Besar Mulut atau Isi Kepala

Juwandi Ahmad

 

Di antara alumni HMI ada beberapa yang terlibat kasus korupsi. Dan saya kira, sejatinya itu yang ingin dikatakan Pak Saut. Ada sebentuk keheranan dan penegasan bahwa orang yang terdidik, pintar, dan cerdas kemudian berlaku korup setelah jadi pejabat. Dari mana Pak Saut tahu bahwa mereka orang terdidik, pintar, dan cerdas? Mereka alumni HMI. Menurut Pak Saut HMI itu kumpulan orang-orang terididik, pintar, dan cerdas.

saut-situmorang HMI-KPK

Terdidik, pintar, cerdas, menjadi pejabat dan lalu korup itu menjadi barang lumrah di republik ini. Itu masalah bersama, yang semestinya menjadi bahan pemikiran dan bukan malah mengedepankan ketersinggungan. Tersingung boleh, tapi porsinya sedikit saja. Isu korupsi itu lebih penting, lebih strategis, lebih elegan, lebih intelek, dan lebih mengundang simpati daripada baper (bawa-bawa perasaan). Masyarakat tidak terlampau bodoh untuk dapat mengunyah perkara seperti itu.

Ada orang-orang yang pernah belajar di sekolah ini, universitas itu yang kemudian jadi penjahat. Tak satu lembaga atau organisasi pun dapat menjamin itu tidak terjadi. Dan tak dapat pula dengan serta merta dikaitkan dengan lembaga. Dan diantara sedikit contoh buruk yang dapat dicomot dari orang yang pernah berkecimpung, sekali lagi pernah berkecimpung di HMI, ada terlampau banyak peran HMI bagi republik ini. Diambil sebagai contoh buruk, tentu saja menyakitkan. Tapi saya kira sebagai kumpulan orang-orang terdidik, pintar dan cerdas, HMI tak perlu mengikuti watak jaman yang lebih suka memperbesar mulut ketimbang mengisi dan memeriksa isi kepala.

 

 

10 Comments to "Besar Mulut atau Isi Kepala"

  1. J C  23 May, 2016 at 07:56

    Oalaaaahhh mas Juwandi, kalau besar cangkem memang sudah jadi trend di negeri ini…

  2. Handoko Widagdo  16 May, 2016 at 07:59

    Lho yang jadi korban bisa saja kambing jantan. Kok Lani langsung berkesimpulan bahwa kurang wong wadon?

  3. Dj. 813  13 May, 2016 at 01:41

    Karena pinter, olehnya bisa korupsi .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Terimakasih mas Juwandi .
    Salam manis untuk keluarga dirumah .

  4. Lani  12 May, 2016 at 18:00

    James: ngakak aku baca komentarmu………..aneh2 ae

  5. Lani  12 May, 2016 at 17:59

    Kang Djuwandi: menurutku semua orang bisa saja bikin kesalahan apapun itu nama kesalahannya………..jd menurutku tdk bs dihubungkan pintar bodoh, ras, suku dst……….

    Klu mmg jahat ya jahat saja, tp yg baik tetep baik………..

    Klu pendapatku salah ya sak ngapurane yo kang…………

  6. Lani  12 May, 2016 at 17:57

    Hand: wahahaha……….orang memperkosa kambing?????? Memangnya udah kekurangan wong wadon ta?

  7. james  12 May, 2016 at 15:30

    Bau Mulut Kenthirs wangi Listerine…Isi Kepala Kenthirs Otak Profesor

  8. Itsmi  12 May, 2016 at 14:06

    seperti biasa orang Indonesia pada umumnya tidak bisa menerima kritik…

  9. djasMerahputih  12 May, 2016 at 10:55

    Kambingnya harus segera divisum Mas Hand..
    Yang salah kambingnya, terlalu genit sih..!!

    Itu yang corat-coret gerombolan atau baru tamat TK? Sikap reaktif adalah indikator otak yang lemes..
    Pada kurang piknik tuh…!!

  10. Handoko Widagdo  12 May, 2016 at 10:31

    Apa reaksi kita jika suatu saat ada warga Baltyra yang tersangkut kriminal? Si “A” yang sering menulis di Baltyra itu tertangkap basah saat sedang memperkosa kambing. Hayo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.