Kebebalan Relijius

JC – Global Citizen

 

Belakangan di Indonesia semakin lama semakin banyak golongan yang bangga dengan kebebalan relijiusnya. Golongan ini sangat yakin bahwa apa yang mereka percayai adalah kebenaran absolut dan di luar itu semuanya salah.

Di salah satu Group Whatsapp dimana saya salah satu anggotanya, beredar tulisan ini:

FENOMENA AWAM RELIGIUS DI NEGERIKU

1. Kemarin saya melihat postingan seorang Muslimah di fb yang mengupload foto seorang wanita berjilbab mengenakan kalung salib. Setelah dia tanya ternyata wanita tersebut seorang Nasrani. Lalu si Muslimah pengupload tersebut menyebutnya sebagai “penistaan terhadap Islam.”

2. Dulu juga ramai bersliweran di media sosial postingan beberapa wanita dan anak-anak Nasrani Orthodoks yang sedang beribadah mengenakan jilbab/kerudung, lalu mereka tulis “Berhati-hatilah telah muncul agama baru yang meniru-niru Islam”

3. Bahkan yang terbaru kemarin, hanya karena Agnesmo memakai kostum panggung seksi dengan tulisan Arab المتّحدة lalu sebagian Muslim heboh menyebutnya sebagai penistaan terhadap Islam, padahal tulisan tersebut hanya bermakna persatuan.

Sebegitu ‘mengerikan’-nya kah potret kejumudan umat Islam di negeri ini?

Saya sebagai Muslim justru merasa sangat aneh jika melihat simbol-simbol seperti jilbab dan huruf Arab diidentikkan hanya dengan agama Islam saja.

Pada zaman jahiliyah sebelum Rasulullah lahir, bahasa Arab itu merupakan bahasa sehari-hari bangsa jahiliyah tersebut. Bahkan mereka menjadikan syair-syair Arab sebagai ukuran intelektualitas.

Kaum Kristiani di Mesir, Suriah, Palestina dan Iraq setiap hari menyanyikan lagu rohani mereka memuji Yesus dan Bunda Maria pun dengan berbahasa Arab.

Bahkan jauh sebelum datangnya Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW, para wanita Nasrani Orthodoks sudah mengenakan kain penutup rambut setiap beribadah. Bahkan para Biarawati pun mengenakannya sehari-hari. Lalu apa itu penistaan terhadap Islam? Hellooow..

Banyak saudara kita di sini yang cakrawala beragamanya masih sangat sempit. Mereka tidak sadar bahwa apa yang dijalankan agamamu belum tentu milik agamamu sendiri. Bisa jadi simbol-simbol agama yang kau sebut syar’i itu juga merupakan simbol-simbol agama samawi lainnya.

Inilah fenomena awam religius di negeri kita. Dan sayangnya jumlah mereka sangat banyak di negeri ini. Kaum religius dangkal dan sempit yang memahami agama hanya dari kulit dan simbol-simbol.

Dan orang-orang seperti inilah sasaran potensial cuci otak intoleransi dan takfirisme. Kaum ini akan ‘terhipnotis’ begitu melihat para ustadz bersorban, bergamis dan berjenggot lalu mengikutinya tanpa kritis.

Mendengar ustadz-ustadz dari kalangan intoleran yang pandai mengutip teks agama dan sepenggal kalimat berbahasa Arab, awam religius ini akan tunduk rebah menelan semua ujaran kebenciannya. Apalagi mendengar buaian surga dan janji 72 bidadari, para awam religius ini pun akan rela mati menjemput ‘jihad’ dimanapun mereka diarahkan untuk ‘berjihad’.

Proses pencarian agama mereka terhenti di ranah kulit. Dan tidak aneh orang-orang ini sangat menggandrungi para selebritis mendadak ustadz dan para muallaf mendadak ustadz (ahh you know lah siapa).

Dalam kitab Al Wala’ wal Bara’ disampaikan sebuah kalimat singkat, “Waspadalah terhadap para ahli ibadah yang bodoh”, mereka sungguh bersemangat dalam ghiroh agama. Namun sayangnya karena tanpa dibekali kecerdasan dan daya kritis, mereka justru menjadi duri dalam Islam yang hakikatnya ajaran yang ‘Hanifiyyatus Samhah’ >> semangat mencari kebenaran dengan lapang dada & toleran tanpa fanatisme sempit.

Entah apa yang ada dalam mindset Islam para manusia simbol ini. Di satu sisi, mereka merasa dihinakan jika simbol-simbol agama mereka dipakai umat agama lain seraya mereka sebut itu “penistaan”. Tapi anehnya mereka tidak pernah marah jika simbol agama mereka seperti kalimat Tauhid dipakai untuk berbuat barbar dan terorisme seperti yang dilakukan ISIS (padahal itu jelas-jelas merupakan simbol eksklusif Islam).

Mereka tidak pernah marah teriakan Takbir digunakan untuk mengebom masjid dan warga sipil. Mereka juga tidak marah simbol-simbol eksklusif Islam tersebut digunakan para teroris untuk menyembelih tawanan hidup-hidup seraya dengan bangga menenteng kepala korbannya sembari pamer telunjuk ke atas lambang bertauhid.

Dan tidak aneh, golongan Muslim jumud seperti ini biasanya yang paling doyan memakan berita dari media-media ‘sumbu pendek’ berbau ‘religius’ macam arrahmah dot com, fimadani, Islampos, eraMuslim, jonru, pkspiyungan dan sejenisnya yang doyan mencitrakan agama ini dengan fanatisme sempit dan intoleransi.

Ya, beginilah gambaran awam religius di negeriku.
By: Achmad Zainul Musthaqim

 

Sungguh mengerikan! Belakangan salah satu ormas yang paling terkenal dengan gaya ‘khas’nya, mempermasalahkan panci yang beraksara Arab karena dianggap menistakan agama:

panci-arab

http://regional.kompas.com/read/2016/01/27/14342641/Panci.Bertuliskan.Aksara.Arab.FPI.Lapor.Polisi?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd

http://regional.kompas.com/read/2016/01/27/19000031/Panci.Bertuliskan.Aksara.Arab.Polisi.Gelar.Razia.di.Pasar.Tradisional?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd

http://regional.kompas.com/read/2016/01/28/08365131/Polisi.Sita.Panci.dan.Teko.Bertuliskan.Aksara.Arab.dari.Pasar?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

 

Ada lagi yang mengutip ayat kitab suci di sana sini, menyatakan bahwa wanita yang bekerja adalah wanita dungu.

http://blog-liputanterbaru.blogspot.co.id/2016/01/salah-satu-ciri-wanita-dungu-adalah.html?utm_source=facebook.com&utm_medium=social&utm_campaign=Postcron.com

 

Ada yang lebih canggih lagi ilusinya, bahwa Borobudur adalah hasil karya Islam:

http://www.jpnn.com/read/2016/02/03/354580/Tafsir-Al-Quran!-Borobudur-Istana-Ratu-Balqis-yang-Hilang-%281%29-

 

Lagu anak-anak pun tak luput dari ‘perkosaan intelektual ala arabisasi’:

lagu anak (2) lagu anak (3) lagu anak (4) lagu anak (5) lagu anak (6) lagu anak (7)

 

Masih ada lagi, patung pun dijadikan sasaran karena dianggap musyrik:

http://regional.kompas.com/read/2016/02/12/10352401/.Kalau.Berani.Bongkar.Patung.di.Kantor.Polisi.dan.Tentara.di.Jabar.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

 

Tidak kalah seru, ini sudah ada yang menulis bocoran dari alam kubur:

IMG_3216

 

Dan yang terbaru:

IMG_3245 IMG_3279

 

Yang saat ini terjadi di Timur Tengah sana adalah perang dan terus bergolak, tidak pernah ada satupun pemberitaan yang positif. Semua kelompok mengaku dan merasa paling benar, merasa paling suci dan murni ajarannya, merasa sudah memiliki surga dengan segala klaimnya. Pengungsian besar-besaran terjadi ke seluruh dunia. Gelombang terbesar adalah ke Eropa. Masyarakat dan pemerintah negara-negara Eropa karena rasa kemanusiaan bersedia menampung para pengungsi itu. Namun apa yang terjadi?

  • Penembakan atau pembantaian Paris
  • Pelecehan seksual terencana dan serempak di Cologne, Jerman
  • Kekacauan dan kekisruhan di mana-mana hampir di seluruh Eropa

Bukan hanya di Eropa, namun di Canada juga tidak kalah serius permasalahan pengungsi dari Timur Tengah ini. Berikut salah satu komentar dari salah satu pembaca dan kontributor BALTYRA:

saya dengar ttg bomb di Turkey yg menewaskan wisatawan dari German. RIP. Kemarin ini saya baru diundang salah satu organisasi yg ngurusin pengungsi Syria. Saya sich jadi pendengar aja dech. Lah blm apa2 kok kedengerannya ketua para pengungsi ini dah ngatur2/ maunya sendiri. Mereka ingin spy agama, tradisi, bahasa dan kebudayaannya tetep exist di sini. Minta universitas di sini mendidik 100 org Syria utk bisa jadi tenaga sosial yg nantinya bisa bulak-balik Syria-Canada. Baru tiba bukannya belajar bhs lokal dulu, ini malah banyak mintanya dan yg makan waktu dan financial support; dan dari gelagatnya, mereka akan susah berintegrasi nantinya kl blm apa2 dah pasang kuda-kuda kaya begini. Yg nampung keluhan mereka siapa lagi kl bukan para pekerja sosial melalui United Church di sini. Pertanyaan saya: kemana aja kaum muslim yg rajin pada turun ke jalanan utk minta2 sedekah buat refugees dari Syria? Setelah mereka ada di sini, gak ada tuch yg repot beli2an utk keperluan mereka. Satupun gak ada NGO komunitas Arab di meeting ini. Yg ada organisasi sosial dan NGO yg berhubungan dengan gereja, mereka yg ngumpulin pakaian dan buat kebutuhan mereka sehari-hari. Semoga para refugees ini bisa lihat yg mengulurkan tangan itu siapa? Pemimpin refugee ini yg dulunya katanya insinyur di sana, berkeluh kesah ttg keadaan Syrian refugees di Jordan, Turkey dan Lebanon. Mereka tidak diperlakukan dengan layak dan banyak yg malah balik lagi ke Syria katanya. Cita2 dia sich bagus juga, katanya ingin mendidik anak2 pengungsi Syria di sini spy bisa balik ke Syria stl peperangan berakhir dan membangun negaranya yg hancur. Banyak dari anak2 remajanya yg bilang ingin tetep mati di Syria, bukan di negara org.

Ibaratnya:

Sekeluarga yang homeless dan keleleran di jalan karena perang di negara atau tempat asalnya. Ada satu keluarga karena rasa kemanusiaan menampung keluarga yang keleleran ini. Selang beberapa waktu, keluarga yang ditampung ini mulai keberatan dengan makanan yang dimasak di dapur tuan rumah. Keluarga pengungsi ini menuntut peralatan masak yang terpisah karena menurut ajaran dan keyakinan agama mereka, makanan sang tuan rumah tidak diperbolehkan dalam ajaran dan keyakinan mereka.

Masih dengan toleransi dan rasa hormat yang tinggi, sang tuan rumah mengabulkan, dan membelikan peralatan masak memasak yang baru sehingga keluarga pengungsi bisa merasa aman dalam urusan masak memasak dan makan sesuai dengan keyakinannya.

Tidak berapa lama, keluarga pengungsi mulai keberatan dengan siaran-siaran televisi di rumah tersebut karena lagi-lagi menurut keyakinan mereka, tayangan tertentu dapat mengganggu dan menggoyang keimanan mereka. Lagi-lagi, sang tuan rumah menghormati keluarga pengungsi, memindahkan langganan tv cable di ruang keluarga ke kamar tuan rumah, sehingga keluarga pengungsi tidak terganggu keimanannya.

Berikutnya, keluarga pengungsi mengajukan keberatan akan cara berpakaian anak perempuan tuan rumah karena sekali lagi dianggap dapat mengganggu dan mengguncang keimanan sang suami keluarga pengungsi dan anak lelaki mereka. Tidak habis pikir, masih dengan rasa hormat yang tinggi, keluarga tuan rumah berusaha menyesuaikan dengan menyuruh anak perempuan mereka berpakaian ‘lebih pantas’. Sehari-hari, si anak perempuan tuan rumah harus mengenakan pakaian setertutup mungkin. Si anak perempuan tuan rumah berusaha semaksimal mungkin berpakaian tertutup walaupun belum memenuhi ‘ketentuan’ sesuai standar keyakinan keluarga pengungsi.

Semakin hari, semakin banyak tuntutan keluarga pengungsi untuk tuan rumah supaya mengikuti aturan, larangan, dsb dari keluarga pengungsi.

Suatu hari ketika si anak perempuan tuan rumah sedang mengerjakan tugas kuliah dengan pakaian rumah. Si anak lelaki keluarga pengungsi melihatnya dan tidak sanggup menguasai gedoran syahwat yang menggelora, terjadilah kekerasan seksual. Akhirnya tuan rumah habis sabar dan seluruh keluarga pengungsi dipolisikan. Itupun keluarga pengungsi masih mengatakan bahwa semua itu adalah SALAH keluarga tuan rumah karena tidak memenuhi dan mengikuti aturan sesuai dengan keyakinan mereka.

Itulah yang terjadi saat ini di seluruh dunia!

Yang terjadi di Indonesia saat ini, semakin lama semakin banyak radikalisasi yang masif. Hasil melencengnya logika akal sehat adalah yang baru terjadi bom Thamrin di 14 Januari 2016! Para ‘pengantin’ (ini istilah yang mereka gunakan) bom bunuh diri dengan penuh keyakinan bahwa dengan meledakkan diri dan menghabisi nyawa (yang menurut mereka) para kafir, dengan serta merta akan memasuki gerbang surga (versi mereka) dengan janji-janji absurd yang tidak pantas dituliskan di sini.

Betapa luar biasanya kebebalan relijius yang menggejala dan meluas saat ini. Fakta di bawah ini sepertinya tidak dapat dipungkiri:

unhappy muslims they are not happy

Menurut Abu Nasr al-Farabi dalam Al-Madinah al-Fadhilah: “Negara yang baik berbuah kebahagiaan”. Sementara negara-negara yang diyakini para penganut kebebalan relijius dan pemuja Arab, bahwa semakin arab semakin murni dan semakin dekat ke surga, namun di Timur Tengah sendiri?? Apakah “berbuah kebahagiaan”?

gus dur

 

Bacaan dan sumber lain:

http://www.zekiu.com/2016/01/ustadz-ini-sebut-pengikut-pancasila.html

http://pekanews.com/2016/01/walau-ahok-bangun-masjid-senilai-rp-18-m-umat-Islam-tetap-haram-pilih-pemimpin-kafir/

http://www.jpnn.com/read/2016/02/03/354580/Tafsir-Al-Quran!-Borobudur-Istana-Ratu-Balqis-yang-Hilang-%281%29-

http://regional.kompas.com/read/2016/01/27/14342641/Panci.Bertuliskan.Aksara.Arab.FPI.Lapor.Polisi?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd

http://regional.kompas.com/read/2016/01/27/19000031/Panci.Bertuliskan.Aksara.Arab.Polisi.Gelar.Razia.di.Pasar.Tradisional?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd

http://regional.kompas.com/read/2016/01/28/08365131/Polisi.Sita.Panci.dan.Teko.Bertuliskan.Aksara.Arab.dari.Pasar?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

http://blog-liputanterbaru.blogspot.co.id/2016/01/salah-satu-ciri-wanita-dungu-adalah.html?utm_source=facebook.com&utm_medium=social&utm_campaign=Postcron.com

 

 

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

62 Comments to "Kebebalan Relijius"

  1. Itsmi  8 March, 2016 at 15:24

    JC, baca penelitian dari lembaga penelitian POW… 73% muslim Indonesia ingin sebagian atau seluruh sharia di implementasi kan di Indonesia…

  2. Alvina VB  27 February, 2016 at 11:00

    Kemarin ini saja kongkow2 sama org Lebanese di sini, saya mengeluarkan unek2 saya dengan perubahan di tanah air spt artikel ini jabarkan; ternyata….di negara mereka sami mawon, mereka bilang muslim dulu di Lebanon tidak sefanatik yg sekarang, sejak ada Hesbolah (Hesbolah di Canada udah di-ban) dan group2 lainnya yg fanatik, banyak org islam yg ngikut garis keras spt org Saudi layaknya. Mereka juga bilang Saudilah yg bayar para teroris utk obrak-abrik negara lainnya, ttp mereka bayar uang keamanan ke para teroris tsb spy negaranya gak diganggu, berapapun mereka mau bayar asal perangnya/ributnya jangan di Saudi begitu….enak bener ya mau aman sendirian dan negara tetangga pada perang.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *