MANDELA

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

MALAM ini terpaksa harus melihat acara TV. Tentang keluarga korban kebiadaban negara dan pemerintahnya sendiri hampir setengah abad silam, usai geger politik 1965. Menyaksikan acara ini jadi mules dan iba melihat wajah-wajah bercahaya yang sudah renta, setelah mengalami penyiksaan fisik dan non fisik oleh rejim negaranya sendiri.

gegerpolitik1965

Karena saya bagian dari tragedi ini, merasakan betapa ketakutannya hidup sebagai rakyat Indonesia. Ayah saya dan banyak sejawat lainnya yang tidak bersalah diperlakukan semena-mena oleh negara. Boro-boro dapat pensiun dari negara, malah sebaliknya.

Saya punya hak untuk membalas dendam kepada negara. Dengan cara saya. Melakukan penghancuran negara saya sendiri, perlahan-lahan dari dalam seperti sel kanker dalam tubuh. Saya punya kemampuan itu untuk, kalau saya mau. Walau itu menyalahi kodrat keluarga saya yang cinta mati dengan negeri aneh ini.

Tidak ada keadilan untuk peristiwa kejahatan negara terhadap jutaan rakyatnya sendiri. Saya lebih memilih jalan dan sikap Mandela terhadap perlakukan kejahatan apartheid terhadap warga kulit hitam berabad-abad. Lukisan monster-monster kulit putih dibiarkan tergantung besar-besar di gedung parlemen, istana dan gedung pemerintahan. Sebagai tanda bahwa iblis pernah memerintah negara itu.

Bahwa negara ini pernah jahat pada keluarga kami akan saya simpan sebagai warisan lisan.

Ya sudahlah…Kampret!

Is Indonesia nervous?
No!
The earth still holds its anger
and infinite spreads of screams.

Apakah Indonesia gemetar?
Tidak!
Di perut bumi masih tersimpan amarah
dan jeritan-jeritan yang tak terduga.

 

 

6 Comments to "MANDELA"

  1. J C  16 May, 2016 at 08:48

    Mas Iwan, topik 1965 tidak akan pernah habis dibahas…

  2. Lani  30 April, 2016 at 15:17

    James: nampaknya dugaanmu benar para kenthirs korban cinta Baltyra………….hahaha…………….korbang yg membahagiakan bukankah begitu?

  3. Alvina VB  30 April, 2016 at 04:47

    Bung Iwan, FYI ex professor saya di US adl salah satu pencetus- Sept 30 is Anniversary of Indonesia’s massacres – Release the Records, Acknowledge U.S. Role in 1965/66 Mass Violence in Indonesia”
    Coba di Indonesia ada gak org/organisasi yg berani membuka tabir hitam tsb?

  4. Dj. 813  29 April, 2016 at 22:32

    Semangat mas Iwan . . .
    Hidup berjalan terus . . .
    Salam Sejahtera dari Mainz .

  5. djasMerahputih  29 April, 2016 at 18:57

    Doa orang teraniaya tak berhijab. Masih tanda tanya hingga sekarang, apakah Tuhan lebih memilih untuk diam..??

    Hadir bang James…

  6. james  29 April, 2016 at 15:17

    1……setiap k3ejadian di Indonesia selalu Korban Berjatuhan meski tidak bersalah sekalipun

    kalau para Kenthirs korban apa yah ? rupanya korban baca Baltyra

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *