[AMNESIA – The Future Story] Titik Balik

djas Merahputih

 

Kisah Bahagia  #2

 

Sang Pangeran baru saja kembali dari Istana Kepresidenan di Ibu Kota Amorluxico. Beliau menceritakan banyaknya kejanggalan di lingkungan istana. Tidak seperti kebanyakan warga lain, para pegawai istana tersenyum manis saat Sang Presiden melintas dan segera berubah sinis tak lama setelah pemimpin mereka melangkah pergi. Hal ini bisa saja disebabkan oleh perbedaan keyakinan Sang Presiden terhadap mayoritas pegawai istana yang telah lama bekerja di tempat tersebut.

amnesia-titikbalik (1)

img. 1 Religion

Atribut keagamaan menjadi hal sensitif dalam setiap pemilihan pemimpin. Agama dianggap faktor dominan untuk menilai seseorang. Agama menjelma sebagai identitas lahiriah warga negara. Dalam tingkat tertentu ia bahkan menjadi DNA pembeda seorang penjahat dengan si baik hati.

Manusia semakin sulit membedakan pemimpin keagamaan yang mengatur ritual peribadatan dengan pemimpin negara yang mengatur kehidupan sosial. Tradisi beragama telah tercampur oleh aturan bernegara, begitupun sebaliknya. Kekuasaan wakil Tuhan bersinggungan dengan wilayah kepemimpinan kepala negara. Institusi agama membungkus lembaga kenegaraan. Atribut ketuhanan telah dirasuki nafsu kekuasaan dan harta. Seorang raja dapat mengancam warganya dengan penggalan-penggalan kitab suci untuk melanggengkan kekuasaan dan menumpuk harta kekayaan. Sementara rakyat berlomba-lomba mempersembahkan apa saja agar derajat kemuliaan mereka bisa ditinggikan oleh Sang Raja dan para wakil Tuhan.

Rupanya hal tersebut telah berlangsung lama. Sebuah tradisi yang sangat mengganggu kenyamanan Sang Pangeran. Sedikit demi sedikit rahasia buruk di lingkungan istana kini menampakkan diri. Dan ternyata situasi yang ada jauh lebih buruk dari dugaan Pangeran Soka Purnama.

*****

Maysha dan Sang Suami terlihat menghabiskan waktu di sebuah kafe favorit mereka hingga larut malam. Sebuah informasi berbahaya baru saja disampaikan oleh Sang Suami dari sisi tempat duduknya. Saat siaran televisi di depan mereka menayangkan kemajuan dan kehebatan persenjataan negeri Amox, Maysha diberitahu bahwa sebuah senjata rahasia berskala besar secara diam-diam telah dikembangkan oleh para ahli persenjataan di negeri asal Sang Suami. Walaupun tujuan pengembangan senjata itu sebenarnya hanya untuk menangkal musuh-musuh dalam negeri, bukan tak mungkin ia dapat pula digunakan untuk menyerang bangsa lain.

Maysha nampak tak menggubris celotehan Sang Suami. “Bangsa Feminin tak memiliki watak agresif, hal itu malah akan membahayakan bangsa Rasyie sendiri”, pikir Maysha.

Keduanya tak menyadari bahwa percakapan mereka terekam oleh sebuah gawai kecil yang tersembunyi di sisi meja. Para pengintai sangat hapal dengan kebiasaan Maysha, duduk di sebuah meja dekat aquarium dalam kafe favorit itu. Tak jelas maksud para pengintai memata-matai Sang Wakil Presiden.

*****

Ki Arkam kembali menemui Sang Pangeran di tepi Danau Saxoview. Sang Penasehat melanjutkan kisah tentang kedatangan para pengembara dari Benua Rutina. Raja mereka memerintahkan kepada para pemberani di seantero negeri untuk berlayar menjelajahi samudera luas tak berujung demi sebuah misi. Apalagi kalau bukan untuk mendapatkan emas dan rempah-rempah yang akan diboyong ke kerajaan tempat mereka berasal. Mereka dijanjikan hadiah berupa jabatan dan kedudukan tinggi jika berhasil menemukan tempat seperti dimaksud oleh Sang Raja.

amnesia-titikbalik (2)

img. 2 Rempah senilai emas

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Ra Sirhonesia, seperti biasa mereka disambut ramah layaknya para tamu lain yang datang berkunjung. Proses interaksi merekapun dimulai dengan tukar menukar dan berdagang hasil pertanian.  Buah-buahan serta rempah-rempah ditukar dengan kain dan berbagai hasil kerajinan tembikar dari negeri asal mereka. Pasar-pasar semakin ramai dengan bertambahnya para pendatang dari berbagai penjuru.

Proses serupa terjadi pula seperti saat kedatangan pertama para penjelajah dari benua terdekat, yaitu kegiatan perdagangan berkembang menjadi interaksi sosial yang saling mempengaruhi. Walaupun pada awalnya proses tersebut berlangsung lancar dan tanpa kendala berarti, lama kelamaan semakin nampak bahwa cara dan sifat saudara-saudara mereka dari benua yang jauh tersebut tercium sebagai upaya pemaksaan sepihak. Mereka berusaha  untuk mendapatkan harta dan rempah-rempah dalam jumlah besar dari tanah Rasyie.

“Keserakahan selalu menemukan tempatnya!”, gumam Sang Pangeran.

“Mengapa selalu ada tempat bagi keserakahan?”, Ono tak ketinggalan.

“Jiwa yang kosong akan segera terisi oleh keserakahan. Itulah pentingnya spiritualitas, untuk mengisi jiwa agar tak mengalami kekosongan”, Offo akhirnya melengkapi.

Tanpa menggubris Sang Pangeran dan kedua kakak kembarnya, Ki Arkam melanjutkan kisah tersebut.

Berbekal senjata dan keahlian berperang yang telah terasah di negeri asal mereka, tekanan-tekanan dan berbagai intimidasi mulai dilancarkan di sela-sela proses perdagangan dengan para penduduk asli bangsa Rasyie. Ki Arkam menerangkan bahwa penduduk asli ini bukan hanya anak-anak bahari murni seperti semula. Melainkan penduduk yang telah membaur dengan saudara-saudara mereka dari induk daratan tempat di mana pulau-pulau sepanjang Rasyie berasal. Tepatnya dari Benua Astina.

Para pendatang baru meminta penduduk pribumi untuk menghasilkan dan memperdagangkan hasil pertanian mereka dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada kebutuhan mereka sendiri. Tentu hal tersebut bertentangan dengan tradisi leluhur Rasyie yang mewajibkan setiap orang menjaga dan memelihara keseimbangan alam serta lingkungan sekitar agar dapat diwariskan kepada anak cucu mereka dalam keadaan baik dan terawat.

amnesia-titikbalik (3)

img. 3 Eksploitasi tak terkendali

Sikap pemaksaan tersebut menimbulkan rasa ketidaksenangan dan berubah menjadi kebencian yang makin lama semakin memuncak. Sayang, masalah perbedaan sudut pandang dan budaya tersebut akhirnya diselesaikan lewat aksi militer. Perang dalam skala kecil maupun besar terjadi di mana-mana. Namun mudah ditebak bahwa penduduk pribumi dengan senjata sederhana serta watak berperang yang jauh dari kebiasaan mereka itu akhirnya harus mengakui kekuatan para perusuh.

Hubungan dagang dua arah kini telah berubah menjadi hubungan searah antara tuan dan budaknya. Penduduk pribumi dieksploitasi bagaikan sapi perahan. Tenaga mereka dikuras untuk menghasilkan segala sesuatu sesuai keinginan kaum pendatang yang tak tahu diri. Negeri yang tadinya makmur, tentram dan damai berubah menjadi neraka bagi warganya sendiri. Tak ada lagi wajah ceria terpancar dari penduduk sekitar. Semua terlihat sedih, muram dan tak berdaya.

Sang Pangeran, Ono serta Offo diam tertegun menyimak kisah sedih rakyat Rasyie. Kebahagiaan dan kemakmuran yang telah berlangsung lama kini menemui titik balik. Entah harus menyalahkan siapa, segalanya terlihat tak menentu. Para pemimpin tak punya pilihan selain menurut apapun keinginan para penjarah. Toh para penjarah juga hanya menjalankan perintah Raja mereka nun jauh di sana. Jikapun harus melawan, nyawa rakyat Rasyie hanya akan terbuang sia-sia.

Ki Asmara Karma menghela nafas panjang sebelum melanjutkan paparan. Kisah pilu terus berlangsung seakan tak berujung. Tak nyaman dengan kisah menyedihkan yang ada, Sang Pangeran meminta Ki Arkam mengakhiri paparan untuk hari ini. Pimpinan Biq Xu menghampiri Sang Penasehat dan segera mempersiapkan perjalanan kembali ke Langit Kelima.

*****

 

Bersambung….

Sang Pencipta Memilih Diam  (4)

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "[AMNESIA – The Future Story] Titik Balik"

  1. djasMerahputih  27 April, 2016 at 09:27

    Thanks kang JC. Jadi kangen bunda Matahari. Selalu menyimak dongeng ini dengan detail.. How are you there..??

  2. djasMerahputih  27 April, 2016 at 09:24

    Tji LANI: silakan dinikmati rempah-rempahnya Tji…
    Om DJ: Apanya yang indah om DJ? Itu hutan yang digunduli. Tapi motifnya memang menarik sih…

  3. J C  27 April, 2016 at 08:36

    Lanjutannya makin seru!

  4. Dj. 813  27 April, 2016 at 01:41

    Dari Mainz yang ke 4 .
    Hahahahahahahahaha . . .
    Itu pemandangan yang indah, milik sang pangeran ya . . . ? ? ?
    Salam sejahtera dari Mainz.

  5. Lani  27 April, 2016 at 00:09

    James: para kenthirs masih setia balik kerumah ini………

    Kand Djas: oot aku lebih suka foto rempah2 itu………..

  6. djasMerahputih  26 April, 2016 at 17:52

    2: pentulise…
    Nyusul di belakang bang James. Titik perginya belum ketahuan tuh..

  7. james  26 April, 2016 at 16:28

    1……hadir bang Djas, ada titik pergi gak sih ?

    para Kenthirs pada balik ke Baltyra ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.