Kekasih Imajiner

Ida Cholisa

 

Aku selalu membayangkan diriku jatuh di pelukanmu, kekasih imajinerku. Menjatuhkan kepalaku di dada bidangmu, membiarkan rambutku tergerai di pundak kukuhmu.

Aku selalu ingin mengecup indahmu, kekasih imajinerku. Wajahmu yang garang tapi teduh, hidungmu yang bangir, bibirmu yang penuh, kumismu yang hitam, janggutmu yang menantang.

Aku selalu ingin mendengar desah suaramu, kekasih imajinerku. Berbisik lembut di telingaku, menidurkan kegelisahanku.

Imaginary-Lover

Aku ingin dan ingin, kekasih imajinerku. Tetapi… satu hal yang sangat ingin kulakukan saat ini… melupamu dan menghempaskanmu, dan kau pergi menjauh dariku…

Sebab… betapa tersiksanya merindu tanpa kau tahu rasaku, betapa terlukanya mencinta tapi kau diam dan menutup mata…

Sementara, senantiasa kupelihara rindu tersebab kata cinta yang kau ucap padaku… bermasa lalu…

Setiakah aku, kelasih imajinerku? Entahlah. Bodohkah aku, kekasih imajinerku?

Dalam sunyi kupintal rindu, sementara di balik awan engkau bermesra dengan selainku…

Kusudahi rindu yang salah ini, kekasih imajinerku. Kelak saat ku pergi, usah kau sebut namaku lagi…

 

(Adinda, 2016)

 

 

6 Comments to "Kekasih Imajiner"

  1. J C  7 April, 2016 at 09:40

    Wuiiiihhh…

  2. Lani  6 April, 2016 at 08:09

    James kamu bener……….kekasih kok imajiner…………buat apa???

  3. Donald  6 April, 2016 at 00:01

    Astaga …..

  4. Dj. 813  5 April, 2016 at 22:10

    Bangun . . . bangun . . . sudah siang, jangan mimpi terus . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

  5. James  5 April, 2016 at 15:48

    para Kenthirs pengen Kekasih yang benar nyata bukti cintanya

  6. Lani  5 April, 2016 at 12:04

    Kekasih imajiner?????? Gimana nih pendpt para kenthirs???

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.