BIR – BEER

Anwari Doel Arnowo

 

Yang anda belum ketaui soal Bir masih banyak. Haram? Tidak ada larangan mengatakannya dengan istilah itu. Paling baik mengatakan haram untuk apa sajapun adalah untuk keperluan diri sendiri dulu. Jangan yang mengenai  kepentingan orang lain. Saya sendiri telah mengenal bir  sebagai minuman sejak mulai saya belajar di SMA, tetapi saya bukan peminum, apalagi saya tidak mempunai uang cukup untuk minum bir, alih-alih untuk bersuka ria.

Yang melarang minum bir itu sebagian besar adalah mereka yang tidak memiliki pengetauan yang cukup mengenai apa bir itu. Saya kira di dalam kitab suci manapun tidak disebut tidak boleh minum bir. MESKIPUN, saya ulang sekali lagi,  MESKIPUN yang disebut bir itu sesungguhnya telah ada sejak 6000 tahun yang lalu. Kapan itu? Itu sebelum Jesus Kristus dilahirkan karena sekarang masih  baru 2016 tahun setelah kelahiran Jesus. Muhammad pun belum lahir karena beliau terkenal sebagai Nabi pada sebelum tahun 642 setelah Masehi. Semua mengenai bir ini disebutkan semakin jelas bila anda membuka serta mau membaca isi link berikut (Ctrl + klik) ini:

http://www.ba-bamail.com/content.aspx?emailid=18941

beer

Sudah membacanya? Pahamilah mana saja yang bisa  dipahami. Membaca link ini kita tidak akan mabuk. Apa? Mabuk? Nah inipun sebenarnya tidak dilarang. Jangan marah dulu, Bung. Saya pernah mendengarkan dengan serius ketika Tuan Nurcholis Madjid almarhum berbicara berjam-jam di depan banyak anggota DPR yang disiarkan oleh siaran Tele Visi DPR.

Topik yang dibicarakan olehnya mengenai segala macam hal. Bagian mengenai agama Islam saya cermati beberapa hal. Oleh karena siaran itu diulang-ulang selama hampir 2 bulan lamanya, saya ingat saja mana yang saya pikir pada suatu saat nanti diperlukan. Tuan Nurcholis ini mensitir banyak sekali hal dan kata-lata atau sabda dari Nabi Muhammad.

Yang ingin saya kemukakan adalah :

1. Suara azan di masjid hanya untuk yang berada di dalam masjid saja, tidak untuk mereka yang ada di luarnya.

2. Jangan mengajak orang bersembahyang di masjid bilamana dia itu adalah yang:

  1. Orang gila
  2. Orang mabuk
  3. Orang sakit

Bilamana kondisi a.  dan  b.  serta c. iu telah usai, maka dia boleh diajak bersembahyang ke dalam masjid

3. Sekarang sudah ada Dewan Masjid Indonesia yang dipimpin oleh Tuan M. Jusuf Kalla, pada sekitar dua tahun yang lalu sudah mengeluarkan peraturan yang berlaku untuk seluruh negeri. Isinya hanya membolehkan waktu menyiarkan waktu azan 3 (TIGA) menit saja dan waktu ceramah 7 (TUJUH) menit saja.

Untuk itu kalau tidak salah tahun lalu telah diadakan penyebaran 150 mobil ke sekian puluh buah mesjid dengan personil yang membantu mengecilkan suara loudspeakernya sampai batas teleransi yang pantas. Saya ingat sekali ada upaya menuruti peraturan Dewan Mesjid ini, sungguh amat disayangkan hanyalah sekitar satu minggu saja dan sampai hari ini tidak ada yang mau patuh.

Malah menjadi lebih keras seperti perlombaan  satu sama lain. Pada saat saya menulis bagian ini, ada sekitar 3 atau 4 masjid yang louspeakernya luar biasa keras suaranya bersamaan mengajak menyiapkan diri bersembahyang. Suara yang keluar juga bukan suara orang dewasa, ada suara anak yang umurnya kira-kira sekitar umur 5 atau 6 tahun.

Pantaskah ini dilakukan?

Dewan Masjidpun tidak berdaya. Peraturan Dewan masjid itu tentunya setelah melakukan penelitian mengapa seperti itu diputuskannya. Bukanlah sulit mengatasi masalah ini sesungguhnya. Mengapa tidak melalui siaran radio setempat sesuai dengan zona waktunya. Disiarkan secara resmi dan juga serentak mampu didengarkan oleh mereka yang mau mendengarkannya dan merasa perlu mendengarkannya. Dengan demikian maka tidak ada yang akan terganggu.

Radio sekali lagi radio. Semua hand phone dan radio kecil sekecil arloji sekarang sudah ada dan amat terang suara keluarannya. Gunakanlah teknologi mutakhir sehingga dunia Muslim menjadi lebih mutakhir dalam teknologi. Bukankah daya jangkauan siaran radio FM atau Non FM jangkauannya bisa melampaui wilayah propinsi bahkan jauh lebih luas sekalipun, juga bisa.

Saya mempercayai Allah itu Maha Adil dan manusia memang diperintahkan bersikap adil untuk kenyamanan hidup bersama di atas Planet Bumi ini. Tidak ada seorangpun manusia ini yang mau terganggu terus menerus oleh pihak lain, siapapun dia. Dan saya juga yakin bahwa manusia selalu mau menghormati manusia lain dengan memperhatikan perasaan orang lain.

Sudah saya lakukan pilihan untuk melindungi diri saya dengan karet penahan suara di jendela-jendela dan pintu- pintu tetapi tidak bisa berhasil baik. Maka saya gunakanlah earphone dan headphone untuk keperluan begini. Beruntunglah otak saya masih cukup bisa memilih dan memilih headphone yang besar yang mampu menolak suara lain, selain yang dari alat / gawai yang saya pakai.

Marilah kita kembali ke topik: Bir. Saya amat yakin bahwa yang tidak dikehendaki mengenai Miras (Minuman Keras) ini bukan meminumnya atau minumannya. Tetapi mabuk yang membuat onarlah yang tidak disukai.

Banyak orang mabuk Miras yang tenang-tenang menikmatinya sendiri. Meski mabukpun sama sekali tidak mengganggu siapapun, termasuk istrinya atau suaminya sendiri.

Apakah mereka yang peminum dan mabuk seperti ini dilarang keras? Saya silakan siapapun yang berlawanan dengan soal Miras, simpanlah sendiri secara pribadi dan tidak mengajak siapa-siapapun untuk sama dengan anda. Sudah amat baik sekali bila anda tidak ikut minum bir.

Tulisan saya seperti ini bukan bermaksud mencari musuh atau memaksakan sesuatu kepada pihak lain. Bilamana masalah ini di negara-negara lain mampu dilaksanakan, mengapa kita tidak mengkajinya mana yang berguna dan mana yang tidak bagi kita sendiri? Ketauilah bahwa sebelumnya saya sudah mencari contoh di Negara-negara lain yang meliputi masalah ini. Di banyak tempat di Eropa dilarang bersuara mengumandangkan ritual agama menggunakan pengeras suara. Di Jepang juga. Di Arab Saudipun pernah saya baca banyak loudspeaker yang dicopot paksa oleh pemerintah setempat. Undang-undang Gangguan untuk keperluan ijin apapun biasanya ada di Pemerintah Daerah. Kegiatan apapun yang untuk umum biasanya memerlukan ijin setempat. Kerumunan manusia untuk sesuatupun tidak terkecuali. Agama, budi pekerti dan pendidikan adalah topik yang disukai dan juga tidak disukai oleh siapapun karena soal selera ini biasanya tidak diusik oleh undang-undang.

Agama dan kepercayaan serta sopan santun dan budi pekerti sering, hampir selalu, disertai dengan ancaman hukuman sosial atau hukuman akhirat.

Ancaman hukuman akhirat sering tidak masuk akal. Saya lebih condong hukuman akhirat itu NANTI SAJA. Tidak usah dipikir sekarang. Kalau kita pikir sekarang, tidak ada gunanya, karena kita takut kepada sesuatu yang kita tidak tau. Saya bilang kalau berbuat jahat sekarang ketika sedang hidup di atas Planet Bumi, maka sekarang adalah saat sebaik-baiknya untuk menerima apapun yang pantas sebagai hukumannya.

Kalau korupsinya sekarang masa menunggu sampai dihukum di alam sana? Kalau memang ada hukuman di akhirat, sekali lagi: ITU NANTI. Hukuman sekarang dijalani dan kalau memang percaya bahwa ada hukuman akhirat, ya itu konsekuensinya. Duhukum di Planet Bumi sekarang dan ditambah lagi dengan hukuman di Akhirat. Ini sesuai dengan nuansa kepantasan bertata krama kehidupan bersama. Itulah sebabnya mengapa setiap bangun tidur pagi hari saya selalu berkata memerintahkan diri saya agar HARI INI saya menjadi orang baik.

Mengapa hanya hari ini saja? Karena umur saya sudah tua maka: yang kemarin saya biasanya sudah lupa dan yang besok sudah pasti saya tidak tau apa-apapun. Mudah kan? Itu setiap hari dan sudah lebih dari 20 tahunan saya berbuat seperti itu. Kalau hari ini saya berbuat salah, ya apa boleh buat, rencana saya tadi pagi kan ingin menjadi orang baik.

Terjadi sebaliknya? Saya terima saja sebagai human error dan biasanya bisa diperbaiki dengan minta maaf segera atau secepatnya.

Apa yang saya alami berikut bisa saja dialami oleh anda para pembaca dan orang lain, kalau mau. Saya selama lima tahun lamanya berlatih sendiri dan dengan sungguh-sungguh. Saya telah berhasil memaafkan orang,siapapun dia, yang berbuat kesalahan kepada diri saya, seketika sesaat itu terjadi. Dia belum atau tidak akan meminta maafpun, saya maafkan juga. Rasa hati saya bisa ringan dari beban mendendam seorang lain.

Gunanya apa sih saya harus dendam kepada seseorang? Bukankah itu membuat saya gelisah dan tidak nyaman rasanya? Mengapa saya risau kepada seseorang saja, bukankah di muka Planet Bumi ini ada sekitar 8 miliar manusia lain, sebagai ganti dia? Nah tenanglah hati saya.

Damailah dunia. Sesuai kata Gus Dur: “Begitu saja kok repot!!” Kalau perlu hapuslah memori yang ada dengan dia selama ini. Yang begitu itu adalah pilihan anda pilihan saya dan pilihan kita semua tidak usah minta tolong kepada siapapun. Tidak juga kepada ayah-bunda, ketua RT /RW/ Lurah atau Polisi sekalipun. Seketika beres saja, tanpa halangan kalau kita memang mau. Yang perlu hanya ikhlasnya hati sendiri. Itu saja. Enteng. Dunia cerah kembali. Jangan terlalu tinggi menaruh harga diri sendiri. Kalu perlu jatuh, biar jatuhlah dan itu pasti tidak terasa sakit yang seperti apapun.

Sesungguhnya sejak masa muda, saya sudah tidak ikut campur urusan orang lain, Termasuk keluarga sendiri. Yang untuk orang lain: Saya TIDAK turut campur dalam urusan mereka suka main judi, berpolitik apapun bahkan beragama serta berkepercayaan apapun,  bernarkoba, meminum Miras, korupsi atau melanggar pidana, berselingkuh. Terhadap anggota Keluarga Besar yang sama nama keluarganyapun saya hampir sama dalam memberi perlakuan seperti tersebut tadi.

Kepada keluarga langsung saya sendiri: saya juga tidak ikut campur untuk urusan Agama, Kepercayaan, Politik dan hubungan social. Keluarga langsung saya  boleh beragama lain, kepercayaan lain yang tidak sama dengan saya. Saya tidak pernah menyuruh mereka sembahyang. Alhamdulillah tidak seorangpun yang pernah membuat masalah dalam hal ini. Yang saya larang memang ada, yakni: Menjadi penjahat, penipu atau bandit. ITU SAJA. Semoga masih bisa berlangsung semuanya berdasarkan daya pikir masing-masing menggunakan seluruh 12 organ tubuh yang canggih dan sudah ada di dalam tubuh kita sejak bayi. Simple.

 

Anwari Doel Arnowo  –  20 Januari, 2016

 

 

9 Comments to "BIR – BEER"

  1. J C  11 February, 2016 at 11:22

    Saya ikutan ngebir ah…

  2. Djoko Iswadi  3 February, 2016 at 10:11

    Menjadi manusia baik adalah dambaan semua insan.

  3. Lani  3 February, 2016 at 00:15

    Cak Doel Anwari: Pertama-tama artikel Cak (buat diriku pribadi) selalu memberikan pencerahan. Walau kdg tdk selalu kurespond.

    Utk artikel kali ini trs terang soal Beer dan segala macam jenis minuman mengancung alcohol aku ora melu2 Cak, soale aku allergy dgn minuman mengandung alcohol.

    Pernan mencoba sekali, hampir mati! Untung ndak jadi hahaha………

    Kejadiannya sungguh amat memalukan lagi! Wis pokokmen kapok!

    EA: mahalo ajakanmu minum beer di Kona, klu EA sampai ke Kona, aku antar saja minum beer made in Kona, sgt terkenal beer ini

    Kang Djas: menjawab pertanyaanmu “apakah para kenthirs pernah mabuk CINTA”???

    Klu jawabannya NO! kuwi pasti ngapusi hahaha………krn kenthir yg ini mabuk terus2-an, wlu kdg mabuk jenis ini menyakitkan, but never give up…….orang Jawa bilang “kapok Lombok” hahaha………..

    James: mahalo sdh diingat dan sll diingat……..aku jd ngakak sendiri kamu tulis “bir temulawak” krn ada joke “bir temu lawal lambe njedir koyo Luwak” kkkkkkkkk………….

  4. EA.Inakawa  2 February, 2016 at 18:07

    apapun itu , Bir atau Agama yang berbeda silakan saja, sepanjang tidak bikin onar dalam keluarga atau dilingkungan kerja & domisilinya

  5. EA.Inakawa  2 February, 2016 at 18:04

    Ci Lani yuk minum Bir di Cafe Kona , asyikkkkk

  6. Dj. 813  2 February, 2016 at 15:53

    Untuk minuman di Indonesia, Dj. rasa Bier adalah minuman yang paling aman, karena sudah past bersih dari kuman .
    Terimakasih cak Doel.

  7. donald  2 February, 2016 at 15:46

    Mau dong ngebirr….

  8. djasMerahputih  2 February, 2016 at 15:20

    Nyusul bang James..
    Mending minum sekoteng, menghangatkan tapi tak memabukkan.

    Seharusnya jatuh cinta juga diharamkan, sebab ia memabukkan…

    Hayoo.. para kenthir pernah mabuk jenis ini nggak..??

  9. James  2 February, 2016 at 14:40

    1……sambil absenin para Kenthirs

    bir temulawak

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.