Valentine 1945 di Blitar

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

HARI Valentine 1945 di Blitar dirayakan dengan pemberontakan tentara PETA dimotori pemuda berusia 20 tahunan. Namanya Supriyadi. Teman-temannya ditangkap tentara pendudukan Jepang dan dor! Dihukum mati. Supriyadi kabur dan tak diketahui sampai kini (usianya 90 tahun bila hidup). Tahun itu juga Supriyadi diangkat Soekarno menjadi menteri pertahanan pertama. Tapi itu, hilang dan tak muncul-muncul. Ya digantikan.. Sampai sekarang lenyap…Dan banyak yang mengaku-aku sebagai Supriyadi. Tapi tak digubris dan tak bisa dibuktikan.

valentine 1945

Di dunia Eropa juga banyak wanita mengaku Anastasia, putri Tsar Rusia yang satu keluarga dibantai habis oleh kaum Bolshevik Uni Soviet pada 1918. Muncul urban legend bahwa sebenarnya Anastasia masih hidup dan diselamatkan. Entah benar entah tidak. Anastasia adalah sepupu Ratu Elizabeth II, sama-sama cicit Ratu Victoria. Sejak itu Ratu Inggris haram menginjakkan kaki di negeri komunis itu. Orang berlomba mengaku Anastasia agar mendapatkan warisan. Tsar Rusia, ayah Anastasia, adalah orang terkaya sejagat (saat itu). Lalu bila mengaku Supriyadi mau dapat apa? Bukannya ditangkap, karena menolak tugas dari negara? Harta juga gak akan dapat dari negara. Lha belum menjabat kok minta pensiun?

Mengapa orang bisa hilang dan lenyap di Indonesia? Ribuan orang hilang pasca 1965, juga 1998, tapi kemana? Dimana? Benua Amerika saja yang besarnya setengah dunia bisa ditemukan Columbus. Masak orang aja susah ditemukan?

 

 

11 Comments to "Valentine 1945 di Blitar"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  17 February, 2016 at 21:59

    Pak Inakawa, saya sudah membayangkan kalau penyiksa dan algojo 1965 mati dalam kenistaan dan kesiksaan batin dan lahir.

    Saya percaya karma. Bukan agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.