KISSING

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

YASSER ARAFAT sudah punya istri abadi. Namanya Falistine. Tadi dia masih hobi mencium perempuan yang dia hormati. Mulai dari janda Yitzhak Rabin (PM Israel yang dibunuh) sampai Megawati Soekarnoputri, dari Chelsea Clinton (putri Hillary) sampai istri Mandela, diciumin, entah kening atau tangannya. Pasti Arafat masup neraka nih dipanggang, karena menciumi orang bukan muhrimnya.

kissing

Semoga saja, bila Hillary Clinton jadi perempuan pertama menjabat presiden AS tahun ini, negara Palestina dapat terbentuk. Suaminya dulu mengundang Arafat masuk ke Gedung Putih yang sebelumnya dicap ‘teroris’. “Saya punya temen baru”

Kasihan AS, negara barat modern yang tidak pernah dipimpin perempuan. Terkebelakang soal pemimpin perempuan. Kalah sama Eropa Barat, Australia, Selandia Baru, apalagi sama Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh, negara kampret semua.

Di Indonesia, pemimpin agama tertentu masih menganggap perempuan seperti hewan. Tak layak jadi pemimpin berdasarkan kitab suci. Inget awal 2015, presiden kapir kita mengangkat 9 perempuan sebagai panel untuk memilih calon pemimpin KPK. Penunjukan ini dikomentari seorang tokoh agama sebagai “membawa dunia ke dalam kehancuran”.

Membaca dan mendengar komentar tokoh agama itu, tiba-tiba saya berak di celana… Basah.

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

6 Comments to "KISSING"

  1. J C  7 March, 2016 at 05:28

    Mas Iwan, semakin banyak yang bebal dan pekok relijius di negeri ini…

  2. james  2 March, 2016 at 08:34

    ha ha ha ci Lani, kalau berak di Nana dan Fifis di Nana juga berarti Nappy nya dua macam dong ……atau nappy bolak balik ?

  3. djasMerahputih  2 March, 2016 at 08:16

    Nitip kutipan tulisan Emha Ainun Nadjib di awal 90-an:

    “Kebangkitan agama selalu paralel dengan kebangkitan kaum wanita, dengan kebangkitan kedaulatan rakyat, serta dengan kebangkitan alam atau kesadaran alam. Soalnya, rakyat itu berposisi “wanita” di hadapan negara dan pemerintah yang “lelaki”. Alam itu berposisi “wanita” di hadapan manusia yang “lelaki”. Juga agama itu berposisi “wanita” terhadap subjek manusia yang “khalifatullah”.

    Wanita lebih relefan diterjemahkan sebagai feminitas, berkarakter feminin, berjiwa keibuan, merawat dan mengasihi.

    Thanks sentilan apiknya Bang ISK..

  4. Lani  2 March, 2016 at 02:35

    “Membaca dan mendengar komentar tokoh agama itu, tiba-tiba saya berak di celana… Basah”.
    +++++++++++++

    ISK: alinea penutupnya whoaaaaaaa…………kkkkkkkkk

    Payah mmg negeri ini perempuan sampai saat ini msh dipandang warga kelas dua, pdhal otak mrk melampaui kepinteran otak2 anggota DPR (D) yg taunya hanya nyolong duit rakyat!

    Ndak hanya berak dicelana tp sekalian ngompol hahaha………..

    ps: moga2 Hillary jd wanita pertama jd presiden America

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  2 March, 2016 at 00:55

    Danke, Om Djoko. Hahahaha… Biasa Om, sebel sama orang-orang seperti itu.

    Terima kasih salamnya. Salam sayang dari kami semua.

  6. Dj. 813  1 March, 2016 at 23:49

    Hahahahahahaha . . .
    Mas Iwan . . . Dj. baca dari atas serius, tahunya diakhiri berak di celana . . .
    Hahahahahahahaha . . .
    Salam manis untuk keluarga dirumah ya .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *