Pecel Lele

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

SALAM JUMPA DENGAN ORET-ORETAN DJ….

Jujur, sebetulnya waktu Dj. sudah cukup sempit, karena kesibukan pekerjaan di rumah dan momong cucu. Tapi kok ya ada saja teman yang mendorong agar Dj. tetap nulis, karena menulis itu bisa mengurangi pikun…(katanya). Mungkin ada benarnya juga, tapi aneh juga ya…Hahahahahaha…!!! Ada yang menulis di BBM, saya percaya Dj. tidak akan kehabisan bahan cerita.

Beberapa yang nulis e-mail, Dj. tetap nulis dong, saya akan kehilangan hiburan, wadooooh…Dj. sebagai penghibur…??? Yang ini lebih extrem lagi , Kalau Dj. tidak nulis lagi, lalu saya mau baca apa…??? Dan masih banyak lagi…Terimakasih untuk anda semuanya yang selalu memberi semangat ke Dj. untuk tetap menulis.

Satu hari, seperti biasa, kalau Dj. ngobrol dengan teman, baik di WA atau di BBM…Biasanya berakhir dengan cerita makanan, jadi ceritanya bukan selesai, tapi malah semakin panjang…Hahahahahaha…!!!

Dan teman Dj. ini menuis, agar cerita itu di tulis dalam cerita pendek, agar tidak lupa. Okay, olehnya Dj. ingin ceritakan pengalaman Dj. saat untuk pertama kalinya ke Pulau Lombok bersama keluarga. Saat itu tahun 1996 dan kami menginap di Grand Hotel di kota Mataram. Maklum baru pertama kali ke Pulau Lombok, jadi belum ada pengalaman dan hotel tersebut juga hadiah dari seorang teman. Walau kamipun di hari-hari berikutnya juga pesiar di Pullau Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Yang mana saat itu masih sangat sepi, di Gili Trawanganpun belum ada hotel.

Pendek cerita, itu hotel di kota Mataram cukup bagus, karena halaman belakang ada semacam kebun dan banyak binatang piaraannya. Nah, apa hubungaannya dengan Pecel Lele…?? Okay…Pecel lele adalah favorit Dj. kalau mudik dan kaka di Surabaya selalu beli ikan lele 1 minggu sebelum Dj. sampai di Surabaya. Jadi 1 minggu mereka masukan itu ikan-ikan lele ke kolam dengan air bersih, agar kotorannya keluar semua, sebelum dimasak. Katanya biar bersih dan tidak bau lumpur…

Ini Pecel lele bikinan kakak Dj. di Surabaya, kelihatannya menakutkan, tapi tidak pedas, karena kakak tahu kalau Dj. tidak suka pedas.

Image41[3]

Okay…

Nah, saat di kota Mataram, Dj. sempat tanya ke Receptionis, apakah kalau ke tengah kota agak jauh…??? Puji TUHAN…!!! Dibilang dekat, jadi kami jalan kaki , ternyata kami jalan…jalan…dan jalan…kok tidak nyampe nyampe…Hahahahaha…!!! Tapi satu hal yang cukup menyenangkan, di pinggir jalan yang besar, kami lihat Restaurant cukup mewah dengan tulisan, sedia pecel lele…!!!

Kami masuk dan Dj memesan “Pecel Lele “ special untuk Dj….. entah apa yang special.. Hahahahahaha…Saat pesanan Dj datang, Dj. sudah sedikit kecewa, karena yang di atas makanan hanya ada SATU BATANG DAUN KEMANGI. Jelas Dj. extra pesen kemangi lagi, pecel lele tanpa kemangi, mana enak…Lalu datanglah pelayan wanita dengan piring kecil dan di atasnya dua helai kemangi…Wadoooooh…Dj. pikir, apakah kemangi sangat mahal ya di kota Mataram ini…???

Dalam hati Dj. juga masih berkata…Okay mbak…Anda akan mengenal siapa saya…Hahahahahaha…(Dj. yang biasa sok tahu). Saat bayar…. harus ke Kasir, Dj. minta agar mbak yang melayani kami dipanggil. Yang duduk di Kasir sudah bertanya, apa ada yang kurang memuaskan…??? (bisa jadi dia yang punya Restaurant kan). Nah saat mbak yang melayani kami datang, Dj. salami dan Dj. berkata terimakasih, sambil kasih tip Rp. 100 rb. untuk saat itu sudah cukup banyak. Dia senyum dan berkata banyak terimakasih (sambil nunduk beberapa kali) dan kami diantar sampai pintu keluar.

Besoknya Dj. dan keluarga sengaja datang lagi (tapi naik Taxi) dan Dj. pesan Pecel lele lagi…Anda tahu, apa yang terjadi…??? Di atas Pecel lele tidak ada kemanginya, tapi kemudian datang kemangi 1 piring besar dan ada lalapan yang lainnya juga. Dj. bicara ke si mbak yang bawa kemangi, emang saya kambing, dibawain satu piring penuh kemangi…??? Hahahahahaha…!!!

Saat si Mbak tahu, kami selesai makan dan akan menuju ke kasir, dia antar kami , waaaaaw, begitu ramahnya.
Namun sekarang apa yang terjadi…??? Adalah saat nya pembalasan…Dj. TIDAK KASIH TIP SEPESER PUN…!!!

Susi sedikit cemberut, mengapa kamu jahat sama dia…??? Dj. hanya bilang, dia harus belajar melayani semua tamu dengan tidak membedakan. Semua tamu sama, jangan hanya yang kelihatan bisa kasih tip banyak lalu dispecialkan.

Pesan cerita Dj. di atas, kita harus bisa menerima setiap orang yang sudah baik dan mau berteman terhadap kita.
Jangan melihat titel, kekayaan, agama atau wajah…Semua orang sama di mata TUHAN, kalau kita membedakan ciptaan Nya, maka kita sudah menghina Dia yang menciptakan setiap orang.

Yesus berkata: “Kasihilah sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri”. Walau ada orang yang tidak menyukai kita, tapi janganlah kita tidak menyukai dia, doakanlah dan berkatilah. Apalah gunanya, kalau kita mengasihi orang yang mengasihi kita. Penyamunpun berbuat demikian, dia bisa mengasihi keluarganya dan orang yang mengasihi dia, jadi kita harus bisa lebih dari itu.

Kita bisa tidak berteman dengan orang yang tidak suka kepada kita, tapi kita harus tetap mendoakannya. Sudah menjadi satu kebahagiaan, bila dia telah dengan susah payah memikirkan kita. Kita tidak perlu ikut memikirkan nya, tapi jangan lupa mendoakan nya.Okay…(yang tidak setuju, coba angkat tangan) hahahaha…!!!

Okay…Jadi anda sekarang tahu, favorit makanan Dj. Kalau ketemu, silahkan traktir Dj. makan pecel lele. Hahahahahahahahaha…Nggak ding, ini pecel lele, selalu tersedia kalau Dj. ke rumah kaka di Surabaya.

Okay, semoga cerita di atas tidak membikin anda bosan, kalau bosan ya silahkan baca lagi, sampai anda tidak bosan…Hahahahaha…!!!

Maaaaf…??? Dj tidak minta maaf, kalau ada kesalahan di atas, salah sendiri mau baca…Ha ha ha…!!! (Jokes…jangan terlalu serius napa…???).

Terimakasih kepada pengasuh Batyra dan anda semua.
Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN selalu menyertai kita semuanya…!!!

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

djokopaisan-pecellele

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

27 Comments to "Pecel Lele"

  1. Dj. 813  5 July, 2016 at 23:08

    Rina Arina . . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Hahahaahahahahaha . . . ! ! !
    Itu mah bukan trik, tapi tadinya Dj. hanya ingin kasih dia pelajaran saja .
    Tapi akhirnya kasihan juga, istri bilang Dj. jahat .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam manis dari Mainz .

  2. Rina Arina  5 July, 2016 at 17:02

    Saya suka triknya yang “ngerjain” pelayan dengan mengasih tips itu. Bisa ditiru tuh om DJ

  3. Dj. 813  31 March, 2016 at 17:29

    Hallo Alvina . . .
    Benar sekali . . .
    Pecel lele memang harus dengan daun kemangi .
    Baru terasa mak nyuuuuus . . . . ! ! !
    Hahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam pecel lele dari Mainz .

  4. Alvina VB  31 March, 2016 at 12:03

    Pecel lele yg enak dulu adanya di Bendungan Hilir, kasih daun kemanginya buanyak banget kali sekarang dah gak ada lagi.

  5. Dj. 813  30 March, 2016 at 14:34

    Ikha . . .
    Maaaaf, ternyata komentar Ikha juga tidak terbalas.
    Walau Dj. yakin sudah balas .
    Sama dengan komentarnya mbak Tree .
    Entah itu balasan nya lari kemana .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Okay, nanti kalau Dj. kekudus lagi, Dj. tagih pecel lelelnya .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam manis dari Mainz .

  6. Dj. 813  30 March, 2016 at 14:32

    Hallo mbak Tree . . .
    Maaaaf sekali . . .
    Baruusan Dj. periksa lagi .
    Ternyata tidak ada balasan Dj .
    Padahal Dj yakin sudah balas lewat HP.
    Maaaaf ya .

    Dj selalu usahakan balas semua, jadi kalau ada yang terlewat, Dj. minta maaaf .
    Salammanis dari Mainz .

  7. Dj. 813  23 March, 2016 at 17:05

    Lani 23 March, 2016 at 10:21

    James: pecel ikan hiu bukannya malah kebalik nanti kamu yg dijadikan pecel manusia oleh sang hiu? hahaha
    —————————————————————————-

    Yu Lani . . .
    Kebetulan semalam nonton film dokumentar .
    Pemancing yang beraksi di sungai di Afrika . . .
    Dia mengejar ikan lele yang ditakuti oleh penduduk setempat .
    Karena sudah sering makan anak-anak yang main dikali itu .
    Benar saja, setelah kena pancing, ternyara itu lele jauh lebih besar dari manusia .
    Tapi karena dia hanya ingin membuktikan, bahwa itu hanya kan dan bukan mahluk halus
    ( seperti kepercayaan mereka . Setelah dipamerkan ke penduduk setempat, maka lele tsb dilepaskan lagi .
    Ini mungkin yang dimaksud jadi pecel manusia.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *