Ketakutan yang Berlebihan?

Dian Nugraheni

 

Pas pulang kampung 2013, itu aku baru beberapa tahun tinggal di Amrik. Tapi otak sudah cukup tercuci bersih, dari hal-hal yang berbau Indonesia, tergantikan hal-hal yang American.

Salah satunya adalah, pemikiran tentang kenyataan keseharian, bahwa di Amrik, aman, dan di Indonesia, cenderung jauh lebih tidak aman. Di Indonesia, di jalanan banyak copet, banyak orang suka bohong, banyak tukang gendam, orang mencelakai orang lain tanpa alasan, dan seterusnya…

Malam itu pas makan kaki kambing sup di dekat RS. Bethesda Jogja, sekitar jam 9 malam bersama seorang kawan. Aku bercelana selutut, kaos oblong.

worry

Ketika tengah makan, tiba-tiba ada serombongan laki-laki berjubah dan sorban putih turun dari motornya, berenam, langsung dengan gerakan setengah lari, menghampiri kedai kaki kambing sup, pilih-pilih bagian mana yang disuka.

Salah satu dari lelaki berjubah bersorban itu melihat ke aku dengan ekspresi mata dan muka sedemikian rupa, seolah-olah jijik dan pengen menghabisi aku.

Nggak tunggu lama, kontan aku letakkan makanku yang belom selesai, bayar, lalu aku seret temanku keluar. “Pergi dari sini, cepat..aku takut sama orang-orang itu, mereka bisa ngapa-ngapain kita..”

Temanku dengan nada heran, “Santai waee..mangane rhung rampung kok, kuwi kan rombongan ntas bali seko traweh…”

Aku terhenyak, tapi tetep minta menjauh dari situ karena takut. Soalnya yang kebayang adalah rombongan dari suatu organisasi sentulkenyut yang suka sweeping tuh….

Lah iya, jangan-jangan aku di’sweeping gara-gara pakai celana selutut,atau apa…, yang gitu-gitu deh, alasan-alasan yang ga masuk akal.

Saat itu, aku bahkan meyakini, meski dulunya aku preman, bisa jadi aku akan tetap kalah kalau sampai berantem atau berargument, soalnya dalam otakku sudah kepikiran, bahwa orang-orang seperti itu adalah orang-orang yang ga pakai otak ketika berkata atau berbuat, sehingga judulnya cuma otot dan nekat…

 

 

4 Comments to "Ketakutan yang Berlebihan?"

  1. J C  17 March, 2016 at 15:49

    James, memang sekarang pakai Cache system kelas berat untuk menanggulangi load pengunjung yang banyak…harap maklum ya…tinggal sering-sering press F5 saja…

    Dian, setuju buanget. Kebanyakan pemberitaan di luar selalu lebih menakutkan ketimbang kenyataannya…

  2. James  17 March, 2016 at 08:21

    waduh Ki Lurah, kok cuma satu hari bagusnya tuh, hari ini harus di klik reload lagi kalau mau baca komen sebelumnya, makasih sembari nungguin perbaikkannya lagi, minta sembari 1/2 maksa

  3. Lani  16 March, 2016 at 23:07

    Dian: kurang lebih sama pemikiranku tiap kali pulang merasa spt orang asing tp berbahasa Indonesia msh medok lagi hehehe……….

    James: kenthir satu ini jg merasa was2 dan kuatir tp ndak berlebihanlah

  4. james  16 March, 2016 at 09:08

    DN, itubenar sekali kalau kita sdh tinggal di negara lain dari Indonesia, jadi kalau pulkam itu hanya lebih banyak kuatirnya dari pada happy nya, belum juga di Bandara banyak tikus2 tuh

    terima kasih Ki Lurah, Baltyra nya sudah dibenahi dan beres skrg jadi gak usah klik reload lagi kalau buka artikel atau komen

    para Kenthirs belum hadir , apa pada ketakutan berlebihan juga kah ???

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.