Selingkuh

Ida Cholisa

 

Dahulu, rasa itu perlahan menyelinap dalam hatiku. Awalnya aku tak tahu bahwa kau menaruh hati padaku. Kemudian kaukatakan bahwa kau mencintaiku, dan kau lakukan banyak hal untukku, maka perlahan tapi pasti kujatuhkan hatiku padamu.

Aku mengembara dalam rasa yang salah, tapi aku menikmatinya. Aku melamunkan sesuatu yang hampir tak mungkin, tapi aku melakukannya. Dalam diam cinta itu bersemayam. Dalam sunyi cinta itu kuat terpatri.

Kau merinduku, aku merindumu. Kau menemuiku, bergetar hatiku. Tapi kau dan aku sembunyikan rasa tak semestinya itu.

Kukagumi dirimu karena pesonamu, kaukatakan kau kagumi diriku karena kelebihanku. Kita saling mengagumi tersebab jatuhnya hati.

Masa berlalu, cinta itu menggelayut manja tak mau menjauh dariku. Berulangkali kuhempas dirimu, berulangkali pula kemerindukan hadirmu. Aku lelah oleh kelemahan pendirianku. Selalu saja aku takluk pada pesonamu.

Kini kucoba lagi, untuk kesekian kali, menghapus semua tentangmu, hingga tak ada celah bagiku tuk sekadar menatap indah wajahmu. Aku bersorak, aku mampu melupamu.

Tapi hanya sesaat aku memalingkan hati darimu. Kini, entah mengapa… bayangmu hadir kembali… membangunkan rindu yang tertatih-tatih kukubur mati…

Aku memang tak pernah bisa melayukan bunga cinta yang sekian lama bersemi dalam hatiku… bahkan sekadar melupamu pun aku tak pernah mampu…

Katakan padaku, kekasih gelapku. Bagaimana cara kita menjauh dan tak lagi saling merindu?

Sebab yang kita lakukan selama ini,hanyalah sebuah kesalahan dan kesia-siaan…

Bukankah cinta kita berlumur dosa? Maka katakan padaku, kekasih gelapku… sudikah kau sakiti hatiku, agar terbit kebencian di hatiku padamu, hingga tergerak aku tuk meninggalkanmu?

“Aku tak bisa, Dinda. Kukatakan padamu, nikmati saja rasa di antara kita, nikmati saja Dinda… bukankah cinta datang tanpa pernah dipaksa? Maka aku pun tak mampu membuang rasa cinta itu, Dinda… Meski engkau merengek memintaku, aku tak bisa lakukan itu…”

Hari-hariku tak seindah dulu. Cinta bernoda salah tak pernah memberiku ketenangan. Cinta bersulam pengkhianatan hanya memberiku bayang ketakutan. Bagamana tidak, cintaku tak lebih dari sebuah perselingkuhan…

 

(Adinda, 2016)

 

 

7 Comments to "Selingkuh"

  1. J C  27 April, 2016 at 08:38

    Waduh…

  2. djasMerahputih  17 April, 2016 at 07:01

    SELINGKUH: SELINGan indah Keluarga tetap UtuH…

    Hadir telat bang James..

  3. Lani  16 April, 2016 at 02:08

    James sama dgn Al……….NO way to selingkuh!

  4. Alvina VB  15 April, 2016 at 13:42

    James, say no to selingkuh….
    Kl terbayang2 sama org yg kita kagumin/cintai, liat aja 20/25 thn stl itu, pasti ntar mikir, hah…dulu gak salah bisa naksir sama dia? he..he….

  5. Sierli FP  15 April, 2016 at 10:44

    Tersentuh bacanya…
    Smg sdh tidak ada lg harapan yg sia2..

  6. James  14 April, 2016 at 17:18

    1 nya…..diborong semua hari ini

  7. James  14 April, 2016 at 17:17

    1……Kenthirs gak pernah Selingkuh terhadap Baltyra

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.