Heinzelmännchen

Hennie Triana Oberst – Shanghai

 

(Dongeng yang menginspirasi anak untuk berbuat baik)

Chiara pulang sekolah siang ini seperti biasa, kelas 1 Sekolah Dasar (SD), tiba di rumah sekitar pukul 15:30. Biasanya ia akan membereskan kotak makan dan botol minumannya, mengeluarkannya dari ransel dan meletakkannya di dapur. Begitu rutinitas yang harus dilakukannya, walaupun sekali-kali ia lupa.

“Mama, aku adalah Heinzelmännchen untuk temanku Sarah”, Chiara berkata sambil menyeruput minuman coklat susu kesukaannya. Sore hari, jika tidak ada aktifitas luar, ia dan Mama menikmati waktu bersama sambil “ngopi”, Mama minum kopi, sedangkan ia minum coklat susu.

Ia kemudian membuka secarik kertas ukuran mini dan mengangsurkannya pada Mama. Tertera di situ “Sarah”.

Tadi di sekolah, Ibu Guru membacakan cerita tentang Heinzelmännchen. Kemudian membagikan gulungan kertas ini, tapi kami tidak boleh saling memberitahukan nama yang tertera di kertas ini. Ini rahasia“, begitu lanjutan ocehannya.

Lalu, kalau kita jadi Heinzelmännchen seseorang, apa yang harus kita lakukan untuk orang tersebut?“, tanya Mama.

Kita bisa melakukan hal-hal yang baik untuk orang tersebut, misalnya membantu apa saja yang bisa kita lakukan, atau membuat gambar dan dihadiahkan ke teman kita itu“, begitu ia menerangkan.

[email protected]@@~~~

 

(image : Köln Reporter)

(image : Köln Reporter)

Heinzelmännchen adalah satu dongeng yang berasal dari kota Köln (Cologne). Alkisah, di kota Cologne ada seseorang yang menyelesaikan pekerjaan di rumah-rumah penduduk pada waktu malam hari secara rahasia. Setiap pagi penduduk kota Cologne mendapati semua pekerjaan mereka telah selesai tanpa mereka sendiri bersusah payah mengerjakannya.

Ternyata ada satu penduduk, yaitu istri seorang penjahit yang merasa penasaran. Ia ingin tahu siapakah gerangan yang telah melakukan pekerjaan secara rahasia tersebut. Maka wanita tadi diam-diam menaburkan kacang polong kering di anak tangga rumahnya. Ketika malam telah tiba, sang penolong rahasia yang adalah kurcaci datang seperti biasa. Sewaktu menaiki tangga rumah, ia jatuh tergelincir akibat kacang polong kering tadi. Sejak saat itu para kurcaci menghilang dan tidak pernah datang lagi untuk menolong penduduk Cologne.

[email protected]@@~~~

 

Saat makan malam Chiara bercerita, bahwa pagi tadi di sekolah, mereka sudah boleh memberitahukan siapa Heinzelmännchen masing-masing.

Mama, aku sudah tahu siapa Heinzelmännchen ku“, begitu ujarnya.

Siapa?“, Mama balik bertanya.

“Leon“, jawabnya.

Mama tersenyum. Ia kenal anak laki-laki yang lucu itu, karena beberapa kali pernah bertemu dalam kegiatan sekolah.

Sebetulnya aku sudah bisa tebak bahwa dia adalah Heinzelmännchen ku. Karena pagi-pagi dia kasih salam. Terus dia memberi gambar pelangi di kertas yang dilukisnya. Siang tadi dia juga menemaniku ke perpustakaan”, begitu Chiara menerangkan dengan antusias sambil tersenyum.

Mengajarkan hal-hal baik yang sederhana kepada anak-anak, seperti contoh kisah dongeng ini, melakukan perbuatan baik tanpa pamrih.

 

Shanghai, 20140117

 

 

26 Comments to "Heinzelmännchen"

  1. HennieTriana Oberst  28 February, 2016 at 08:49

    JC, hehehe… ini lagi membicarakan artis Imlek.
    3-5

  2. HennieTriana Oberst  28 February, 2016 at 08:48

    Iya Inakawa, amiin.. Semoga Lurah Baltyra dan keluarganya sehat dan bahagia. Juga seluruh warga Baltyra dan keluarganya.

  3. J C  26 February, 2016 at 06:23

    * clingak-clinguk – siapa kah itu yang disebut-sebut di sini *

    5-3

  4. EA.Inakawa  25 February, 2016 at 15:50

    Hennie ; Kebaikan Hati Ki Lurah Baltyra akan membuat beliau Sehat Wal’afiat & Berbahagia selalu, semakin kaya dengan berbagai Inspirasi dan semakin kuat me-Nahodai Baltyra, gitu lhoooo

  5. HennieTriana Oberst  22 February, 2016 at 07:25

    Lani, Lurah Baltyra memang baik hati dan tidak sombong ya.

  6. HennieTriana Oberst  22 February, 2016 at 07:22

    Setuju Linda. Untukku keluarga Baltyra ini memang luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *