Selamat Hari Perempuan Internasional

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

NILAI ‘patriarkis’ (kelaki-lakian) dalam agama harus ditentang. Bukan demi ‘matriarkhis’ (berpusat dari pandangan perempuan), tapi demi kehidupan yang koperatif dan egaliter agar mendorong partisipasi umatnya, baik laki-laki dan perempuan. Bias gender dalam teks hukum keagamaan terjadi karena ketiadaan peran perempuan dalam proses menafsirkan teks hukum agama. Absennya perempuan dalam menafsirkan teks-teks agama (saya ambil contoh Islam, agama saya. Agama lain saya tak paham), berdampak pada pembentukan hukum Islam yang tak ramah perempuan. Lebih sering dijadikan obyek hukum.

hariperempuan

Ini cenderung merugikan perempuan, karena status dan peran perempuan ditentukan oleh sudut pandang dan ukuran laki-laki. Sedihnya, perempuan cenderung pasif tak menggugat bahkan pasrah mengiyakan teks-teks gender itu dan terpasung oleh kuasa patriarkhis. Syariat yang merupakan produk klasik interpretasi ulama yang mayoritas laki-laki bukan ketentuan baku dan suci yang mustahil diubah. Menganggap syariat dengan teks keagamaan tak bisa diubah (absolutism) sama saja menuhankan syariat.

Dosa.

 

 

6 Comments to "Selamat Hari Perempuan Internasional"

  1. J C  17 March, 2016 at 15:26

    Mantep mas Iwan…

  2. Alvina VB  9 March, 2016 at 14:10

    Selamat Hari Wanita Internasional kepada semua Baltyrawati (walaupun telat euy….)

    Kalau saya bilang itu pilihan wanitanya sendiri, masa wanita berpendidikan dan berprofesi bagus, mundur teratur krn hanya alasan agamanya mengajarkan begini-begitu…padahal salah persepsi kayanya.

  3. Kornelya  8 March, 2016 at 20:06

    Dalam aplikasinya hukum Islam terhadap wanita, tergantung penerapan budaya dimana hukum itu dilakukan. Di Indonesia, perempuan memiliki banyak kebebasan. Hanya sekarang ada kelompok yg mengatas namakan Islam, mencoba ” menarik kebelakang” atau mereduksi kebebasan yg sudah diperoleh kamu wanita.

  4. Swan Liong Be  8 March, 2016 at 18:00

    Aku sih gak peduli ada hari peringatan seperti ini, hari ibu, hari bapak, hari perempuan, hari lelaki; juntrungnya semua achirnya hanya komersial. Aku hanya perhatikan hari senen, hari selasa, hari rabu etc.etc…

  5. Dj. 813  8 March, 2016 at 15:44

    Mas Iwan . . .
    Terimakasih, satu lagi tulisan yang menarik .
    Kemari juga baca di status teman wanita di FB .
    Dimana di arab saudi adakan kongres wanita .
    Tapi sama sekali tidak ada wamita yang hadir .
    Jadi apa yang mereka bicarakan tentang wanita . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Semoga saja satu saat akan berobah dan wanita memiliki hak yang sama
    dengan kaum pria .
    Walau di negara timur tengah kelihatan nya tidak mungkin, saat ini .

    Salam Sejahtera dari Mainz dan cium sayang utk Melati dan Mawar .

  6. james  8 March, 2016 at 14:36

    1….selamat hari perempuan international

    absenin para Kenthirs dan perempuan yang ada di Kona

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.