[AMNESIA – The Future Story] Kisah Bahagia #2

djas Merahputih

 

Pesona Purnama Kembar (1)

 

Ki Arkam melanjutkan paparan tentang sejarah Rasyie. Ratu Maava mengijinkan anak-anaknya untuk menjelajah ke permukaan daratan. Begitu banyak anak Sang Ratu menyebabkan Beliau harus membagi-bagi daratan yang semula menyatu lalu dipencarkan ke segala penjuru, hingga akhirnya menghampar indah di sekitar garis katulistiwa.

Seluruh anak-anak Ratu Maava adalah kembar emas. Mereka dipasangkan dengan pria atau wanita dari kembaran saudaranya. Hal tersebut menyebabkan keturunan berikut, di setiap pulau tersebut, menjadi sangat khas serta berbeda satu sama lain.

Kebudayan setempat kemudian tumbuh dan menemukan bentuk masing-masing, jauh sebelum budaya berlayar dan teknologi bahari diwariskan kepada manusia-manusia daratan. Namun seiring waktu, anak-anak bahari mulai kehilangan sifat alami mereka sebagai keturunan penguasa samudera. Kecuali bahwa mereka masih begitu bergantung kepada hal-hal irasional, sebuah ciri yang diwarisi dari para leluhur mereka di samudera luas.

img. 1 Pulau Kedamaian

img. 1 Pulau Kedamaian

Penduduk wilayah kepulauan di seluruh negeri hidup rukun dan makmur. Interaksi antar penduduk pulau sangat terbatas dan masih terisolir oleh lautan. Kondisi alam yang bersahabat membuat mereka tak merasakan kekurangan sesuatupun. Segala kebutuhan hidup telah disediakan oleh alam di sekitar mereka, oleh Ras Pertiwi. Hari demi hari dilalui dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian.

“Aaahh.., kehidupan yang teramat indah!”

Ono terkejut, tak menyangka kata-kata tadi berasal dari saudara kembarnya, Offo si iblis putih. Sementara Sang Pangeran terlihat serius menunggu kelanjutan kisah Ki Arkam. Beliau paham, cerita bahagia ini hanyalah awal dari sebuah kesedihan.

“Kalau tidak, untuk apa Penguasa Langit Kelima mengirimkan utusannya ke negeri ini?”, pikir Sang Pangeran.

Kisah tersebut berlanjut. Ketika perkembangan ilmu pelayaran telah dikuasai oleh manusia maka berlayarlah orang-orang daratan mencari pulau atau benua lain untuk dihuni dan dimanfaatkan. Wilayah yang ditempati berlabuh lama-kelamaan tumbuh menjadi sebuah bangsa dengan identitas sendiri-sendiri.

Berbeda dengan motivasi manusia asli penghuni daratan yang berlayar untuk mencari emas dan rempah-rempah, anak-anak bahari melakukannya dengan latar belakang kekuasaan, prestise dan pencarian cinta. Hidup mereka sudah sangat berkecukupan.

Emas tak lagi dianggap barang mewah karena jumlahnya melimpah di sekitar mereka. Rempah-rempah pun bukan lagi barang langka untuk diperoleh. Bahkan seekor burung tak perlu terbang terlalu jauh untuk memberi makan anak-anaknya. Begitulah gambaran anak-anak bahari di masa lalu.

img. 2 Memberi makan

img. 2 Memberi makan

Alam dan penghuni pulau lain seperti burung dan hewan serta binatang melata, semua tumbuh sehat. Mereka beranak pinak dalam jumlah besar. Sungai-sungai mengalir dengan lembut, hutan-hutan lebat dengan senang hati menyediakan makanan bagi para penghuni. Tak ada satupun makhluk yang tak terurus atau kekurangan makanan.

“Aaahh.., kehidupan yang begitu nyaman!”

Kembali saudara kembar Sang Pangeran terperangah. Kali ini Giliran Offo. Ono si Malaikat Merah terlihat masih membayangkan suasana dan kenyamanan negeri itu. Sang Pangeran tetap dengan mimik serius, menunggu saat-saat cerita mulai berputar haluan.

Satu hal yang terus dijaga oleh anak-anak bahari adalah ikatan mereka kepada para leluhur dan Sang Pencipta. Mereka percaya nikmat hidup yang mereka dapatkan selama ini merupakan limpahan karunia dari Sang Pencipta. Para leluhur telah menjaga nikmat tersebut untuk mereka sehingga mereka merasa perlu dan wajib pula menjaganya untuk anak cucu mereka kelak. Tak pernah sekalipun mereka lalai dalam mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada Sang Pencipta.

Sementara, Sang Pencipta menunjukkan rasa senang dan bahagiaNya dengan menambah nikmat tersebut kepada anak-anak bahari di sepanjang kepulauan Rasyie. Begitu pula para leluhur, mereka tak pernah bosan memberi wejangan dan peringatan kepada anak cucu mereka agar terus menjaga sikap serta tetap menghargai alam semesta. Mereka diingatkan pula agar jangan sampai terlupa dengan asal-usul mereka yang berasal dari samudera luas.

img. 3 Samudera Luas

img. 3 Samudera Luas

Ratu Maava yang bertahta di Samudera luas sangat senang menyaksikan kegembiraan anak-anaknya. Hingga pada suatu masa, Beliau didera rasa rindu luar biasa pada negeri leluhur di Langit Kelima. Ratu Maava akhirnya memutuskan untuk kembali ke Negeri AMNESIA.

Sepeninggal Beliau, negeri anak-anak bahari tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja aktifitas di permukaan daratan pulau-pulau lebih banyak dan lebih dinamis jika dibandingkan dengan kehidupan di samudera luas, tempat leluhur mereka berada.

Pada suatu waktu yang telah ditentukan Sang Pencipta, datanglah saudara-saudara mereka dari perjalanannya menjelajahi samudera luas. Mereka datang dari tempat yang jauh dengan maksud mencari sumber-sumber kehidupan baru. Bahan kebutuhan hidup di negeri asal mereka, Benua Rupatinanco (Rutina), dirasakan telah semakin berkurang.

“Hmmm…, sepertinya cerita bahagia itu akan segera berubah haluan…!” Pikir Sang Pangeran, menduga arah cerita Ki Asmara Karma.

Dugaan Sang Pangeran meleset. Ternyata masih ada satu kisah mendahului bagian tadi. Penasehat Pertama melanjutkan paparan tentang penjelajah pertama yang datang mengunjungi Rasyie sebelum orang-orang dari benua Rutina mencapai tempat ini. Tak lain adalah manusia daratan dari benua terdekat. Sebagian daratannya dahulu dipecah dan tersebar ke sekitar katulistiwa tempat pulau-pulau Rasyie kini berada. Penjelajah pertama ini  berasal dari Benua Aysotinanco (Astina).

Mereka membawa barang dagangan berupa pakaian dan hasil kerajinan tembikar. Sedangkan penduduk pribumi menyediakan beragam hasil bumi untuk ditukarkan dengan barang-barang dari para pedagang tersebut.

Waktu terus berjalan, lambat laun hubungan dagang tersebut berkembang menjadi hubungan sosial yang semakin erat. Sebagian para pedagang dan penjelajah memilih untuk menetap di pulau-pulau tertentu lalu membangun usaha serta mengembangkan keturunan mereka dengan menikahi penduduk pribumi. Hal ini berlangsung lama dan terus-menerus sehingga menambah keragaman budaya dan bahasa pada setiap pulau dan daerah di sepanjang negeri Rasyie.

img. 4 Keragaman corak

img. 4 Keragaman corak

Ki Arkam menambahkan, para pendatang dan pribumi berbaur satu sama lain dalam berbagai hal termasuk dalam perkara ritual memuliakan Sang Pencipta dan para leluhur masing-masing. Dengan pemahaman tentang keberadaan Sang Kuasa yang sama-sama abstrak dan ghaib maka merekapun lama-kelamaan menggabungkan cara dan kebiasaan-kebiasaan mereka dalam mengungkapkan rasa syukur dan pengabdian kepada Sang Pencipta.

Berbagai ritual serta tradisi masyarakat setempat berkembang dan pada akhirnya menemukan bentuk baru yang lebih berkesan. Bentuk asli tradisi pribumi maupun pendatang telah lebur sehingga sulit dikenali. Tak ada lagi perbedaan antara keduanya. Mereka sepakat untuk terus menjaga serta memelihara ritual dan tradisi baru tersebut.

Selanjutnya Ki Arkam membeberkan awal mula persinggungan negeri anak-anak Ratu Maava dengan para penjelajah dari negeri jauh yang berasal dari negeri kakak kembar Sang Ratu, Baginda Maxi. Mereka datang setelah mendengar kabar tentang sebuah negeri misterius di sebelah Timur. Menurut para penjelajah dan pelaut ulung, negeri tersebut begitu makmur dan kaya raya namun letaknya berada nun jauh di seberang samudera.

*****

 

Bersambung….

Titik Balik  (3)

sokapurnama

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

5 Comments to "[AMNESIA – The Future Story] Kisah Bahagia #2"

  1. J C  27 April, 2016 at 08:33

    Seru, seru! Lanjuuutttt…

  2. djasMerahputih  17 April, 2016 at 06:54

    Om DJ: Bener om DJ, itu kan Pulau Kenthir…

  3. djasMerahputih  17 April, 2016 at 06:49

    Bang James:
    Ayo pada ngumpul ke Pulau Kenthirs… (di mana tuh?)

  4. Dj. 813  14 April, 2016 at 20:37

    Photo pertama,satu pulau yang sangat indah,
    pernuh rasa damai . . .
    Terimakasih dan salam,

  5. James  14 April, 2016 at 17:11

    1…….pulau Kenthirs Kedamaian

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.