Menghormati Orang Mati

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

ANEH ada pakar perkotaan dari universitas swasta terkemuka, tempat reformasi, menuduh gubernur Jakarta tidak menghargai pembuat Jembatan Semanggi: Ir. Sutami.

Jembatan Semanggi akan dipermak bulan ini oleh gubernur Jakarta tanpa memakai anggaran daerah. Tujuannya menyemaikan kesemrawutan kemacetan di seputar Jembatan Semanggi yang makin akut.

Jembatan Semanggi dibangun Soekarno dengan arsitek Ir. Sutami untuk fasilitas Asian Games IV 1962. Sejak itu hingga akhir 1989 tak berubah, hingga dipermak oleh Gubernur Wijogo Atmodarminto hingga bentuknya seperti sekarang.

semanggi01 semanggi02

Jalannya ditambah dua jalur kiri dan kanan. Aslinya hanya tersisa menjadi tol dalam kota. Jalan non tol itu tambahan dibangun 1989-1990. Lebar empat kurvanya jadi diperkecil, karena ada tambahan dua jalur kiri dan kanan yang sekarang menjadi jalan non tol dari/ke Grogol ke/dari Cawang.

Sebelum Semanggi dipermak, arsitek Ir. Tjokorda menziarahi makam Ir. Sutami. Minta ijin dan sowan. Bagi orang modern rasional, ini tindakan aneh dan tidak masuk logika. Ngapain ziarahi makam orang sudah mati? Tak ada urusannya dengan konstruksi.

Di Indonesia, masih hidup keprcayaan bahwa orang mati itul masih hidup. Orang nahdliyin sangat bangga mereka menghormati kiai-kiai sepuh mereka yang sudah ‘game over’. Tiap acara mereka tak pernah lupa mention ke sesepuh mereka yang sudah wafat di dalam doa.

Tidak ada tujuan merenovasi Jembatan Semanggi sama artinya menghina dan tidak menghargai Ir. Sutami. Walau jembatan itu ditetap sebagai cagar budaya. Justru sebaliknya lebih menghormati. Jadi lebih berguna dan bermanfaat.

Ir. Sutami pasti lebih senang dan bangga walau sudah tiada. Kematian cuma pindah dari satu mobil ke mobil lainnnya, kata John Lennon.

Manusia itu abadi. Ada Tuhan dalam diri manusia. Karena cuma manusia yang mengerti Tuhan.

Tanya aja sama amuba, kecoa, anjing, siapa tuhan mereka.

 

 

5 Comments to "Menghormati Orang Mati"

  1. J C  7 April, 2016 at 09:33

    Awaasss kualat…

  2. Dj. 813  5 April, 2016 at 22:46

    Menghormati orang mati, kita mengenang kebaikan semasa dia hidup bersama kita .
    Hal-hal yang menyenangkan , nasehatnya juga gaya gidupnya yang bisa dipakai sebagai contoh yang
    baik .

    Terimakasih mas Iwan, salam manis untuk keluarga dirumah .

    Hormaaaaaat . . . graaaaak . . . ! ! !

  3. Donald  4 April, 2016 at 14:07

    Semanggi, semoga semakin kereenn…

  4. Lani  4 April, 2016 at 12:16

    James: kenthir yg di Kona baik2 sehat aja hanya sibukkkkkkk ndak karuan………sampai tepaaaaar

    ISK: alinea paling akhir bikin aku ngakak………..dikau mmg TOP!

  5. James  4 April, 2016 at 11:03

    1……Menghormat Orang Mati hanya dengan Mengenangnya saja itu sudah cukup

    hai para Kenthirs apa kabar semua ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *