Gunung Sakarini

F. Rahardi

 

1. malam hari :
bagai cahaya pecah di jelaga
seperti pancaran obor di lapangan
sebuah desa kecil mengertap di gigirmu
gajah yang lelah, terbungkuk-bungkuk
melangkah
beban yang menghimpitmu lumayan beratnya
kandang sapi yang gelap
ladang-ladang kurus
sebuah gubuk penunggu jagung
alangkah sepinya
perapian itu – sepinya.

2. siang hari :
tak ada yang ganjil di tempat ini
batang-batang sengon mengejang di tanjakan
jalan setapak ke desa
laki-laki memikul tahi sapi
begitu setia dia pada keyakinannya
pada matahari, pada musim
pada impian-impian di tikar pandan
di kelokan, alang-alang liar berdansa
dengan angin
tak ada yang ganjil di sini
tak ada yang aneh di tempat ini
tak ada

 

16 Mei 1974

Pernah dimuat di Harian Kompas, 6/1-‘76

 

 

6 Comments to "Gunung Sakarini"

  1. J C  26 February, 2016 at 06:16

    Menyimak…

  2. james  19 February, 2016 at 08:22

    ci Lani, letaknya bisa di dada, di pinggul atau di kelapa sekalipun….ha ha ha dimana saja

  3. F. Rahardi  19 February, 2016 at 07:54

    Terimakasih atas komentarnya. Puisi ini saya tulis saat saya masih berusia 24 tahun dan tinggal di Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

  4. Lani  19 February, 2016 at 01:32

    James: mahalo……….hahaha gunung kenthirs? Lokasinya dimana James???

  5. Dj. 813  18 February, 2016 at 17:27

    Bung F. Rahardi . . .

    Terimakasih . . .
    Walau tidak ada fajar yang merekah didalam tulisan diatas .
    Tidak ada senyum yang menawan . .
    Tapi tetap bisa dihayati .

    Salam,

  6. james  18 February, 2016 at 14:43

    1…..gunung Kenthirs

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.