Napak Tilas Pakubuwono X

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

TERAKHIR saya berziarah ke makam kramat Habib Hussein bin Abubakar bin Abdullah Alaydrus di Masjid Luar Batang tahun 1985. Waktu itu lingkungan sekeliling masjid kumuh dan jorok. Sekarang tak jauh berbeda. Makam Habib ini yang wafat 24 Juni 1756 (sebelum revolusi Amerika) masih terawat sangat baik. Beliau dihormati sosoknya selama 260 tahun lebih. Habib ini memilik kaitan genetis dengan Kanjeng Rasul dari keluarga Alaydrus.

Bangunan masjid jelas berubah dan tidak asli lagi setelah dipugar ‘habis-habisan’ oleh Gubernur Jakarta Soerjadi Soedirja tahun 1997. Dulu air widhunya rasa garam. Kini tidak lagi walau payau.

Saat ini suasana Masjid Luar Batang sangat emosional anti-Ahok. Jangan coba-coba memuji Ahok atau bertutur tak sengaja soal kehebatan Ahok di kampung ini. Bisa digorok nanti. Mereka ‘dibodohi’ pihak lain bahwa masjid ini akan digusur Ahok yang bukan Muslim lalu dijadikan proyek konglomerat milik keturunan Tionghoa. Sebuah pendapat yang salah. Setelah pemukiman di Pasar Ikan diratakan tanah oleh Ahok minggu lalu (diberi rusunami tentunya), kini sasaran berikutnya perkampungan Luar Batang. Sama kumuhnya. Hanya bangunan perkampungan di sekitar Masjid Luar Batang lebih permanen dan semi permanen.

Tak mungkin Ahok akan menggusur masjid bersejarah ini (makamnya yang bersejarah. Masjidnya nggak, karena bangunan baru). Tindakan bunuh diri bila dilakukan dan tak mungkin juga dilakukan. Ahok hanya ingin lebih memuliakan makam itu (ditolak warga) dan membenahi pemukiman sekitarnya.

Memang sejak era VOC, tak ada pihak yang berani gusur makam kramat ini. Luar Batang sangat terkenal sejak itu karena keberadaan makam habib ini. Bahkan kraton Surakarta Hadiningrat memiliki kaitan sejarah dengan masjid ini pada era Pakubuwono VI (pahlawan nasional) ketika era perang Diponegoro. Karena itu, saat kunjungan ke Batavia tahun 1939, Susuhunan Pakubuwono X (pahlawan nasional juga) sempat berziarah ke Masjid Luar Batang bersama rombongannya.

pakubuwonoX-01 pakubuwonoX-02 pakubuwonoX-03 pakubuwonoX-04

Sejarah masjid ini sangat panjang di kalangan kaum tradisional Islam Indonesia. Jadi tidak mungkin seorang gubernur Jakarta seperti Ahok mau menggusurnya. Ahok hanya ingin menata kawasan kumuh itu agar jadi lebih baik. Masalahnya Ahok itu orang Tionghoa dan non-muslim, jadi bermasalah bagi orang Indonesia yang relijius. Andai dua predikat itu tidak ada pada Ahok, semua ‘Lantjar Djaja’.

“Ahok kita karungin. Kebanyakan minum bir ama makan babi”, teriak seorang jamaah di depan saya.

 

 

6 Comments to "Napak Tilas Pakubuwono X"

  1. J C  16 May, 2016 at 08:55

    Wuiiiihhh keren bisa saja nemu cerita seperti ini…

  2. Lani  4 May, 2016 at 08:31

    ISK: mungkin prof kudu turun tangan, meluruskan tujuan dan ide Ahok, bukan menghancurkan makam itu akan ttp merapikan.

    Mmg betul Al, banyak org Indonesia yg mudah utk dipengaruhi plg mujarap dgn menggunakan SARA pasti manjur banget, bikin org membenci satu sama lain, pdhal tujuan Ahok tdk begitu biar dia Kristen dan Cina tp nasionalisme melebihi orang yg ngaku2 berjiwa nasionalis akan ttp hanya dimulut doank makane pepatah mengatakan “tong kosong nyaring bunyinya”

  3. Alvina VB  3 May, 2016 at 23:52

    Kita butuh org yg menyebarkan info yg bener donk…masih banyak masyarakat Indonesia yg kemakan sama isu2 yg gak bener, gampang tersulut emosinya, tanpa pikir panjang dulu. Indonesia butuh banyak Gus Dur muda, para ulama yg punya revolusi mental, Indonesian minded (bukan Arab minded), terpelajar dan bisa meluruskan hal2 yg salah.

  4. djasMerahputih  3 May, 2016 at 16:39

    Wahh… masih banyak juga yg buta informas dan bersumbu pendek ya? Semoga cepat nemu sumbu tambahan deh..!!

    Hadir bang James…

  5. james  3 May, 2016 at 15:38

    hadir menunggu sang Kenthirs muncul

  6. Dj. 813  3 May, 2016 at 15:21

    Terimakasih mas Iwan . . .
    Banyak orang yang mudah di hasut .
    Sehingga mereka akan membabi buta . . .
    Nah lo . . . ada babinnya juga . . .
    Hahahahahahahah . . . ! ! !
    Apa kabar melati dan Mawar, semoga sehat selalu ya .
    Salam manis dari Mainz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.