Bukan Cemilan Vampire

Dian Nugraheni

 

Sudah makin tua, jelas iya. Sudah sedikit demi sedikit mengalami kemunduran fungsi dari organ tubuh tertentu..? Mestinya iya juga.

Kata Embahku dulu, kalau sudah usia menjelang seket (baca: limapuluh), itu ya apa-apa harus ngurangi. Maksudnya, jangan diumbar makan enak apa saja, asal pengen, asal bisa dapetin, dan seterusnya.

Padahal arti yang lebih dalam, dari pesan Embahku ini adalah, pengendalian diri, pengendalian atas nafsu duniawi. Dengan makan makanan yang lebih “bersih”, tentu saja pikir kita, sikap kita, akan tambah wening dan cool.

Yang kenal baik tubuh kita, ya diri sendiri, kan..? Nahh, kalau dulu kalaaa…, camilan kita masih memungkinkan satu glundung buah Durian dimakan sendiri tanpa efek samping yang nggak enak, maka, jangankan sepongge, secuil aja kok rasanya udah langsung pusing deh.. Idiih, Durian buat camilan, ya…

Bla..bla..bla…panjang deh contoh dan penjelasannya…Sekali lagi, harafiahnya cuma mau pamer, kalau beberapa saat lalu aku dapat oleh-oleh camilan berupa BAWANG PUTIH KERING.

garlic

Tadi aku baca, cara pengeringannya adalah FREEZE DRIED PROCESS, itu adalah proses pengeringan makanan, dengan cara dimasukkan dalam dryer dengan suhu -40’F atau lebih dingin dari itu. Tujuannya adalah, makanan akan kering, awet, tentu saja, dan kandungan, rasa, dan aroma dari makanan itu masih tetap terjaga…

Whatever, nyemil remah bawang putih kering ini, rasanya pedeeeessss…, tapi mengingat bawang putih itu banyak gunanya buat tubuh, ya hayuh aja deehhh…Lama-lama terbiasa, asyik juga kok…

Yang jelas, ini bukan cemilan buat vampire, atau pacarnya vampire, apalagi makannya di siang bolong di bawah sinar matahari…hixixixi…

 

 

6 Comments to "Bukan Cemilan Vampire"

  1. J C  27 April, 2016 at 08:46

    Kapan-kapan nek pas mudik, aku nitip iki yo…

  2. djasMerahputih  19 April, 2016 at 16:18

    Kalo si bawah merah dan si bawang putih nama ibunya siapa ya..??

  3. Lani  19 April, 2016 at 01:11

    DIAN: menurutku tujuan makan bukan asal sradag-srudug, apalagi menggunakan kata “pokok-e” mumpung ada, semuanya mumpungke……..

    Untungnya buat aku pribadi tidak suka durian (beda dgn duren lo ya wakakakak………), bau saja wis mmumyeeeeet ½ modiaaaaaaaar!

    Tidak begitu menyukai daging, jarang sekali memakan daging, dan tidak memakan tiga macam daging BBK

    Nah soal camilan, ditempatku tinggal tidak pernah aku sediakan camilan/snack, itu salah senjata ampuh agar tdk memamah biak lebih baik ditiadakan, tp klu buah2-an sebisanya selalu ada.

    Selain itu aku tidak menyukai yg manis2 (krn merasa sdh manisssssss gawan bayi wakakak……memuji diri sendiri, sebelum dipuji oleh orang lain………)

    Kembali soal membatasi apa yg dimasukkan kemulut mmg penting setelah masuk usia skeet, krn badan kita mulai menurun terutama metabolism, klu tdk aktif semua yg kita masukkan ketubuh kita jd mandeg, dan nglumpuk jd lemak dan penyakit berdatangan.

    James: aku suka garlic, fresh, bubuk, atau minced yg dibotol, memasak tanpa garlic dan cabai terasa hambar buatku………jgn ditiru klu tdk suka ya, sampai pernah dikatakan BB ku bau garlic busyeeeet dah!

  4. james  18 April, 2016 at 16:19

    BB nya akan seperti orang Korea

    menawarkan Garlic kepada Para Kenthirs, mau gak ?

  5. Dj. 813  18 April, 2016 at 16:07

    Dian . . .
    Bawang putih ya memang pedes . . .
    Tapi sehat, walau dipakai untuk masak .
    Soal makanan orang tua, untuk sejak kecil memang Dj. tidak suka yang manis-manis.
    Jadi sampai sekarang tidak ada problem yang serius .

    Terimakasih dan salam,

  6. Handoko Widagdo  18 April, 2016 at 13:50

    Saya masih ngemil duren 5 glundung.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.