Hujan Januari

Fidelis R. Situmorang

 

Hujan. Januari memang selalu datang membawa hujan. Rinainya melantunkan harmoni saat menyentuh dedaunan, atap rumah dan tanah.


.
Duduk di beranda rumah, seorang lelaki tua menikmati kopi dan rokok kreteknya. Kabut kecil dari mulut dan kedua lubang hidungnya seperti membentuk lambaian tangan dari orang-orang yang dicintainya.
.
“Pak, berhenti merokok, dong… enggak baik kan bagi kesehatan Bapak…” kata putrinya kemarin.
.
“Iya, Nak, besok bapak berhenti merokok. Kau tahu, kau semakin mirip saja dengan ibumu…” jawabnya lembut.
.
Sambil menikmati hangatnya kopi, ia meresapi sisa-sisa kehangatan yang tertinggal saat merayakan tahun baru bersama anak-anak dan cucu-cucunya kemarin.
.
Memeluk cucu baginya seperti mengembalikan masa mudanya. Masa-masa di mana ia bersama dengan istrinya tercinta, memanjakan anak-anaknya yang sekarang telah menjadi orang tua dari malaikat-malaikat mungil itu. Ia seperti mendapatkan kembali keceriaan anak-anaknya dulu di rumah masa kecil mereka. Sungguh dia tidak ingin kehilangan saat-saat itu.
.
Dan sebagaimana kehidupan telah mengajarinya, di mana ada pertemuan selalu akan ada perpisahan, siang tadi, anak-anak dan cucu-cucu harus kembali pulang ke kota. Mereka memilik dunianya sendiri. Dan kota mempunyai kesibukannya bersama mereka. Ia mengantar mereka yang dicintainya sampai ke persimpangan jalan besar. Satu persatu mendapatkan pelukan yang hangat dan kuat darinya.
.
“Dadaaa, Opunggg…!!!” teriak cucu-cucunya sambil melambaikan tangan. Dibalasnya lambaian tangan para malaikat kecilnya dengan sepenuh senyuman.
.
Kopi hangat sudah habis, begitu juga rokok kreteknya. Malam datang membawa sepi, ia masuk ke dalam rumah, memandang gambar istrinya, lalu bernyanyi:
.
Na sonang do hita nadua, saleleng ahu rap dohot ho
.
Nang ro di na sari matua, sai tong ingotonhu do ho
.
Mungkin Januari memang sengaja datang membawa hujan untuk menemaninya bernyanyi.
.
Hupeop sude denggan ni basam, huboto tu ahu do roham.
.
Nang ro di na sari matua, sai tong ingotonhu do ho

 

 

11 Comments to "Hujan Januari"

  1. J C  1 February, 2016 at 17:05

    Memang bulan ini sedang banyak hujan…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.