PERISIEAN Beradu Maka Hujanpun Datang

Cechgentong

 

”Pak, acara gebuk-gebukan khas Lombok apa namanya ya?  Tanya saya kepada Pak Nasib, Supir mobil sewa yang mengantar kami keliling pulau Lombok.

perisiean01

”Oh PERISIEAN namanya. Mau melihat? Saya akan antar ke lokasinya. Seminggu diadakan 4 kali dan Dinas Pariwisata Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat yang menyelenggarakannya. Biasanya dimulai pada pukul 16.00. ” jelas Pak Nasib.

”Menarik, kami ingin melihatnya, Pak ” pinta kami.

”Oke, Mas Cech ”

Ternyata lokasinya berada di daerah Cakranegara Utara, Mataram. Lokasinya cukup strategis di tengah kota Mataram dan berada di dalam area kuil Hindu yang berdekatan dengan mesjid. Walaupun hujan, tak menyurutkan kami untuk menyaksikan PERISIEAN. Dengan membeli tiket VIP Rp. 20.000 per orang segera kami diantar menuju panggung sehingga kami dapat melihat dengan jelas pertarungan para pepadu. Sementara Pak Nasib dipersilakan masuk secara gratis karena berhasil membawa wisatawan luar Lombok untuk menyaksikan PERISIEAN.

perisiean (1) perisiean (2) perisiean (3)

Arena pepadu masih lengang walaupun para penonton memasuki area kuil. Penonton masih masih mencari tempat berteduh karena hujan masih deras. Walaupun hujan, panitia telah menyiapkan segalanya mul dari alat musik tradisional, tongkat pepadu, tamèng,  kursi pengamat, karpet untuk masing-masing kubu pepadu dan lain-lain.

Saat kami menunggu hujan reda, seorang tetua menghampiri kami dan menjelaskan bahwa PERISIEAN adalah acara adat suku Sasak. Nenek moyang suku Sasak melakukan PERISIEAN dengan tujuan mendatangkan hujan karena sebagian besar wilayah suku Sasak daerah jarang hujan atau daerah kering. Hujan dipercayai akan datang apabila kepala salah satu pepadu bocor berdarah akibat kena pukulan tongkat rotan yang keras sekali. Tetapi saat ini PERISIEAN diselenggarakan sebagai acara budaya saja supaya abadi dan lestari.

perisiean (4) perisiean (5)

Tepat pukul 16.00 acar dimulai. Pembawa acara meminta penonton untuk mendekati arena. Kebetulan hujan telah berhenti. Musik tradisional dimainkan, wasit utama berkaos kuning, 2 pengumpul sawer dan manajer kedua kubu memasuki arena sambil menari dengan girangnya.

Ada 3 sesi acara PERISIEAN hari itu yaitu sesi pertama untuk pepadu pemula, kedua untuk 2 pasang pepadu remwjw dan terakhir sesi utama 5 pepadu dari Narmada melawan 5 pepadu dari Semoyang. Menariknya sebelum dimulai, pembawa acara mengingatkan para hadirin tentan 4 pilar kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Dan suku Sasak adalah salah satu suku di Indonesia yang akan mempertahankan 4 pilar kebangsaan Indonesia tersebut.  Para hadirin menyambut dengan semangat, bersorak sorai dan bertepuk tangan sebagai tanda kesetiaannya. Luar biasa.

perisiean (6) perisiean (7)

Panitia mengumumkan aturan main dalam PERISIEAN diantaranya pepadu dilarang menusut tongkat ke tubuh lawan, pepadu dilarang memukul apabila lawan terjatuh, dan pepadu dinyatakan menang apabila kepala lawan bocor berdarah terkena pukulan tongkat rotan. Pertarungan dinyatakan seri apabila tidak ada pepadu yang bocor berdarah kepalanya. Ada 4 ronde dalam satu pertarungan. Waktu setiap ronde 60 detik.

perisiean (8) perisiean (9)

Tanpa terasa sesi pertarungan pertama dan kedua berakhir seri. Selanjutnya acara utama yang mempertemukan 5 pepadu dari wilayah Narmada dan Semoyang dimulai. kelima pepadu dari kedua kubu diperkenalkan di sudutnya masing-masing. Kemudia Manajer dan dukun kedua kubu dikumpulkan oleh wasit utama di tengah arena. Wasit utama mempersilakan kedua kubu bersalaman. Kemudian wasit utama menjelaskan aturan main secara detil kepada kedua kubu.

perisiean (10) perisiean (11) perisiean (12)

Kelima pepadu bertarung dengan semangatnya. Kedua pendukung bersorak sorai memberi semangat pepadu jagoannya. Ngeri juga melihatnya tetapi para pepadu tidak terlihat kesakitan walaupun jelas terlihat badannya lembam terkena sabetan tongkat rotan nan keras. Senyum seringai dan kepuasan dari wajah penonton tampak sekali walaupun pertarungan berakhir dengan seri.

”Ini bukan masalah menang atau kalah tapi peninggalan leluhur tetap lestari dan terjaga. Persaudaraan suku Sasak tetap kuat ” terang tetua pertarungan.

 

Bisa juga dibaca di:

PERISIEAN Beradu Maka Hujanpun Datang

 

 

9 Comments to "PERISIEAN Beradu Maka Hujanpun Datang"

  1. Cechgentong  23 May, 2016 at 15:30

    Tengkyu kang jc

  2. J C  23 May, 2016 at 08:32

    Keren ini Kang Cech…

  3. Cechgentong  22 May, 2016 at 03:30

    Alvina, terima kasih juga

  4. Cechgentong  22 May, 2016 at 03:29

    Pak dj, belum pernah liat pisang Lombok ya? Enak banget dan lebih enak kalo jadi pisgor tambah nikmat

  5. Cechgentong  22 May, 2016 at 03:27

    @lani, apa kabar kona? Klo liat langsung mlh banyak lucunya liat wasit n penyawer joget

  6. Alvina VB  22 May, 2016 at 00:55

    Kagak mau nonton kl pake acara berdarah-darah segala…anyway…thanks buat reportasenya Cechgentong.

  7. James  21 May, 2016 at 06:21

    mbak Lani, belum pernah dengar acara ini euy, pengetahuan tambahan mengenai Lombok

  8. Dj. 813  21 May, 2016 at 01:48

    Cech Gebtong . . .
    Terimakasih sudah mengajak kami ke Lombok untuk menyaksikan atrkasi PRISIEAN . . .
    Kami sudah lebih dari 5 X ke Lombok, bahkan yang pertama 1996 kami tinggal di Hotel di Mataram .
    Tapi belum pernah dengar ini atraksi .

    Badan mereka terlihat leembam karena terpukul tongkat rotan, tapi tetap semangat .
    Mungkin hasil dari banyaknya makan pisang goreng . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Lain kali Cech Gentong harus ikutan . . .
    Tapi jangan lupap makan pisang goreng dulu ya .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    itunggu cerita makan pisang gooreng nya . . .
    Eeeee . . . maaaaaf salah, cerita yang lain nya .

    Salam Sejahtera dari Mainz .

  9. Lani  21 May, 2016 at 00:52

    CECH: waduh walaupun ini tontonan acara adat…………aku skip saja, ngeri………

    Bagaimana dgn para kenthirs lainnya apakah kalian mau nonton??

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.