Menatap Masa Depan

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

‘THE BEST picture’ dari pemimpin Indonesia yang pernah saya lihat. Di hadapan patung besar Lincoln, dua sosok tubuh tampak dari belakang. Yang satu seorang bapak dan satu lagi seorang anak. Bapak itu Soekarno. Dan anak itu Guntur. Foto ini dibuat Mei 1956.

lincoln-sukarno

Foto ini lebih bagus dari pada foto Lincoln dan anaknya yang sedang mengajari anaknya membaca buku dan dipakai oleh puluhan iklan cetak Amerika untuk PSA atau untuk iklan cetak asuransi.

Sang bapak merangkul sang anak. Agaknya tengah berkisah tentang kebesaran tokoh yang diabadikan di hadapan mereka berdua. “Tuh, naaak lihat!” Tokoh besar ini menjadi rasul bangsa Amerika. Panutan Martin Luther King, Jr yang HUT-nya dijadikan hari libur bangsa Amerika kemarin (HUT Lincoln saja tak hari libur). Bibel Lincoln dipakai Obama waktu dia dilantik jadi presiden kulit hitam pertama (2008) dan dipakai lagi (ditambah bible Martin Luther King, Jr. Tambah berat jadinya) waktu Obama dilantik setelah terpilih lagi 2013.

Pemimpin Indonesia ini ke AS (1956) bukan sebagai turis atau presiden RI. Tapi peziarah. Dia menziarahi tokoh-tokoh Amerika yang membentuk dirinya. Mendatangi rumahnya dan makamnya George Washington di Mount Vernon, Virginia, Thomas Jefferson di Monticello, Virgina dan Paul Revere di Boston. Di sana pemimpin Indonesia “mengajari” bangsa Amerika tentang nilai-nilai Amerika dan Pancasila.

“Bila Anda gagal mengerti (nasionalisme), maka betapapun hebatnya kata-kata diucapkan dan betapa derasnya Niagara dolar dicurahkan, hasilnya hanya akan berupa rasa kecewa dan pahit”, pidatonya di depan Kongres. Benerrrrr… orang Amerika dan sekutunya kini terseret oleh kepentingannya sendiri dan bingung menghadapi negara2 lain. Gagal di Vietnam, Timur Tengah, dan bagian dunia lainnya dengan mengorbankan nyawa warganya sendiri dan membuang uang mega triliunan buat perang tanpa hasil…Kasiman…

Yang jadi orang pinter belum tentu pinter dalam tindakan. Kadang Kabayan jauh lebih cerdas.

 

 

9 Comments to "Menatap Masa Depan"

  1. EA.Inakawa  16 February, 2016 at 08:18

    Sejatinya Pancasila jauh lebih SAKTI

  2. J C  15 February, 2016 at 14:59

    Mas Iwan, bisa saja dapat foto seperti ini…

  3. Lani  14 February, 2016 at 22:47

    ISK : kutipan ini yg plg menarik buatku “Yang jadi orang pinter belum tentu pinter dalam tindakan. Kadang Kabayan jauh lebih cerdas”.

    Itu yg dinamakan pinter keblingeeeeeeeeer Prof

  4. IWAN SATYANEGARA KAMAH  13 February, 2016 at 18:30

    Hi Nuchan!

    Matur nuwun sanget….

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  13 February, 2016 at 18:29

    Posisi AS sebagai Liberator kadang sulit dibantah walau sering dipertanyakan kembali.

    Begitu Om James.

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  13 February, 2016 at 18:28

    Makasih Om Djoko. Ini iseng aja kok…

    Salam sayang dari kami untuk Der Familie Paisan.

  7. Nuchan  13 February, 2016 at 18:25

    Selalu memberi inspirasi hahaha

    Matur nuwun Mas ISK….

  8. James  13 February, 2016 at 05:40

    absenin para Kenthirs dibelakang mas DJ

    tapi bila dunia tanpa Amerika maka dunia akan dikuasai oleh Hitler,Jepang, Komunis bahkan ISIS juga

  9. Dj. 813  13 February, 2016 at 02:08

    Terimakasihmas Iwan, untuk cerita diatas .
    Ditunggu cerita berikutnya .
    Salam manis untuk seluruh keluarga dirumah ya . . .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.