Whiskey

Anwari Doel Arnowo

 

Bilamana Beer (Bir) itu sudah ada di dunia sejak 6.000 tahun yang telah lalu, maka whisky atau whiskey itu baru diketaui berada sejak abad ke 15, jadi baru sekitar 700 tahunan umurnya. Pada umumnya kami diberi tau dari pembicaraan orang bahwa whiskey atau whisky itu telah  dikenal paling awal di sekitar Scotland dan Inggris. Kita tidak perlulah meyakinkan soal asal muasalnya Whiskey. Apa Marcopolo sudah minum whiskey? Saya tidak tau, mungkin anda tau. Yang jelas Ken Arok belum pernah meneguknya. Apa benar? Biar benar atau tidak benar, apa peduli kita?

whiskey

Bila anda membaca link berikut:

http://www.ba-bamail.com/content.aspx?emailid=15265

maka anda akan membaca 11 hal yang baik tentang whiskey antara lain:

  1. Menambah kemampuan memori
  2. Mengurangi ketegangan / stress
  3. Mengurangi penambahan berat badan
  4. Mengurangi risiko kondisi stroke
  5. Mengurangi terserang cancer
  6. Melancarkan pencernaan
  7. Mencapai usia lanjut
  8. Anti diabetic
  9. Meningkatkan kesehatan jantung
  10. Otak menjadi lebih sehat
  11. Mencegah influenza

Seperti biasa asal usul itu bisa saja sebuah misteri juga. Ludah kita menjadi kering berdebat, nantinya hanya akan menemukan sesuatu yang lain dan membuat kita dibuat terkejut karena beradanya di luar prediksi sama sekali. Yang jelas perbedaan Beer dengan Whiskey adalah kadar alkoholnya. Whiskey pasti lebih tinggi. Ketika saya masih belajar di SMP saya berteman sekelas Onny Soerjono, sang penyanyi terkenal yang sudah almarhum. Pada suatu saat sebuah pesta di tetangganya Onny, di Petodjo Entjlek, Jakarta seorang muda mulai mabuk dan bergaya mengajak-ajak berkelahi siapa saja yang berani.

Ternyata ada penantangnya yang terlebih dahulu bicara: “Ayo kita lihat siapa yang menang nanti, yang mabuk apa yang tidak mabuk?!”, Ternyata si mabuk terkejut. Kaget dan sambil agak gontai melangkah mundur dan terduduk di sebuah kursi. Tenang dan seperti orang mengantuk. Si penantang yang kehilangan “musuh” pun berkata lagi: “itulah kalau mabuk bir, bertingkah. Kalau Wiski maka dia akan bisa jatuh tertidur langsung, karena alkoholnya lebih tinggi kadarnya”.

Satu contoh positif pernah saya alami. Waktu saya sekolah di Jepang guru yang mengajar,  salah satunya adalah Professor Chozo Ono, seorang yang dianggap berjasa di bidang ilmu bangunan kapal laut, juga yang pernah menerima penghargaan dari Kaisar sebagai seorang pelopor (pionir) di bidang  Ilmu Bangunan kapal (Shipbuilding) di Jepang. Waktu itu beliau rusianya 72 tahun. Beliau ini mempunyai kebiasaan meminum wiski yang di campur dengan air putih, SETIAP SORE HARI.

Kami para muridnya berhubungan secara bergantian dengan beliau selama bertahun-tahun setelah beliau pensiun kemudian. Pada suatu saat ketika beliau sudah mencapai usia 97 tahun, kami pernah membicarakan bersama untuk mengunjungi beliau di rumahnya di Kamakura, Jepang bilamana mencapai usia ke 100 tahun. Waktu itu kita dengar bahwa kebiasaan beliau meminum sore hari itu masih berlangsung. Sayang rencana kami itu tidak terjadi karena beliau hanya mencapai usia 99 tahun, dan kami mendengar khabar kepergiannya, terlambat kami terima.

Dalam setiap keesempatan yang sesuai dengan topik  pembicaraan tentang kebiasaan, selalu disebut bahwa dalam melakukan kebiasaan dan kegemaran itu berlaku hukum alam: JANGAN BERLEBIHAN. Apapun yang sifat berlebihannya menonjol, mengakibatkan kekecewaan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Di dalamnya saya mengamati bahwa mengonsumsi minuman keras, juga memangsa makanan kegemaran.

Menggemari dalam mendapatkan uang dan materi yang berlebihan juga melanggar norma-norma biasa, akan pasti menghasilkan kejadian yang tidak menyenangkan. Saat ini saya, biarpun ada larangan menjual minuman ‘keras’ termasuk bir di Tangerang dan Bekasi, saya masih bisa membeli bir di Pondok Indah yang masih di dalam wilayah DKI Jakarta.

Setidaknya saya punya 10 botol kecil bir Bintang dan di dalam satu bulan belum tentu bisa habis. Whiskey? Iya saya punya beberapa botol Johnnie Walker yang Black Label maupun Blue Label atau Jack Daniels, Chivas Regal  dan lain-lain merk tetapi ada yang sekedar RUM saja seperti yang ada di Bailey dan Tia Maria. Sewaktu daerah Tangerang dan Bekasi membuat pengumuman pelarangan penjualan minuman yang dikategorikan sebagai minuman keras berbahaya, saya cuma senyum-senyum saja. Apa sebab? Karena ternyata Pemerintah DKI Jakarta memiliki saham di salah satu pabrik Bir yang ada. Bukankah industri ini juga memiiki karyawan-karyawan  yang banyak dan menyumbangkan pajak dan cukai seperti halnya pabrik rokok dan industri rokok lainnya?

Apapun yang saya telah lakukan itu, yang oleh banyak orang di sekeliling saya dianggap ber”dosa”, saya hanya bersikap ringan saja. Apapun yang saya buat di dalam kurun waktu kehidupan saya, adalah tanggung jawab saya sendiri. Bilamana Tuhan menghendaki apapun terhadap diri saya dan “diri” saya setelah mati nanti, ya tentu saja saya akan menyerah seratus persen.

Tidak ada pihak lain yang berupa manusia saat ini, yang sering melarang ini dan itu, akan mampu membela saya. Kalaupun ada yang mau membela saya, pasti akan saya tolak karena Tuhan jauh lebih berkuasa dibandingkan dengan mereka yang merasa dirinya bisa melarang manusia begini dan begitu, yang merasa tanpa atau di luar undang-undang resmi Negara Republik Indonesia.

Semua Bir dan wiski saya konsumsi sesuai dengan umur dan kondisi kesehatan saya. Tidak pernah berkeinginan untuk mengundang orang lain menemani saya minum. Itu urusan saya sendiri. Saya minum sendiri karena saya bertanggung jawab terhadap diri saya sendiri, yang pada bulan Mei 2016 mendatang saya akan mencapai umur 78 tahun dari Hari Lahir saya.

Pada saat bulan Agustus 2016 nanti umur Hari Jadi saya adalah 79 tahun. Meminum yang seperti ini sudah lebih dari 20 tahun lalu saya secara random melakukannya, tanpa jadwal tetap. Olah raga harian yang biasanya saya lakukan berjalan kaki 7000 langkah, kalau musim hujan seperti sekaraang ini jumlah  langkahnya jauh berkurang, mungkin hanya separuhnya. Saya ganti saja dan sisipi sekarang dengan berjalan bersama anjing baru saya.

Anjing jenis jantan dari ras Golden Retriever ini (saya beri nama Raden Mas BOKU) dan baru berumur 5 bulanan, lahir 24 September tahun lalu. Kata Boku adalah kata di dalam bahasa Jepang yang hanya dipakai oleh kaum laki-laki saja yang artinya SAYA. Kaum perempuan Jepang tidak menggunakan kata itu. Lumayan bisa berkeringat basah, dan tentu saja Raden Mas Boku tidak berkeringat, karena anjing memang tidak punya keringat,  karena anjing tidak mempunyai sarana  peralatan berupa saluran yang mengeluarkan keringat seperti normalnya dipunyai oleh manusia. Saya meyakini semua larangan semacam minuman keras itu akan sama dengan perjudian serta perselingkuhan, dan juga menjadi anggota partai politik atau massa berideologi radikal yang tega membunuh orang lain, meskipun tanpa mengetaui siapa yang akan mati karena perbuatannya.

Kelakuan seperti ini tidak akan mungkin bisa lenyap !! Sepanjang makhluk hidup masih ada di dunia, seperti manusia selama ini, tidak akan pernah berhenti hal-hal seperti itu terjadi. Ada perampok bersenjata api atau bahkan hanya sebatang ball point saja. Ada penipu yang berkedok memakai jabatan di pemerintahan.

Tanpa wiski dan minuman keraspun yang berupa apapun  penyakit lama seperti itu akan berlangsung terus. Apakah di kalangan intelektual atau di kalangan beragama tidak ada perilaku curang dalam masalah keuangan? Bukankah baru-baru ini UNTUK YANG KEDUA KALINYA Menteri Agama dihukum penjara selama sekian tahun lamanya. Bukan masalah banyak tahunnya dia dipenjara , akan tetapi MALUNYA ITU BAAAHH, KATA ORANG TAPANULI. APAKAH di kalangan para penegak hukum, hakim, jaksa dan malah polisi sendiri bebas dari masalah kecurangan? Sentuhlah tengkuk sendiri masing-masing, sebelum menunjuk orang lain buruk peri lakunya. Saya tidak perlu malu mengakui dan menyatakan meminum bir dan wiski karena memang faktanya demikian. Saya tidak pernah mabuk selama ini karena alkohol. Saya nikmati saja. Beli minumannya juga dengan uang halal.

Hasil pajak dan cukainya dari jual beli seperti ini juga dinikmati oleh semua orang, apapun aliran politiknya serta jenis kepercayaannya dan apalagi agamanya.  Apabila anda berpendapat bahwa minuman bir dan wiski patut dilarang, Itu hak mereka yang mengatakannya.

Tetapi janganlah membiarkan uang pajaknya dan cukainya bisa masuk ke dalam kas Negara dan menjadi bagian dari APBN. Ganti saja upah buruh yang bekerja berkaitan dengan minuman beralkohol, seperti di pabriknya, distributornya, karyawan di Hotel-hotel dan bar serta tempat-tempat pariwisata lainnya. Yang tegas saja. Saya mau tunduk kepada undang-undangnya kalau memang telah berlaku dan diundangkan dengan benar. Tidak minum wiski dan bir, saya yakin, saya tidak akan mati oleh karenanya. Sebagai akhir tulisan ini saya anjurkan meneliti kembali bagaimana dengan arak pohon aren, buah-buahan yang mengandung alkohol seperti pisang dan yang lain-lainnya. Selamat meneliti.

Sebelum dan sesudah meneliti, hidup damailah dengan masyarakat dan dengan diri sendiri juga. Hindarilah situasi yang merisaukan masyarakat umum. Jangan terlalu senang dengan menimbulkan issue-issue yang meresahkan masyarakat awam yang sederhana ini.

 

Anwari Doel Arnowo – 13 Februari, 2016

 

 

13 Comments to "Whiskey"

  1. Dj. 813  8 March, 2016 at 16:03

    Nah itu Djas juga minum air ketan yang kadar alkoholnya lebh tinggi daripada bier .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Bravo Djas . . .

  2. djasMerahputih  7 March, 2016 at 18:29

    Nggak nenggak wiski. Tapi tetap menghargai orang yg minum wiski.
    Kalo air tape (ketan) sih doyan…

  3. Dj. 813  7 March, 2016 at 17:52

    Lho . . . . belum selesai nulis kok sudah terkirim . . . .
    Hahahahahahaha . . . .
    Maaaf diulangi . . .

    Bier . . . Wine . . . Whiisky . . . H A R A M . . . ! ! !

    Tapi Durian , tape ketan, boleh . . . ! ! !
    Padahal durian dan tape ketan, kadar alkoholnya tinggi .

    Tapi enak, jadi tidak haram .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.