Tembok Api (1): Bukan Sakura

Nia

 

Saya mendarat di bandara Shanghai Pudong sekitar jam 7 pagi. Langit gelap berkabut tebal. Duhhh… masa liburan gelap-gelapan sih???

Teman saya mendarat di waktu yang sama. Kami janjian bertemu di area baggage claim. Diskusi alot untuk menentukan cara ke kota. Pilihan transport ada kereta super cepat Maglev, metro, dan taxi. Semua ada plus minusnya.

Maglev lebih cepat tapi hanya sampai stasiun metro Shanghai coret. Trus ke kota lanjut metro. Kalo emang gak niat pengen merasakan naek kereta melayang (saking cepetnya roda gak nempel rel) naek ini sama aja boong… repot mangsudnya.

Metro lama. Sekitar 1 jam 40 menit kata ibu petugas bandara. Pake acara ganti kereta juga. Rempong.

Taxi ya jelas paling nyaman tapi lebih mehong. Tapi apa sih yang mehong buat bidadari kaya kayak saya?! Jadi ketika teman milih naik taxi ya saya oke aja — wong dia juga yang bayar hahaha…

Ongkos taxi ke Lujiazui kena 150 yuan. Ato sekitar 30 dole. Ato sekitar 300rb rupiah. Murah? Mahal? Silakan itung sendiri kalo duit segitu buat naksi selama 1 jam murah ato mahal.

Sepanjang perjalanan melewati gedung-gedung megah kami hanya bisa mendongak keatas. ‘Itu kabut ato polusi?’

Sempet agak bete karena sambitan cuaca buruk. Tapi sampe hotel kok depannya ada taman yang penuh bunga kayak di foto ini.

mei-hua

Saya langsung girang. Eh malah manager hotel ngasih info yang gak yey banget: ‘itu bukan cherry blossom kok. Tapi kembarannya gak tau apa namanya.’

 

 

About Nia

Don't judge the book by its cover benar-benar berlaku untuk Nia ini. Posturnya sama sekali tidak menggambarkan nyalinya. Blusukan sendirian ke seluruh dunia dilakoninya tanpa gentar. Mungkin hanya North Pole dan South Pole yang belum dirambahnya. Catatan perjalanannya memerkaya wawasan bahwa dunia ini benar-benar luas dan indah!

My Facebook Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

3 Comments to "Tembok Api (1): Bukan Sakura"

  1. nia  11 April, 2016 at 19:04

    Tembok Sakura ajaaaa… eh Mei Hua ding… kan di China

  2. James  7 April, 2016 at 10:18

    tembok air untuk para Kenthirs

  3. J C  7 April, 2016 at 09:43

    Bukan sakura, tapi mei hua…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *