Haedar Nashir, Khilafah dan Terorisme

Chandra Sasadara

 

Warga Persyarikatan Muhammadiyah harus bangga memiliki ketua umum seperti Pak Haedar Nashir. Beliau bukan hanya figur sederhana dan dosen yang dicintai oleh para mahasiswanya, namun juga seorang tokoh agama yang memiliki pandangan kebangsaan dan keindonesiaan yang patut diteladani. Peryantaan Pak Haedar dalam liputan Majalah Tempo Edisi 24 April 2016 menunjukkan sikap dan prinsip kebangsaan yang demikian kokoh sebagai ketua umum persyarikatan besar di Indonesia.

muhammadiyah

Menurutnya, Indonesia bukan negara instrumental namun negara yang memiliki jiwa Pancasila. Sebagai hasil kesepakatan para pendiri bangsa, Pancasila harus diletakkan dan dipandang sebagai Darul Ahklak (rumah moral-pen) bagi bangsa. Kesepakatan itu ibarat ikatan pernikahan mitsaqon gholidon, kuat dan kokoh. Godaan boleh banyak (salah satunya untuk mendidirikan khilafah-pen), tapi sekali berniat (berbangsa-pen) harus tetap kembali kepada niat awal.

Menurutnya Pancasila juga Darul Shahadah, tempat kita bersaksi, berkiprah dan mentransformasi nilai-nilainya untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah menurutnya harus mengajak bangsa ini untuk untuk menjadikan bangunan cita-cita Pancasila (lebih) hidup dan dinamis. Tugas yang lain adalah memberikan pemahaman bagaimana bersikap sebagai muslim dalam NKRI.

Tentang kelompok-kelompok intoleran, Pak Haedar mengatakan bahwa kelompok moderat (Muhammadiyah & NU -pen) harus terus melakukan moderasi dengan cara mempersempit ruang gerak kelompok intoleran supaya tidak memiliki ruang sosiologis untuk berkembang. Sepanjang terkait dengan gerakan keagamaan, serahkan kepada oragnisasi keagamaan. Pada saat kelompok-kelompok itu sudah mulai menimbulkan kekerasan, polisi harus langsung bertindak. Jangan dibiarkan, jangan juga dihadapi oleh organisasi masyarakat lainya.

Ketika ditanya oleh Tempo tentang kabar bahwa mayat Siyono tidak membusuk. Doktor ilmu sosiologi itu mengatakan, itu penyakit media social yang selalu memodifikasi mitos. Kalau kaum muslimin rasional, muslim yang berakidah hanif tidak (akan) percaya hal-hal seperti itu.

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

7 Comments to "Haedar Nashir, Khilafah dan Terorisme"

  1. chandra sasadara  29 April, 2016 at 16:07

    aliran kafiriyah Kang JC…wkwkwkkw

  2. J C  27 April, 2016 at 08:57

    Ada aliran baru Makinnudiniyah atawa Sasadaraiyah…

  3. james  26 April, 2016 at 10:04

    ci ani, kan mas DJ sudah kedua kalinya Gabung Kenthirs, katanya biar apet sama Kenrthis lainnya, betul gak mas DJ ?

  4. djasMerahputih  26 April, 2016 at 07:32

    Hadir bang James…
    Agama itu rasional. Hanya saja rasio akal dan pengetahuan manusia saat ini belum bisa menjangkau bagian tertentu..

  5. Lani  26 April, 2016 at 01:44

    James: hahaha………….mohon dicatat muncul kenthir baru gabung dr Mainz

  6. Dj. 813  25 April, 2016 at 21:56

    Muncul kenthir dari Mainz .
    hahahahahahaha . . . . ! ! !

  7. james  25 April, 2016 at 15:35

    1……hadir sembari absenin Kenthirs lainnya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *