Ditraktir Makan (1)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA….

Salam jumpa di hari Selasa yang indah….
Kalau anda melihat foto-foto di bawah ini, mungkin anda akan berkata, sepertinya pernah melihatnya. Anda benar, tapi ini foto-foto baru, hanya mirip saja dengan yang lama, karena di tempat yang sama. Bedanya, kali ini adalah ceritanya…Hahahahahahaha…!!!

Dulu saat anak-anak masih duduk di bangku sekolah, kadang kami bermimpi, apa yang akan terjadi bila anak-anak
sudah selesai belajar dan kemudian memiliki keluarga sendiri…??? Akan kah kami merasa lebih tenang…lebih nyaman…??? Karena sudah tidak ada tanggungan lagi, atau bagaimana…??? Jujur kami saat itu sama sekali tidak tahu.

Mungkin anda yang masih memiliki anak-anak yang masih belajar, baik di sekolah, maupun di Univ, akan berpikir hal yang sama. Sebenarnya anak-anak kami sudah selesai semua sekolahnya, kami sudah mengantar mereka, sehingga mereka bisa mandiri. Hanya si Ragil yang meminta agar diperbolehkan untuk kuliah lagi….

Hal ini kami setujui, karena untuk belajar…Kami justru sangat senang, walau jelas dia masih harus tinggal di rumah, karena belum ada penghasilan. Ada hal yang baik juga, karena dengan dia masih tinggal di rumah, kami malah merasa ada yang menemani. Dua kakaknya sudah bekerja dan berpenghasilan yang pertama untuk membiayai keluarganya dan yang ke 2 sudah bisa membiayai diri sendiri.

Kami pun tidak pernah mengeluh atau berpikir negative, karena si ragil juga tahu diri, bahkan termasuk hemat, karena dia sedikit ada part time job. Untuk kami bukan satu masalah, karena kami tahu, adalah menjadi tugas kami sebagai orang tua untuk membimbing mereka. Atau dengan kata lain, kami hidup untuk mereka.

Puji TUHAN….!!! Satu saat Eva (Dewi), ingin mengajak kami makan malam, karena ingin berbicara sesuatu. Kami sudah sedikit khawatir, semoga dia tidak punya masalah yang membebani kehidupannya. Inilah kekhawatiran kami sebagai orang tua, bila ada berita, walau kami belum tahu apakah berita itu positive atau negative. Akhirnya kami memenuhi permintaannya dan kami memasuki satu Restaurant yang menjadi favorit Dj. Karena dia minta Dj. yang memilih Restaurantnya dan di sana masakannya memang cocok dengan mulut Dj.

ditraktirmakan (1)

Jujur Dj. sedikit tegang, karena penasaran dengan berita yang Eva bawa, semoga berita yang menyenangkan. Sebelum semua dia ceritakan, Dj. sudah buka mulut, karena memang sudah tidak sabar. Dj. katakan, kalau hanya mau kasih berita, kan bisa makan malam di rumah bersama. Dia jawab, tenang saja, kita bisa pesan makanan dan nanti akan saya ceritakan semuanya.

Kamipun memesan minuman terlebih dahulu. Minuman apa yang cocok untuk makan Pizza selain anggur merah yang cukup kering…??? Hahahahahahaha…!!!

ditraktirmakan (3)

Pizza seperti yang sudah Dj. bayangkan dan Susipun juga memesan Pizza, hanya Eva memesan sop saja. Ini Pizza pesanan Dj. yang cukup besar 36 Cm. lebih garis tengahnya.

ditraktirmakan (2)

Dan di bawah ini pizza pesanan Susi.

ditraktirmakan (3)

Eva hanya memesan sop saja, karena memang untuk menjaga berat badan nya, dia cukup disiplin, setelah lewat jam 18:00 dia tidak makan yang aneh-aneh lagi.

Sambil makan Pizza, maka Eva mulai bercerita…

ditraktirmakan (5)

Dia cerita, sengaja adiknya tidak dia undang, karena memang sedang sibuk menghadapi ujian semester. Tapi nanti bisa pesan 1 loyang untuk dibawa ke rumah, untuk Daniel.

Nah ya, hampir Dj tidak ada selera untuk makan, karena rasa penasaran. Ternyata dia mulai bercerita, bahwa dia ingin menolong kami dengan mengurangi beban kami untuk adiknya. Karena upahnya, sebagai guru cukup baik, maka dia minta diperbolehkan untuk menolong biaya adiknya.

Waaaaaaaaw…!!! Rasanya mak plooooong…!!! Bukan soal bantuan nya, tapi karena bukan berita yang negative. HALELUYA…!!! Puji TUHAN…!!! Anak kami ternyata sudah bisa berpikir dewasa, karena ini bukan di Indonesia, dimana hal ini sudah biasa, ini Jerman bung.

Hahahahahahahaha…!!! Dj. masih juga bertanya, apakah dia benar-benar siap dan dia jawab ya. Karena memang sudah mulai awal tahun ini, dia selalu berbelanja untuk adiknya apa yang menjadi kebutuhannya.

Okay….Akhirnya Dj. benar-benar bisa mulai makan Pizza pesanan Dj. dengan lahap. Hahahahahahahahaha…!!!

Pesan cerita:
Janganlah terlalu khawatir dengan berita yang akan datang, sebelum mengetahui dengan benar. Karena berita yang akan datang, juga bisa membawa kebahagiaan dan tidak selalu negative. Positive Thinking…!!!

Terimakasih untuk kesabaran anda semua yang telah membaca oret-oretan Dj. Juga kepada pengasuh Baltyra, semoga tetap Jaya.

Semoga berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya. Bila berkenan, maka kita akan bertemu lagi, di hari Selasa yang akan datang.

 

Salam manis dari Mainz.

ditraktirmakan (6)

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

41 Comments to "Ditraktir Makan (1)"

  1. Dj. 813  23 May, 2016 at 12:24

    Matur Nuwun dimas . . .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam manis juga untuk keluarga dirumah .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *