Jam dan Waktu

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA…

Ijinkan Dj. untuk sedikit memberi respon, karena banyaknya komentar di oret-oretan minggu lalu tentang “PABRIK DOA“. Jujur Dj. tidak menyangka kalau oret-oretan Dj. bisa banyak menggerakan hati dan pikiran anda. Begitu banyak e-Mails, inbox di FB, di WA dan juga di BBM.

Dj. tidak sangka kalau banyak pembaca yang telah membaca ini oret-oretan “Pabrik Doa“. Terimakasih atas komentar anda semuanya, baik melalui e-Mails pun yang anda tulis, di inbox, juga di WA dan BBM. Sungguh Dj. ingin berusaha untuk mengerti, bisa jadi Dj sudah mengerti akan respon anda. Baik anda yang berpendapat lain dengan Dj. pun anda yang setuju.

Dj. sangat bersyukur karena komentar anda semuanya, baik anda yang sependapat dengan Dj. maupun yang berpendapat lain. Jelas, tujuan Dj. dengan oret-oretan tersebut, hanya lah ingin, ingin memotivasi anda yang masih bimbang akan doa sendiri. Sekali lagi, TERIMAKASIH…!!!

Kali ini Dj. ingin mengajak anda sedikit jalan-jalan ke dunia jam dan waktu. Kita semua memiliki waktu yang sama, yaitu 24 jam, setiap harinya. Tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Hahahahahahahaha…!!!

Satu saat, Dj. pernah dengar, seseorang di Jerman yang berkata…Kami orang Eropa membikin jam, tapi anda orang Asia punya waktu. Maksudnya, orang Asia lebih santai dari pada orang Eropa yang semuanya harus “on time “.
Tapi itu mungkin jaman dulu ya…Kenyataan nya, sekarang banyak orang Indonesia yang stress, mengejar target (katanya)…Hahahahahaha…!!!

Ada juga orang Jerman yang pernah ke Indonesia JUGA berkata ke Dj. Di Indonesia orang tidak terikat waktu, bisa pakai “jam karet“, terlambat, tidak jadi masalah. Nah, kalau yang ini masih banyak Dj. lihat…Dan Dj. yakin anda juga pernah lihat, atau mengalaminya sendiri. Dj sendiri kadang heran dengan teman-teman orang Indonesia, yang mana kalau dalam pertemuan orang Indonesia, jarang yang “mau“ datang tepat waktu. Bukan berarti mereka tidak bisa datang tepat waktu, karena kalau berjanji dengan orang barat atau bekerja, mereka selalu tepat waktu…Hahahahahahahaha…!!!

Nah…di sini yang Dj. ingin katakan…Dj. rasa setiap orang pernah punya jam, baik jam tangan, maupun jam apa saja, agar bisa melihat waktu. Jam tangan, jam dinding, tidak tergantung mahal atau murahnya, tapi yang penting…apakah dia bisa menunjukan waktu dengan baik. Jadi, dengan kata lain. fungsinya, apakah dia berfungsi baik dan tepat, atau tidak.

Jelas, Dj. saat masih belajar dulu, pernah mimpi bisa beli jam tangan yang kelihatan nya canggih. Dulu merk “Rado dan Seiko“ sangat terkenal di jaman itu. Tidak pernah berpikir untuk memiliki jam mahal, karena mahal juga relative. Untuk seseorang, mungkin tidak mahal, tapi bagi orang lain sudah sangat mahal.

Jam tangan seharga di atas 1000,- Euro, jelas itu sangat mahal (bagi Dj.). Tapi jam juga bisa dinilai bukan dari harga uangnya. Dj. pernah dapat hadiah jam tangan saat 25 tahun bekerja di perusahaan, atau dari seorang kenalan yang memesan lukisan. Di samping dia membayar dengan uang, dia juga menyerahkan jam Jubelium Lufthansa ke 50.
Waaaaaaw…ini hampir Dj. tidak percaya, karena saking puasnya dengan apa yang dia pesan, maka dia dengan senang hati memberikan jam tangan hadiah Lufthansa yang ke 50.

Entah berapa puluh jam tangan yang pernah Dj. miliki, baik yang murah, juga yang mahal. Tapi semuanya itu, yang penting adalah fungsinya, jam tangan mahal yang tidak berfungsi, dia hanya akan menganggur di lemari saja. Kecuali bagi seorang kolektor jam tangan atau jam dinding.

Nah, setiap orang bisa dan boleh beli jam tangan, baik yang murah, pun yang mahal, terserah kemampuan/keinginan masing-masing. Mainz adalah kota kecil yang penduduknya hanya sekitar 200.000 kepala, namun Mainz juga ibu kota negara bagian. Daaaaaan…. di Mainz ini ada beberapa toko yang menjual jam tangan dengan harga yang tidak bisa Dj. bayangkan sebelumnya. Ini salah satunya yang sempat Dj. ambil foto dengan HP.
Mungkin bagi anda yang berduit, adalah hal yang biasa…

jam-waktu01

Ya…anda tidak salah lihat…Ini Dj. sedikit zoom, agar lebih jelas…Hahahahahaha…!!!

jam-waktu02

Anda lihat harga itu Jam 72.850,- Kalau Dj. bayar 100.000,- kira-kira masih ada uang kembalian nya atau tidak ya…???

jam-waktu03

Hahahahahahaha…. Kasihan deh Dj. uangnya tidak laku…

Padahal ini jam hanya salah satunya yang dipajang di etalase, Dj. yakin di dalam toko masih banyak. Nah ya, untuk orang kaya di Indonesia, bukan masalah, karena pernah baca di Kompas.com; seorang anggota Dewan yang memakai jam tangan dengan harga sekitar Rp. 3,- M

Okay…Orang bisa beli jam tangan yang sangat mahal, boleh…boleh…Tapi anda boleh percara, tidak seorangpun bisa membeli “WAKTU“.

Kalau waktunya datang, berapapun jam tangan anda yang mahal sekalipun, tidak akan bisa menolong anda.
Bila TUHAN sudah tentukan waktunya, maka kita tidak bisa lagi menawar, apalagi menyuap dengan kekayaan kita.

Olehnya, pergunakan lah waktu kita yang masih ada, agar kitapun nantinya bisa meninggalkan dunia dengan tenang. Tanpa memikirkan siapa yang akan memakai jam tangan kita yang begitu mahal. Hahahahahahahaha…!!!

Sekaranglah waktunya untuk membikin waktu yang masih ada pada kita, dengan sebaik-baiknya dan berguna bagi sesama. Karena itulah yang akan kita bawa nanti saat kita meninggalkan dunia kehidupan ini dan bukan jam tangan yang sangat mahal.

Okay…Jangan lupa, bila anda beli jam yang mahal, belikan Dj. juga ya…Hahahahahahahahaha…!!!

Terimakasih atas perhatian anda semuanya, juga pengasuh Baltyra, terimakasih selalu menayangkan oret-oretan Dj. yang sederhana ini.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita setiap hari.

Salam Sejahtera dari Mainz.
Dj. 813

Image77 – Kopie

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

23 Comments to "Jam dan Waktu"

  1. Dj. 813  3 May, 2016 at 16:13

    Hallo Bung Sugiarto Goh . . .
    Bbenar sekali, yang lalu tidak akan kembali, hanya bisa diulangi,
    tapi tetap tidak sama . Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Terimakasih dan salam ,

  2. sugiarto goh  2 May, 2016 at 17:18

    we can not touch the same water at the river that flows in front of us for the second time
    Thank you for sharing the story for us

  3. sugiarto goh  2 May, 2016 at 11:24

    Pak Djoko Paisan Thank you for sharing the story for us, because ……
    ” we can not touch the water of the river that flows in front of us for the second time ”
    GOD Bless You

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *