Rebung Sebagai Ketahanan Pangan Pendukung Agro Wisata Kuliner Nusantara

Mastok

 

Sebagian dari Anda mungkin mengernyit begitu mendengar kata “rebung”. Mungkin yang terbayang di pikiran Anda, rebung adalah sayuran yang liat, agak pahit dan baunya yang kurang sedap. Leluhur kita sudah sejak lama mengolah rebung menjadi masakan, karena rebung dipercaya memiliki khasiat yang banyak berguna untuk tubuh.

Dari hasil penelitian, ternyata selain mengandung serat yang tinggi dan baik untuk pencernaan, rebung kaya akan mineral dan bersifat antioksidan, yaitu menangkal radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Kalau Anda termasuk pribadi yang sangat peduli pada kesehatan, mengonsumsi rebung tentunya sangat baik.

Lima jenis bambu yang rebungnya paling umum dan tidak kurang 25 masakan Nusantara yang berasal sari rebung juga berhubungan dengan bambu, produk olahan rebung yang alan semakin berkembang sesuai dengan perekembangan bambu di Nusantara termasuk untuk pengobatan.

Tunas bambu muda ini dapat menjadi sayuran pendamping nasi yang lezat dan ini sudah ada di Nusantara sesuai dengan adat budaya juga geogragi dan demografi. Contoh kecil jika diolah dengan tepat! Simak bagaimana mengolah rebung menjadi Gulai dalam resep gulai rebung kami berikut ini.

gulai-rebung

Bahan:
500 gr rebung yang muda
150 gr udang segar dan kupas
100 gr kacang panjang, potong 3 cm
750 cc santan dari 1 butir kelapa
1 batang serai, memarkan
1 potong asam potong
1 lembar daun jeruk purut

 

Bumbu yang dihaluskan:
10 buah cabai merah
1 cm jahe
1 cm kunyit
1 potong lengkuas
6 butir bawang merah
2 sdt garam

 

Cara membuat:
Iris tipis rebung, rebus dengan 1 sdm garam sampai matang, dan rasa pahit hilang. Ganti air perebusnya bila perlu. Masukkan rebung ke dalam panci berisi santan dan bumbu yang dihaluskan, serai, daun jeruk, asam, didihkan. Kecilkan api ± 15 menit, agar bumbu meresap.
Masukkan udang atau daging bagian iga.
Aduk sekali-sekali dengan api sedang, sampai matang.
Bubuhkan garam sesuai selera.

 

 

About Mastok

Penampakannya mengingatkan para sahabatnya akan Panji Tengkorak yang berkelana ke seluruh dunia persilatan. Mastok berkelana dengan menggembol buntelannya yang lusuh...eits...jangan salah, dalam buntelannya tersemat segala gadget canggih terakhir: iPad, laptop mutakhir, koneksi wireless, smartphone model terakhir. Bertelanjang kaki ke mana pun melangkah menunjukkan tekadnya yang membara untuk back to nature, kembali merengkuh Mother Earth.

My Facebook Arsip Artikel

4 Comments to "Rebung Sebagai Ketahanan Pangan Pendukung Agro Wisata Kuliner Nusantara"

  1. Mastok  22 March, 2016 at 16:47

    lah rebung sudah jadi manisan / rujak. jiga abon… tar di bawain kalo yang tinggal di bandung bisa langsung teriak di alun2…. Orang Hutan mana abon rebungnya……..

  2. Lani  22 March, 2016 at 12:59

    James: jelas suka rebung……..di cah, dibuat isi lumpia, lodeh rebung jg josssssss………..wuenaaaaaaaak

  3. James  22 March, 2016 at 08:57

    yang bau-bau justeru yang enak-enak, Pete, Jengkol, Durian dan sehat lagi

  4. James  21 March, 2016 at 14:52

    1……suka rebung dong…..gimana para Kenthirs ? suka rebung gak ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.