Arumdalu

Handoko Widagdo – Solo

 

Judul: Arumdalu

Penulis: Junaedi Setiyono

Tahun Terbit: 2010

Penerbit: Serambi Ilmu Semesta

Tebal: 378

ISBN: 978-979-024-210-4

arumdalu

 

Mulanya aku mengira bahwa buku ini adalah novel sejarah. Sebab di bagian awal diceritakan Pangeran Diponegoro yang dibuang ke Manado dan ditawari untuk bertemu dengan Kyai Maja yang sudah lebih dulu di buang ke kota itu. Namun, setelah membaca keseluruhan novel ini, saya menemukan bahwa sejarah perang Diponegoro, khususnya penangkapan Kyai Maja di Salatiga hanyalah sekelimut bumbu saja. Selain upaya penyelamatan Kyai Maja dari tahanan di Benteng Salatiga yang gagal, novel ini semata bercerita tentang cinta dan balas dendam.

Tokoh utama novel ini – Brata adalah seorang anak priyayi menengah yang tinggal di Salatiga. Saat itu Salatiga berada di bawah pemerintahan Belanda yang baru saja mengambil alih kekuasaan dari Inggris. Sebagai seorang anak tunggal, Brata tumbuh sebagai anak manja. Ayahnya merupakan pendukung Belanda. Posisi ayahnya membuat dia mendapatkan banyak harta. Sayangnya, sikap mendukung Belanda ini tidak sejalan dengan sikap ibunya. Ibunya memilih untuk pulang ke Tegalrejo mendukung Laskar Jawa di bawah pimpinan Diponegoro. Selanjutnya Brata menjadi anak manja yang dibesarkan tanpa kasih sayang ibu.

Cinta Brata kepada Danti tidak ditanggapi. Danti adalah anak seorang priyayi bernama Danandaya. Dananjaya juga salah seorang priyayi yang mendukung Belanda meski tidak secara terang-terangan. Penderitaan karena cintanya ditolak membuat Brata terbenam dalam rengkuhan danti-danti di pelacuran Kahyangan. Uang yang melimpah dan perkawanan dengan Kauw Jiang, seorang jagoan kungfu pelindung Kahyangan memperlancar penyaluran cintanya yang ditolak. Brata selalu membayangkan dirinya sedang bercinta dengan Danti saat menggumuli para pelacur di Kahyangan.

Danti malah suka kepada Resa anak juragan jagal sapi bernama Ki Abilawa. Cintanya yang tidak ditanggapi ini membuat Brata secara licik berupaya menyingkirkan saingannya. Mula-mula Brata memanas-manasi Danar, kakak Danti untuk mengeroyok Resa supaya tidak lagi berani menemui Danti. Upaya ini gagal karena ternyata Resa bisa mengelak dari keroyokan Danar. Selanjutnya Brata memanfaatkan informasi yang didapatnya saat berkunjung ke rumah Ki Abilawa. Ia melihat bahwa di rumah Ki Abilawa banyak anjing, dan Ki Abilawa shalat hanya 3 kali sehari. Informasi ini disampaikan kepada Danar, kakak Danti yang berupaya mencari muka kepada Den Mas Pitana. Den Mas Pitana adalah priyayi pendukung Belanda yang ingin menikahkan anaknya yang bernama Lesmana dengan Danti. Informasi ini dipakai untuk memfitnah keluarga Ki Abilawa. Meski persidangan terhadap tuduhan kepada Ki Abilawa membawa ajaran sesat tidak berhasil, namun kerusuhan yang tiba-tiba terjadi membuat Ki Abilawa terbunuh.

Danti akhirnya menikah dengan Lesmono anak Den Mas Pitana. Cinta Danti kepada Resa tidak luruh meski dia akan menikah dengan Lesmono. Danti ingin menyerahkan kesuciannya kepada Resa pada malam sebelum dia menikah. Namun Resa secara halus menolaknya. Kekaguman Danti terhadap Resa semakin tinggi. Danti akhirnya menjodohkan Resa dengan Karni adik angkatnya.

Danti berupaya membunuh Lesmono suaminya yang tidak berfungsi sebagai suami. Melalui tangan Turi adik Resa, Danti berhasil membunuh Lesmono dengan panah beracun. Brata yang mulai gelisah berupaya membalas dosanya dengan membantu keluarga Abilawa. Brata mencari ujung panah beracun yang dilontarkan oleh Turi untuk membunuh Lesmono. Brata juga berupaya untuk memberi informasi tentang apa saja pergerakan dari para priyayi pendukung Belanda sehingga Laskar Rakyat bisa mengatur strategi.

Brata mengalami kecelakaan karena mabok saat tahu ayahnya ditangkap Belanda karena korupsi. Wajahnya jadi rusak. Setelah sembuh, ia memutuskan untuk menjadi abdi di rumah Danti dan mengganti namanya menjadi Ki Brontok. Danti yang menjanda akhirnya bersedia menikah dengan seorang priyayi dari Ngayogyakarta yang bernama Den Mas Pringgawinata dan pindah ke Srondol dekat Semarang. Danti yang sudah sakit hati berupaya membalas dendam dengan berbagai cara. Dengan kekayaan dan informasi yang didapat dari suami barunya, Danti membantu laskar rakyat untuk melepaskan Kyai Maja dari tahanan di Benteng Salatiga.

Upaya pembebasan Kyai Maja memang gagal. Namun penyerangan benteng ini telah berhasil membunuh Kauw Jiang sang pembunuh Ki Abilawa. Karni adalah perempuan yang bertugas secara khusus menjemput Kyai Maja di kamarnya di dalam benteng. Karni pula yang membunuh Kauw Jiang yang memergokinya. Melalui belati milik Kauw Jiang, peran Brata dalam intrik pembunuhan Ki Abilawa terungkap. Brata alias Ki Brontok kemudian pindah ke Boyolali dan menyesali perjalanan hidupnya.

Novel yang alurnya sangat lambat ini mencoba untuk mengungkapkan betapa hebatnya kekuatan cinta yang gagal. Cinta yang tak kesampaian bisa menjadi sebuah dendam kesumat yang berakibat mengerikan. Brata yang cintanya ditolak menjadi pribadi yang licik dan memprakarsai pembunuhan keluarga saingannya. Danti yang cintanya terluka menjadi sosok yang membalas dendam dengan berbagai cara yang sangat kejam.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "Arumdalu"

  1. J C  23 May, 2016 at 08:27

    Novel yang alurnya sangat lambat…wah…kayaknya bukan pilihan masuk daftar bacaan…

  2. Lani  17 May, 2016 at 23:29

    James: salam Arumdalu………..namanya mengingatkan nama mangga Arum manis

  3. Handoko Widagdo  17 May, 2016 at 15:40

    Terima kasih James and para kenthirs.

  4. James  17 May, 2016 at 15:28

    ArumKenthirs cinta Baltyra

  5. Dj. 813  17 May, 2016 at 14:18

    Coba benar semuanya dan tidak salahtiga . . .
    Pasti cinta Brata diterima . . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! ! ( Jokes ) .
    Matur Nuwun mas Handoko .
    Salam manis untuk keluarga dirumah .

  6. Handoko Widagdo  17 May, 2016 at 13:10

    Terima kasih kembali Awesome.

  7. awesome  17 May, 2016 at 12:31

    Terima kasih sudah berbagi, Pak Han

    ceritanya menarik sekali, sudah lama ga baca novel semenarik ini

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.