Brunei Darussalam: Menyisir Kampong Ayer “Venice of the East”

Cechgentong

 

Masih hari ketiga kunjungan kami di Brunei Darussalam. Setelah melongok sejenak Tamu Kianggeh selama 1 jam, kami memutuskan untuk pergi plesiran ke Kampong Ayer yang konon mempunyai nilai sejarah tersendiri bagi bangsa Brunei.

”Perahu, Pak?!” teriak seorang pengemudi taksi air.

Langsung saja perhatian kami tertuju kepadanya. Memang posisi taksi air tersebut dekat sekali dengan Tamu Kianggeh, Setelah tawar menawar sejenak kami memutuskan untuk menggunakan taksi air tersebut berplesiran ke Kampong Ayer. Harga yang disepakati adalah 15 Brunei Dollar. Hal ini sesuai sekali dengan informasi yang kami dapat di Google tentang tarif taksi air untuk  mengelilingi Kampong Ayer.

Sedikit informasi tentang Kampong Ayer. Kampong Ayer menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah Kerajaan Brunei Darussalam. Hampir seribu tahun Kampong Ayer berdiri dan menghiasi kehidupan masyarakat Bandar Seri Begawan. Tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Shah tahun 1363-1402. Dahulu kala Kampong Ayer merupakan pelabuhan utama untuk para saudagar yang memperdagangkan barangnya ke Brunei. Dan Kampong Ayer masih tetap berdiri kokoh dan berkembang pesat sampai saat ini. Ada 42 kampung yang terletak di Kampong Ayer dengan jumlah populasi penduduk sekitar 39.000 jiwa (10 persen dari total populasi penduduk Brunei Darussalam). Jadi tidaklah mengherankan kalau Kampong Ayer adalah Kampong terbesar di Brunei Darussalam.

Antonio Pigfetta (from the Marasca Collection, Biblioteca Bertoliana of Vicenza)

Antonio Pigfetta (from the Marasca Collection, Biblioteca Bertoliana of Vicenza)

Oleh  Antonio Pigafetta yang pernah singgah bersama  Ferdinand Magellan pada tahun 1521 menjuluki Kampong Ayer dengan nama “Venice of the East” Menurut Antoni0, kehidupan Kampong Ayer mirip dengan Venice, tempat Antonia berasal.

Bagaimana dengan Kampung Ayer saat ini ? Setelah kami menelusuri Kampong Ayer, bangunan rumah panggung kayu yang berdiri di atas air menjadi ciri khasnya. Walaupun bentuknya sederhana tetapi kehidupan modern masa kini tampak jelas terlihat di Kampong Ayer. listrik, ac, sampai parabola dimiliki oleh sebagian besar penghuni Kampong Ayer. Selain itu Pemerintah Kerajaan Brunei juga melengkapi fasilitas sosial seperti sekolah, rumah sakit, pemadam kebakaran, masjid, pipa air, tempat bermain sehingga Kampong Ayer terlihat dinamis kehidupannya. Selain itu dengan perahu kayu sebagai transportasi utama dan jembatan kayu yang menghubungkan tiap kampong dan blok sangatlah memudahkan aktivitas penduduknya.

Taksi air bersandar di Tamu Kianggeh dan siap mengantarkan turis mengeliling Kampong Ayer

Taksi air bersandar di Tamu Kianggeh dan siap mengantarkan turis mengeliling Kampong Ayer

kampong ayer brunei (2)

Bandar Seri Begawan dari kejauhan

Bandar Seri Begawan dari kejauhan

Jembatan penghubung antar kampong

Jembatan penghubung antar kampong

Pembangunan jembatan terpanjang di Brunei Darussalam yang menghubungkan Bandar Seri Begawan dengan wilayah Limbang

Pembangunan jembatan terpanjang di Brunei Darussalam yang menghubungkan Bandar Seri Begawan dengan wilayah Limbang

Bahkan saat ini sedang dibangun jembatan penghubung antara Bandar Seri Begawan dengan wilayah Limbang sehingga memudahkan akses jalan, dan perdagangan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi bagi penduduk di 2 wilayah tersebut. Bahkan pengemudi taksi air mengatakan kalau ada kesempatan untuk datang ke Brunei sekitar 3 tahun ke depan maka kami akan melihat jembatan terpanjang di Brunei Darussalam sehingga dapat mengunjungi wilayah Limbang yang terkenal dengan pertanian dan hutan yang masih asri terjaga.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien terlihat jelas

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien terlihat jelas

Gedung Pengadilan (Mahkamah) Kerajaan Brunei Darussalam

Gedung Pengadilan (Mahkamah) Kerajaan Brunei Darussalam

Beberapa bangunan yang dirobohkan karena akan dibangun fasilitas publik lainnya

Beberapa bangunan yang dirobohkan karena akan dibangun fasilitas publik lainnya

Kompleks bangunan baru untuk relokasi

Kompleks bangunan baru untuk relokasi

Salah satu bangunan madrasah

Salah satu bangunan madrasah

Salah satu bangunan sekolah

Salah satu bangunan sekolah

Balai Bomba dan Penyelamat (Gedung Pemadam Kebakaran)

Balai Bomba dan Penyelamat (Gedung Pemadam Kebakaran)

Salah satu bangunan masjid yang terdapat di Kampong Ayer

Salah satu bangunan masjid yang terdapat di Kampong Ayer

Rumah Sakit di Kampong Ayer

Rumah Sakit di Kampong Ayer

Ada hal menarik selama perjalanan ke Kampong Ayer, ternyata banyak pengemudi taksi air bukanlah penduduk asli Brunei tetapi berasal dari Malaysia yang sudah bertahun-tahun  mengais rejeki di Brunei Darussalam terutama fenomena Kampung Ayer. Dalam perjalanan kami juga melihat beberapa bangunan yang dirobohkan karena akan digunakan oleh Kerajaan untuk fasilitas publik dan penduduknya sudah direlokasi ke tempat lain yang katanya walaupun jauh tetapi mendapatkan bangunan baru dan beberapa fasilitas publik yang lebih baik.

Seperti layaknya di darat, di Kampong Ayer juga dibangun beberapa cluster dengan bangunan rumah panggung modern bertingkat untuk kalangan menengah ke atas. Harga bangunan tersebut berkisar antara 60 ribu sampai dengan 90 ribu Brunei Dollar.

kampong ayer brunei (15) kampong ayer brunei (16) kampong ayer brunei (17) kampong ayer brunei (18)

Kompleks Cluster di Kampong Ayer

Kompleks Cluster di Kampong Ayer

Model rumah pada kompleks cluster

Model rumah pada kompleks cluster

kampong ayer brunei (21) kampong ayer brunei (22)

Selain itu pihak Kerajaan sangat memperhatikan pendidikan masyarakat Kampong Ayer. Hampir setiap sudut kampong yang berada di Kampong Ayer dibangun sekolah mulai dari tingkat TK sampai SMA serta Madrasah. Maka itu profesi guru menjadi profesi yang sangat dihormati. Pemerintah Kerajaan menempatkan profesi guru sebagai profesi yang mulia sehingga banyak sekali yang fasilitas khusus selain gaji besar yang diberikan oleh Pemerintah Kerajaan kepada guru. Luar biasa dan perhatian sekali Sultan Hassanal Bolkiah terhadap pendidikan rakyatnya.

 

Bisa juga dibaca di: https://ruddabby.wordpress.com/2014/06/10/brunei-darussalam-menyisir-kampong-ayer-venice-of-the-east/

 

 

8 Comments to "Brunei Darussalam: Menyisir Kampong Ayer “Venice of the East”"

  1. J C  11 February, 2016 at 11:32

    Kang Cech, jepretannya apik! Tempat ini apik ya…

  2. Dj. 813  9 February, 2016 at 00:22

    Cech Gentong . . .
    Terimakasih sudah bisa lihat foto-foto kampoeng Ayer di Brunai . . .
    Jujur, kalau melihat foto-foto diatas, tidak menggambarkan salah satu negara yang terkaya didunia .
    Padahal satu negara yang tidak besar, tapi masih ada yang menjelur pakaian diluar .
    Toodak memperlihatkan negara yang kaya .
    Dj. kira kalau negara terkaya didunia, semuanya sudah sangat modern .
    Juga yang sangat menyedihkan , tidak kelihatan sama sekali pohon pisang .
    Bagaimana bisa makan pisang goreng . . . ? ? ?
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam Damai dari Mainz .

  3. EA.Inakawa  6 February, 2016 at 08:01

    Mengembara di kampung AIR, terima kasih CG sudah berbagi…..

  4. djasMerahputih  6 February, 2016 at 07:49

    Nyusul bang James…
    Pengalaman dan foto2 menarik. Brunei cukup unik.
    Ini masih lanjutan tragedi koper itu ya Cech…??

  5. Lani  6 February, 2016 at 05:18

    James: mahalo ini udah mencungul……….lagi sibuk seneng2 yg di Kona.

    Cech: coba klu Indonesia jg punya spt ini………..pasti lebih menarik

  6. Alvina VB  6 February, 2016 at 04:17

    Hebring euy foto2nya….Thanks sudah berbagi cerita di sini Cechgentong.
    Memang betul guru di sana sangat dihargai dan gajinya lebih tinggi, maklum pemasokan negara mereka gede dari minyak dan populasinya kecil.

  7. James  6 February, 2016 at 04:08

    Hhiiii kok masih sefi gak ada orang satu juga…….halo semua

  8. James  5 February, 2016 at 15:30

    1…..menyisir kampong Kenthirs…Venice of the Baltyra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.