Mak Clekit

Janoary M. Wibowo

 

ADA yang bilang, cerita yang diawali adegan ciuman berpotensi menjadi cerita yang menarik. Benar sekali, ciuman: bibir bertemu dengan bibir lain, dan di cerita kali ini, kedua bibir yang bertemu adalah bibirku dan bibir cangkir kopi.

Sejatinya, cerita ini terjadi awal tahun lalu.

Almarhum Wahid Otista–semoga arwahnya selalu diberi kopi dan ketenangan di sana–berada di depan komputer ketika itu, di sampingnya, duduklah aku, sedang mencium secara bergantian cangkir kopi dan filter rokok. Reality Bites (1994), dengan aktor Ethan Hawke dan aktris Winona Ryder, sedang dalam proses download.

Sembari menunggu proses download, kami, sebenarnya adalah aku bosan menunggu dan Tista memahami kebosananku, memutuskan melihat cuplikan-cuplikan film itu di YouTube; satu adegan di taman suatu senja, di depan air mancur saat Ethan berkata kepada Winona, ”Inilah yang kita butuhkan; secangkir kopi, rokok, dan beberapa obrolan ringan,” adegan lain yang menampilkan Ethan dan Winona saling menggelitik dan tertawa di sofa berwarna abu-abu, atau adegan Winona bermuka kumal marah-marah lalu menangis, atau Ethan dan Winona berciuman.

Lupakan Ethan, pusatkan perhatian pada Winona. Nona Ryder, ketika membintangi Reality Bites dan memerankan Lelaina Pierce, berusia dua puluh tiga tahun. Dan karakter Lelaina sendiri adalah gadis berusia twenty-something yang kebingungan menghadapi realitas kehidupan perempuan di usia itu. Usia keemasan perempuan; sudah matang dan tampak menarik bagi cowok puber belasan tahun, masih ranum dan tampak kebingungan bagi lelaki paruh baya yang mendamba merasakan kembali gairah sebagai pangeran penolong.

Tapi aku, ketika itu, bukanlah mereka; bocah puber atau laki-laki paruh baya. Aku hanya seorang jomblo yang mencium secara bergantian cangkir kopi dan filter rokok.

”Kok bisa Winona cantik begitu ya?” kataku, berekawicara, dalam nada bertanya tanpa harapan dijawab atau ditanggapi.

Tista memandangku, lalu berbaik hati menggenapkan situasi agar menjadi obrolan ringan, ”Lho baru tahu ya? Dia sudah cantik sesaat setelah sel telur ibunya dibuahi sperma bapaknya.”

”Tahik,” kataku, lalu aku mencium kembali cangkir kopi dan melolos sebatang rokok, menyulutnya, menghembuskan asap nikotin pertama; dan melanjutkan, ”Tapi benar-benar cantik ya?”

Tista tertawa, dan tawanya jelek. ”Tahu tidak, Jan?” satu pembukaan obrolan yang terlalu klise, aku hanya menunggu dia melanjutkan. ”Winona Ryder itu punya darah Indonesia, ibu dari nenek dari pihak ibunya aku lupa-lupa ingat berasal dari Magelang, kalau bukan Pekalongan,” Tista berkata.

Aku terkesiap; satu ekspresi meluncur begitu saja, ”Ah, bercanda loe, Kas,” meniru Dono Warkop bila menanggapi Kasino.

Tista tak berkata lagi, mengangsurkan padaku tatapan yang meyakinkan, kesan bahwa dia sedang tidak berbohong.

Memagut filter rokok, dan menahannya, setelah mencium bibir cangkir kopi, aku bergerak ke arah keyboard. Di kolom pencarian, aku mengetik ’Winona Ryder Magelang Pekalongan Indonesia’. Lalu, mendesak tombol enter.

Tista seketika itu tertawa, lebih jelek dari sebelumnya. Lalu dia berkata, ”Bacaanmu banyak, Jan. Ngomong puisi dan sastra di sana di mari, banyak orang yang mendengarkanmu. Tapi sekalinya melihat perempuan cantik dikit, otakmu langsung jadi ampas kopi garing, kemepyur ambyarNgono yo percoyo?

make-me-laugh

Tista tertawa, tawa paling jelek yang pernah kulihat dan kuingat darinya, dan kali ini, ada rasa tengik-tengik gimana gitu.

Mak Clekit. Tengik.

 

-end-

 

 

About Janoary M. Wibowo

Tumbuh berkembang dan mencintai sepak bola dengan mengidolakan AC Parma, membiasakan diri beratribut Manchester United; posisi murni wingback kiri dengan gaya bermain cutting inside, menyisir kiri luar dan menikung ke dalam kotak penalti; menyukai puisi dan pisang goreng.

Arsip Artikel

12 Comments to "Mak Clekit"

  1. Kaesar  1 June, 2017 at 12:54

    Manerae

  2. Dewi Aichi  15 February, 2016 at 20:04

    Jano……ciamikkkkkkk….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.