Stop Pripot (Kisah Sang Demonstran)

djas Merahputih

 

Kalong sedang kesal, ia ditinggal pergi kedua sohibnya pergi menikmati sejenis minuman aneh di sebuah warung jauh di pinggiran kota. Untuk menghibur diri, Kalong menumpang angkot menelusuri jalan ibu kota hingga nampaklah olehnya sekelompok demonstran sedang beraksi.

Tanpa pikir panjang Kalong segera bergabung. Paling tidak dengan berteriak dan memaki apa saja bisa melampiaskan kekesalan Kalong pada kedua sohibnya, Kolang dan Kaling.

Hentikan PRIbadi kemPOT..! Stop pribadi kempot! Stop Pripot! Stop Pripot! Stop Pripooott..!!” Dengan penuh semangat Kalong meneriakkan yel-yel di depan gedung Kapeka (KAlong PEmberantas KAmpret).

kalong

Meskipun belum paham bener soal mentalitas korup, Kalong yang sok tau melampiaskan gejolak jiwa mudanya bergabung dengan para aktivis anti korupsi. Kini demonstran menyoroti kerusakan mental dan kerasukan mantel para pejabat negeri. Mereka tak hanya mudah disuap tapi juga semakin mahir dan pandai untuk minta disuapin. Kapan gedenya sih, om?

Heran, mengapa orang dewasa hingga bangkotan kini balik meniru anak kecil?” Seorang aktivis ngomel sendiri di tengah aksi demo.

Kalong yang berada di dekatnya coba memberi jawaban, meski tak ada seorangpun yang meminta, “Mungkin masa kecil mereka tak bahagia bang..!

Padahal tak sedikit dari mereka berpendidikan tinggi…!

Mereka hanya berilmu tapi tak terdidik, bang.

Seharusnya merekalah yang memberi teladan bagi para generasi muda penerus bangsa.” Sang aktivis kembali mengoceh.

Para bangsat tak memiliki bangsa dan rasa kebangsaan, bang!” Kalong terus saja berbalas ngoceh dengan Sang Aktivis. Padahal Sang Aktivis tak memerlukan ocehan dan komentar apapun dari siapapun. Ia hanya mengungkapkan kekesalan yang telah menumpuk bergunung-gunung.

Setelah berlangsung sejam lebih aksi demopun berakhir ditandai pembacaan surat pernyataan sikap, yang naskahnya kemudian diserahkan kepada perwakilan Kapeka. Adapun Kalong tetap bertahan di lokasi aksi sambil berselfie ria di depan plang papan nama gedung Kapeka.

Dek, aksinya sudah kelar, kok belum pulang sih?” Seorang satpam menegur Kalong yang masih asyik mengolah gaya bak foto model.

Maaf, bang. Bentar lagi. Ini gedung istimewa buat Ai. Lihat bang, nama Ai jadi nama gedung ini..!!” Kalong berargumen.

Memang nama adek siapa?” Dua orang rekan satpam yang turut mendekat memelototkan mata menunggu jawaban Kalong.

Kalong, bang..!!

Kalong menjawab bangga, namun reaksi tak terduga dinampakkan oleh ketiga satpam gedung. Setelah beberapa saat saling berpandangan, ketiganya memuntahkan tawa sejadi-jadinya. Bahkan awan mendung yang telah siap menurunkan hujan tiba-tiba saja berubah cerah secerah-cerahnya. Sementara Kalong sendiri tenggelam dalam kebingungan, sebingung saat memikirkan kedua rekannya yang sedang menyantap es kolang-kaling.

Tak ingin tenggelam dalam kebingungan, Kalong segera bereaksi. “Stop pripot, stop pripot, stop pripooott…!!” Kalong mengulang yel-yel para aktivis sambil berlalu cuek, meninggalkan ketiga satpam yang terus tertawa sambil memegang perut masing-masing.

*****

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

11 Comments to "Stop Pripot (Kisah Sang Demonstran)"

  1. djasMerahputih  7 March, 2016 at 19:32

    Om DJ:
    Ha ha ha… Kalong ya Kalong, bukan djas yang lagi nyamar.

    Kang JC:
    Kok tau sih..??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.