Tuhanku Tak Berwujud, Kenapa Kalian Memaksa Berwujud?

Prabu

 

Sejak Mark Zuckerberg bikin Facebook, semakin jelas kulihat banyak orang beragama mencari TUHAN. Andai pun tidak ketemu, dengan segala trik mereka akan mewujudkannya.

Mereka yang menghadirkan Tuhan ini, dengan semangat 45 merambas media online. Dari grup chatting, fb, hingga ke email pribadi. Mereka dengan gembira mengabarkan telah menemukan TUHAN. Dan kabar gembira ini agar disebarkan, sambil menyuruh mengetik Amin atau kalimat puja-puji kepada TUHAN yang barusan mereka temukan.

ngarang

Menerima email demikian, muncul pertanyaan besar di kepala ini. Mengapa kaumku yang beragama ini selalu menggatuk-gatukkan tanda2 visual tentang TUHAN? Bukankah dengan tindakannya ini, bisa menimbulkan persepsi jika kaum Islam ini ternyata butuh sosok TYKM (Tuhan Yang Kasat Mata), bukan TYMK alias Tuhan Yang Maha Kuasa?

Jika memang butuh Tuhan Yang Kasat Mata, kenapa ga pindah agama saja? Coba tengoklah di sebelah sana, dengan anggunnya TUHAN melekat di mozaik-mozaik, di kanvas, di kulit kambing, di piring porselain dan bisa di material apa saja. Maka selama kaum Islam ini di benaknya masih melekat TYKM, tidak usah heran jika simbol-simbol yang mirip TUHAN ini saat melekat pada sandal jepit, penggorengan dll, mereka akan langsung teriak, “bakar!”

Kawan, maaf. Dalam aku beragama, saya tidak butuh visualisasi sosok TUHAN. Bagiku, bisa minum segelas teh dingin seharga 1000 perak di warung pinggir jalan dan tidak mencret, di situlah ku ucap Subhanallah, Alhamdulillah…

Begitupun, ketika setiap hari bisa bangun pagi ngantar anak sekolah dan ngasih tukang parkirnya 5000 perak, aku selalu mengucapkan “amin”, membalas tukang parkir yang mendoakanku selalu panjang rezeki.

Itulah cara kita beragama anakku. Mungkin masih jauh dari sempurna. Tapi lumayan, kita sudah terhindar menjadi kaum beragama yang kagetan melihat sosok TUHAN yang mereka sebarkan.*

 

 

About Prabu

Sosok misterius yang sejak kemunculannya tidak banyak orang yang mengenalnya. Walaupun misterius, sosok satu ini sekaligus ramah dan sangat terbuka pertemanannya. Sang Prabu dan Permaisuri sering blusukan menyapa kawula BALTYRA.com dan menggebrak dunia, kebanyakan dengan coretan karikaturnya sekaligus artikel-artikelnya yang bernas, tajam dan berani.

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "Tuhanku Tak Berwujud, Kenapa Kalian Memaksa Berwujud?"

  1. J C  27 April, 2016 at 08:47

    Dab Prabu, nek sing nulis sampeyan, sopo sing wani misuh? Hahaha…nek sing nulis aku, jelas pasti dipisuhi dan dapat cap “anti Islam”

  2. taufikul  19 April, 2016 at 19:36

    Berkat artikel ini saya kembali baca Baltyra… tuhan maha mengembalikan pembaca yang hilang…

  3. djasMerahputih  19 April, 2016 at 16:07

    Tuhan mencintai orang bertaqwa, bukan berkasatmata.
    Kehadiran Tuhan tak mesti nampak. Wujud itu terikat ruang dan waktu. Kalo Tuhan wujud (nyata), tentu akan sulit untuk menyapa seluruh hamba di semesta alam raya. Butuh jutaan tahun untuk mengunjungi hambanya satu per satu…

  4. itsmi  19 April, 2016 at 12:54

    Kalau orang sudah menganggap Tuhan itu non fiksi itu baru berbahaya..

  5. prabu  19 April, 2016 at 07:23

    Ketika kaum beriman ribut, disitulah mereka sesungguhnya merindukan atheis (GM)

  6. Lani  19 April, 2016 at 00:57

    Kang Prabu: Tawarannya menggiurkan tentu saja bagi para nasabah tukang misuh, hobby misuh2…….

    Menurutku percaya pada Tuhan, Allah atau apapun sebutannya bagi yg dipermuliakan ditempat yang maha tinggi bukan tergantung dari melihat gambar, atau percaya pada gambar…….

    Percaya/iman tetap saja percaya dan beriman tanpa harus melihat, bertemu secara kasad mata, kembali lagi ya percaya bahwa Tuhan/Allah itu ada.

    James: menunggu siapa? Kenthir dari Kona-kah?

  7. Alvina VB  19 April, 2016 at 00:54

    Perlu datengin para pembicara dari Arab sono yg pemikirannya kek bung Prabu.

  8. james  18 April, 2016 at 16:05

    hadir sambil nunggu aja

  9. Dj. 813  18 April, 2016 at 15:38

    Hallo mas Prabu . . .
    Terimakasih untuk artikelnya yang singkat, tapi sangat menarik .

    Dj. rasa mas Prabu tulis ini untuk saudara-saudara yang seiman
    yang berpandapat lain dari mas Prabu .

    Dj tidak akan misuh-miisuh, hanya sedikit memberi apa yang Dj. pikir saja
    Hahahahahahaha . . . ! ! !

    Ini “mungkin” dikarenakan, hanya asal dengar, atau kata guru agama saya begitu . . .
    Jadi salah kaprah, lha guru agamanya saja, pengetahuan nya masih cepak.
    Bisa jadi, dia juga hanya asal dengar dari orang lain .
    Kkarena dari titik dimana sudah menyimpang, lama kelamaan akan menjadi sangat
    jauh dari garis yang lurus tadi.

    Banyak yang tidak bisa membedakan, antara agama dan budaya .
    Sehingga banyak yang asal terima dan bahkan bangga, sudah kelihatan ke islaman nya .
    Ppadahal yang digunakan bukan islam nya, tapi budaya arab nya.

    Sangat disayangkan, karena Indonesia memiliki badaya yang sangat besar .
    Lha kok malah mengambil budaya orang lain.

    Okay, nanti kalau Dj. kelamaan menulis, tidak ada akhirnya .
    Hahahahahahahaha . . .
    Salam mannis untuk seluruh keluarga dirumah .
    Cium sayang untuk cucu-cucu yang mana Dj yakin sudah dewasa ya .
    TUHAN MEMBERKATI . . . ! ! !

  10. prabu  18 April, 2016 at 12:10

    dah tak sediain lapak buat misuh2… monggo!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *