Manusia Tidak Ada Gunanya

Itsmi – Belanda

 

Kalau kita memberikan tikus sepotong keju, tikus itu tidak akan bertanya macam-macam seperti: mengapa atau apa sebabnya keju itu berada di sana. Yang jelas kalau tikus itu lapar dia akan makan keju itu dan kalau dia ingin mengumpulkan keju tersebut maka dia akan mengambilnya. Kalau tikus tersebut tidak lapar dan sedang tidak ingin mengumpulkan keju maka keju tersebut akan dibiarkan saja.

humancentered

Selama tikus itu tidak lapar atau tidak membutuhkan stok untuk makanannya, keju itu tidak ada gunanya. Tujuan akhir dalam hidup tikus itu bukan untuk makan keju, dunia bukan diciptakan untuk adanya keju atau memberikan tempat tinggal pada tikus.

Secara kebetulan saja jika bermacam-macam mahluk bertemu atau mendapat sesuatu yang mereka bisa pakai dan mengambil keputusan untuk memakannya atau tidak, membunuh, membiarkan, bergaul atau mengusir. Jadi sebenarnya, dalam aksi tersebut, salah satu menjadi sial (korban) dan yang lainnya untung (pemangsa).

Begitulah di dunia hewan, apa yang terjadi sekarang, kejadian itulah yang penting. Bukan bertanya kenapa terjadi, kenapa terjadi di sini atau kenapa sekarang. Kemungkinan tidak mempunyai kapasitas otak untuk yang lalu atau masa depan. Atau mempunyai pemikiran seperti manusia yang kompleks. Juga hewan tidak mempunyai waktu untuk bertanya macam-macam seperti manusia karena mereka sibuk dengan bertahan hidup.

human-centered

Manusia juga sejenis hewan. Bukan semua orang bisa menerimanya apalagi yang beragama. Karena menurut mereka manusia bukan secara kebetulan lebih intelijen daripada hewan tetapi untuk saya ini pemikiran yang keliru. Tentu dengan inteligensi bagus tapi guna, sebenarnya tidak ada. Hewan lebih berguna…

Hewan, seperti manusia, tidak ada yang dicari di dunia ini. Manusia yang berlawanan seperti hewan beranak terus. Mereka itu apa adanya. Seperti manusia. Cuma dengan beranak membuktikan bahwa mereka subur. Sudah milyaran tahun begitu. Binatang lahir, mati dan di antara lahir dan hidup mempunyai dampak lebih atau kurang pada ekosistem lingkungan mereka.

Dengan efek ini, bisa dikatakan guna dari hidupnya hewan. Begitu juga manusia. Mereka lahir dan mati dan di antara ini, dengan adanya manusia dan hewan, mempunyai efek pada ekosistem dan lingkungan mereka. Jadi perbedaan antara gunanya manusia dan binatang itu tidak ada. Nol. Bersama-sama dengan semua binatang, dimana sudah bermilyaran tahun dalam lingkaran setan, kita semua menjaga kehidupan dan terus berkembang. Bumi tidak tergantung pada manusia atau hewan.

Selama hewan dan flora memperbanyak, membagi dan memproduksi, di dunia ada kehidupan. Jadi manusia tidak ada sesuatu yang dicari di bumi ini dan tentunya manusia tidak mempunyai tugas yang spesifik di bumi ini dimana dunia memerlukannya.

Seberapa keraspun tokoh-tokoh agama nenyerukan yang lain, manusia bukan poros dari kehidupan dan bumi…

 

 

14 Comments to "Manusia Tidak Ada Gunanya"

  1. Itsmi  29 April, 2016 at 18:54

    Jc, nikmatnya hidup itu bagaimana kita mengisinya…

  2. J C  27 April, 2016 at 08:31

    Itsmi merasa berguna kalau lagi mudik, duduk di pinggiran Jl. Sabang, makan soto betawi, sate padang dan rendang!

  3. itsmi  14 April, 2016 at 14:22

    Djas, saya tidak punyah ruh… hanya otak

    Melampaui Malaikat itu bagaimana, kamu pernah lihat malaikat sampai bisa melampuinya ?

    Saya tidak perlu Tuhan atau tuntunannya untuk hidup. karena arti hidup saya isi sendiri… dengan membuat tujuan hidup saya sendiri…

  4. djasMerahputih  13 April, 2016 at 06:59

    Atheis murni manusia, hanya saja tanpa spiritualitas. Jiwanya kosong..
    Apa bedanya dengan robot..??

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.