Israel, Saudi Arabiyah dan Pembantaian di Yaman

Chandra Sasadara

 

Tidak ada hari tanpa kekerasan di Gaza, Tepi Barat dan Ramallah. Tanah Palestina dipagar, diklaim dan rakyatnya diusir oleh Netanyahu. Mereka berdiaspora di penjuru dunia. Tidak pernah mendengar pembelaan dari Monarkhi Saudi Arabiyah terhadap nasib bangsa Palestina.

Belakangan kita tahu dari data yang di’release Panama Papers bahwa Saudi Arabiyah adalah sekutu Israel. Maret 2015 Raja Salman menyumbang 80 juta US dollar untuk Bibi (Panggilan akrab Natanyahu), Perdana Menteri Israel sekarang melalui laki-laki bernama Mohamed Eyad Kayal.

Arab-Israel

Sedangkan di Yaman pada 27 Feberuari 2016, Saudi Arabiyah dan sekutunya menjatuhkan bom di Distrik Nehm Kota Sanaa, 40 warga sipil meninggal dan 30 luka parah (Reuters). Belum puas dengan pemboman di Nehm, 15 Maret 2016 Saudi dan Sekutunya menjatuhkan bom sebarat 1.000 kilogram di pasar Mastaba Kota Hajja. Ledakan terjadi persis saat pasar sedang ramai, Saudi menyebut pemboman itu hanya membunuh 10 gerilyawan. International Human Right Watch mengkonfirmasi bahwa pemboman itu membunuh 97 warga sipil dan 25 di antaranya anak-anak.

Saudi Arabiyah, negara tuan rumah para Tamu Tuhan itu menggalang koalisi yang terdiri dari Kuwait, Bahrain, Qatar, Maroko, Mesir, Sudan, Uni Emerat Arab dan Yordania untuk melululantahkan Yaman. Hasilnya, satu tahun terakhir 6.400 orang tewas, 3.218 di antaranya warga sipil, termasuk 934 anak-anak. 30 ribu terluka dan 2,5 juta mengungsi akibat perang (Tempo Edisi April).

Dalam laporan yang di’release oleh Panel Ahli PBB untuk Yaman menyebutkan bahwa Saudi dan Sekutunya telah melanggar 119 hukum perang. Panel PBB itu menyebut, selain pemboman di pasar Mastaba, mereka juga pernah membom Rumah Sakit Shiara di Distrik Razeh Yaman Utara yang menewaskan 4 orang dan melukai 10 orang lainya.

Apa alasan pembantaian yang dilakukan oleh Arab Saudi dan Sekutunya terhadap rakyat Yaman? Apa keuntungan yang didapat dari sumbangan Raja Salman kepada Netanyahu? Membunuh sesama Muslim dan bersekutu dengan musuh Bangsa Palestina? Lalu apa yang bisa kita katakan kepada tuan rumah para Tamu Allah ini?

 

 

5 Comments to "Israel, Saudi Arabiyah dan Pembantaian di Yaman"

  1. J C  23 May, 2016 at 08:16

    Kabar terakhir dari hasil investigasi 9/11, mereka juga terlibat baik secara langsung atau tak langsung…selama ini laporan masih belum dibeber, namun mulai sedikit demi sedikit dibuka ke publik. Dan berita terakhir bahwa keluarga korban sedang dalam proses menuntut Pemerintah Saudi…

  2. Alvina VB  14 May, 2016 at 05:21

    Chandra: Lah baru tahu kelakuannya Saudi, mereka mah gak peduli mau kerja sama ama temen kek, musuhnya kek, asal negaranya gak pernah diganggu. Yg sponsor ISIS emangnya siapa awalnya kl bukan Saudi. Mereka bayar uang security ke terrorist organization spy gak diganggu di negaranya dan kl mau perang yg di negara lainnya, bukan di tanahnya dia yg dianggap ‘tanah suci’ (menurut standardnya siapa?) yg penuh dengan KKN, pembunuhan dan pemerkosaan. Numpang tanya di Indonesia uang yg beredar utk terorism (utk nyebarin ), emangnya dateng dari mana dan trus uang buat sekolahan berbasis islam dari mana datangnya kl bukan dari mereka juga. Saudi akan kerja sama dengan siapa saja pokoknya, teman dan musuh, setan dan Tuhan pada waktu yg bersamaan. Makanya org2 dari Timur Tengah di sini sebetulnya gak gitu suka sama org Saudi ttp ya politiklah ya… dan money still talks…
    James: Iya donk…ogah yg namanya conflict & war, musti dijauhin…

  3. Itsmi  13 May, 2016 at 17:44

    apakah ini persiapan kerajaan saudi arab untuk melarikan diri ?

  4. Lani  13 May, 2016 at 14:07

    Betul James para kenthirs lebih menyukai dan berpihak pd cinta perdamaian………..

  5. james  13 May, 2016 at 10:39

    1…..damai selalu untuk Para Kenthirs

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.