KOLOT

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

KENANGAN bermalam di rumah Pu’un Kampun Naga tahun 2001 silam. Pu’un (kedua dari kiri). Paling kiri ketua RT saya semasa tinggal di Kalimalang dan paling kanan ponakan. Disajikan ikan dan dari padi yang sudah disimpan 5 tahun.

kampung naga

Beberapa waktu kemudian, Pak Pu’un “dikudeta” oleh tokoh garis keras Kampung Naga. Karena Pu’un ini tergolong penganut keterbukaan. Orang kita tak suka perubahan. Sesuatu yang baru dianggap ancaman dan ditentang. Relokasi ditentang, MRT ditentang, LRT ditentang, aplikasi ditentang, semua ditentang…

Pacar ketinggalan kereta…

 

 

8 Comments to "KOLOT"

  1. J C  27 April, 2016 at 08:48

    Yang tidak ditentang adalah arabisasi masif…

  2. Alvina VB  21 April, 2016 at 04:11

    Siapa yg takut perubahan? Kl perubahan itu demi kebaikan. Btw, lewat mana ya bisa sampe ke kampung Naga kl dari jln toll TMMI misalnya? Ayo soanan ke sana mbakyu Lani…

  3. Lani  21 April, 2016 at 00:18

    hahaha………..kang Monggo yg ditanya malah lauknya, jelas mau ikutan nyomot wlu hanya difoto

  4. Sumonggo  20 April, 2016 at 07:21

    Lauknya tidak kelihatan jelas.

  5. Lani  20 April, 2016 at 04:21

    James: para kenthirs tdk menolak perubahan klu tujuannya utk kebaikan semuanya…………mengapa tdk?

  6. djasMerahputih  19 April, 2016 at 16:55

    Kampung Naga unik. Selalu dilematis saat kuktur asli berhadapan dengan gerak jaman. Resiko interaksi global. Tapi Bali salah satu yang kini tetap mampu bertahan dari derasnya zaman. Semoga Kampung Naga juga bisa.. Thanks infonya kang ISK.

  7. james  19 April, 2016 at 15:27

    para Kenthirs gak pernah Menentang, datang hadir

  8. IWAN SATYANEGARA KAMAH  19 April, 2016 at 09:55

    Yang takjub waktu lihat buku tamu pengunjung ke Kampung Naga. Banyak banget wisatawan Eropa. Bahkan ada yang dari kota kecil pelosok di Jerman, Ulm, kota kelahiran Albert Einstein.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.