Public Relation

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

HANYA beda 60 tahun 1956-2016, dua presiden Indonesia datang ke Jerman mendapat liputan luas. Jerman adalah rumah spiritual Soekarno dan negara rekan bisnis Jokowi semasa jadi tukang mebel (kebetulan pabriknya terbakar semalem di Solo). Di setiap kota Jerman, Soekarno berpidato menggunakan bahasa Jerman yang fasih, terlebih waktu pidato di Universitas Ruperto Calora, Heidelberg yang menyerukan penyatuan dua Jerman sambil mengutip filsuf Jerman Friedrich Schiller. Pemimpin dunia pertama yang secara resmi menyerukan penyatuan Jerman. Pidato ini dikutip media dunia dan dipuja-puji oleh bangsa Jerman. Sayang Soekarno tak melihat penyatuan Jerman 1989.

public relation

Gaya kunjungan Soekarno dan Jokowi jauh berbeda. Soekarno senang lama-lama di negara tujuan sekaligus menjadi public relation bagi negaranya yang baru lahir. Jokowi cenderung mengikuti Gus Dur. Irit. Kalau bisa satu dua tiga negara dalam sehari didatangi. Tak suka seremonial. Yang pening-penting saja. Dalam 40 hari pertama jadi presiden, Gus Dur 23 hari di luar negeri di puluhan negara untuk menyembuhkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia yang nista setelah kerusuhan Mei 1998.

Soekarno, Gus Dur dan Jokowi adala PR yang baik bagi Indonesia di luar negeri. Dua hari Soekarno ke negara asing, sama seperti dua tahun tugas dubes kita diselesaikan. Mirip fiber optic. Cepat.

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

7 Comments to "Public Relation"

  1. J C  27 April, 2016 at 08:57

    Kharisma Soekarno memang belum tergantikan sampai sekarang ya, mas Iwan…

  2. Lani  26 April, 2016 at 10:43

    KANG DJAS: siapa tau suatu saat pres Jokowi ke Kona, aku akan jemput beliaunya jalan2 disepanjang pantai……….ditemani bikini kiwir2 kkkkkkk……..

  3. djasMerahputih  26 April, 2016 at 07:40

    Sayang pak Jokowi belum sempat ke Kona…

    Hadir bang James…

  4. Lani  26 April, 2016 at 01:48

    ISK : aku suka banget alinea terakhir, mmg sdh sgt wajar dan seharusnya begitu sebagai pemimpin tertinggi disebuah negara………jgn spt dubes Indonesia di Jepang. Aneh saja org spt itu kok bisa dubes ya??????? Mungkin prof punya jawabannya??

    “Soekarno, Gus Dur dan Jokowi adala PR yang baik bagi Indonesia di luar negeri. Dua hari Soekarno ke negara asing, sama seperti dua tahun tugas dubes kita diselesaikan. Mirip fiber optic. Cepat.”

  5. Dj. 813  25 April, 2016 at 22:08

    Waaaaaw . . .
    Tulisian mas Iwan yang selalu hangat dan mudah untuk dibaca .
    Terimakaksih .

  6. james  25 April, 2016 at 15:37

    hadir menunggu Kenthirs Baltyra

  7. triyudani  25 April, 2016 at 09:27

    Aku cinta presidenku Jokowi.
    Dari kecil sampe setua ini baru kali ini aku merasa punya presiden yang dekat dengan rakyat.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *