanaan yang dapat dinikmati penggunanya, giving simple service, in a modest way.

be who you are

Dalam hal ini saya mungkin melihat dalam sisi yang berbeda. Namun pada kenyataannya kesuksesan para perusahaan besar ada pada konsistensi mereka untuk selalu membuat jaringan perkawanan atau perkongsian, merawat kerjasama, mau belajar, menjadi solutif, dan memiliki kendali mutu atas hal-hal baik. Pada diri sendiri saya mensugestikan mengenai hal-hal tersebut agar dapat diaplikaan sehari-hari. Dari mereka saya banyak belajar untuk terus memperbaiki diri, berusaha konsisten pada apa yang saya kerjakan, memperluas jaringan pertemanan, membantu sebisanya, dan bergaul sebaik-baiknya. Saya juga belajar dari semua orang yang saya temui dalam hidup, tak peduli usia, status, jabatan, dan rupa.

 

With love

 

 

7 Comments to "Be Great, Be Who You Are"

  1. J C  1 February, 2016 at 17:08

    Be who you are and be yourself!

  2. Dj. 813  31 January, 2016 at 17:53

    Mbak Asri . . .
    terimakasiih . . .
    Banyak macam jalan menuju kesukses an .
    Disamping konsisten juga situasi dan kondisi .
    Mungkin orang lain juga bisa tergantung nasib . . .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    salam manis dari Mainz .

  3. Lani  30 January, 2016 at 23:12

    EA: boleh aku tambahi dengan determine, discipline………itu juga modal utk bs sukses tercapai apa yg di cita2kan

  4. Alvina VB  30 January, 2016 at 10:08

    Thanks mbakyu Lani sudah diinget!
    Kl boleh dibilang….konsisten betul banget…ttp kl gagal membangkitkan nilai-nilai keberhasilan yang paling dalem dalam diri sendiri (kejujuran, kerajinan, kearifan, kesopanan dan ketaatan) org gak akan bisa berkembang lebih jauh lagi, cuman bisa jalan di tempat. Saya seneng banget sama pepatah yg bilang: the nicest one (a person/a company) will go a long way…

  5. EA.Inakawa  30 January, 2016 at 08:55

    Dari zaman nenek Kunci Sukses itu namanya Konsistensi, hal yang selalu dilanggar banyak orang, tapi itu merupakan MODAL UTAMA untuk sukses sebagaimana yang dilakukan penjual jasa Networking

  6. James  30 January, 2016 at 06:33

    doea……dibelakang Kenthir Kona

  7. Lani  30 January, 2016 at 03:52

    Satoe……..sambil mengingat sahabat kenthirs tercinta

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.