FELIX DALIMARTHA

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

DELAPAN tahun silam, diperkenalkan teman dengan sosok Om Felix Dalimartha. Orang aseli Cina Benteng dan “jagoan” sana. Siapa tokoh Cina Benteng tak mengenalnya. Orangnya enak. Kaya pengetahuan. Cutting the edge-lah. Di bulan puasa September 2007, saya sekeluarga dan teman diajak Om Felix keliling landmark Cina Benteng: Kali Cisadane, Klenteng Boen Tek Bio, Klenteng Boen San Bio dan Pasar Lama untuk wisata kuliner. Karena puasa, saya gak bisa makan dan akhirnya buka puasa di Klenteng Boen San Bio, klenteng yang ada foto Gus Dur-nya gedheeee…dan banyak hymne kalimat pujian buat Gus Dur.

cinabenteng01 cinabenteng02

Awal bulan ini terbalaskan sudah… Tapi tanpa dipandu Om Felix lagi. Ludes makanan gerobakan saya coba satu per satu. Enak… Baru sadar dari penjelasan Om Felix, kalau Cisadane dan Pasar Lama adalah embryo Cine Benteng hingga terbentuk kota Tangerang dan peradabannya, menyebar ke Karawaci, Puri Indah, BSD, Alam Sutera dan merembet makin lama ke Parung. Dan mereka semuanya orang-orang kayaaaaa Indonesia.

Memang peradaban manusia berawal dari tepian sungai (Mesopotamian, Nile, Mohenjo Daro etc etc). Kali tempat peradaban dimulai juga tempat yang enak buat berak.

Om Felix ini teman baik (sekelas SD-nya) dengan Menlu Hasan Wirajuda dan mertua Rio Wisnu (tokoh kreatif periklanan).

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

6 Comments to "FELIX DALIMARTHA"

  1. J C  11 February, 2016 at 11:27

    Baru tahu setelah baca artikel mas Iwan ini…

  2. Lani  6 February, 2016 at 06:39

    ISK: spt biasanya artikel prof sll jossssssss………..krn mengandung crita yg bermanfaat

    James: kenthir dr Kona nongol……….sori lagi sibuk, mahalo udah diingat

  3. Alvina VB  6 February, 2016 at 02:58

    Thanks for sharing bung Iwan, baru tahu ada tokoh yg namanya Felix Dalimartha, kl Rio Wisnu pernah dengerlah. Boleh dah kapan2 berkunjung ke Pasar Lama Tanggerang, lebih bagus kl gak pake daging binatang berkaki empat, krn kel. kita vegetarian (walaupun masih makan sea-food dan telor, he..he…

  4. James  4 February, 2016 at 17:32

    ikuuutt bang Djas, tunggu Kenthirs yang belom hadir

  5. djasMerahputih  4 February, 2016 at 16:08

    Makasih sharingnya mas Iwan, Jadi ikutan lapar…
    Ngajak para Kenthir berwisata kuliner

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  4 February, 2016 at 15:54

    Waah! Minggu ini mau ke Pasar Lama Tangerang sama anak2. Makan bubur ayam, sate Haji Ishak dan banyaaaak kuliner enak. Ada lumpia lumayan enak mirip Gang Lombok. Tapi gak pake daging binatang berkaki empat.

    Jangan coba2 nyari makanan favorit pengunjung klenteng yang ada daging binatang kaki empat. Gak dibeli, karena mereka penganut Buddhisme.

    “Saya ganti sama udang kecil lumpianya”, kata pedagang lumpia.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *