Pernikahan Greencard

Dian Nugraheni

 

Orang mau menikah, milih pasangan kan harus milih ya, katanya yang pilihah calon pasangan yang berparas cantik atau ganteng, yang kaya, yang sehat, yang agamanya kuat dan lain-lain. Kalau di Amrik lain lagi, ada semboyan yang bilang, pilihlah calon pasangan yang punya greencard (atau sekalian citizen).

Ceritanya begini, kalau di kalangan imigran di Amrik, karena imigran itu kan ada yang legal (mereka punya greencard, tinggal di Amrik sebagai permanen resident), dan buanyak banget lainnya yang ilegal, undocumented, alias nggak punya greencard.

greencard-marriage

Kalau orang ilegal, menikah dengan orang legal, maka nantinya, suami atau istri yang dinikahi ini bisa disponsori sehingga dia akan mendapat greencard juga.

Jadi, pernikahan menjadi hal yang paling ‘mudah’ bagi seorang ilegal untuk menjadi legal, maka orang per orang harus waspada dan hati-hati, apakah kiranya seseorang menaksir (halah menaksir ki opo..menaksir itu kan menimbang gitu ya..? haha..) kita dan ingin menikah dengan kita itu, beneran mau sama kita, atau cuma ngincer biar disponsori dan dapat greencard…

Banyak teman-teman Indonesia kawin cerai, dan terang-terangan bilang, bahwa dulu dia menikahi si X itu memang karena pengen disponsori biar dapet greencard…

Berdasarkan apa pun kita menikah, sebenere ga masalah asal sama-sama bertujuan baik ya, maka keduanya akan ikhlas memberi dan menerima, tapi kadang orang suka ga sadar, bahwa dia cuma mau diambil status greencardnya aja, jadilah banyak pihak yang akhirnya merasa “diplekotho” alias akhirnya nyesel setelah sadar ternyata dia cuma dimanfaatkan…

 

_Nglilir dini hari trus nggosip_

*Bukan gosip, tapi informasi*

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

14 Comments to "Pernikahan Greencard"

  1. Swan Liong Be  23 May, 2016 at 22:09

    Kamsia Djoko, achirnya keluar juga setelah J.C. kasi tau bahwa aku harus penjet F5., inilah kalo sudah lanjut usia hahahaha…..,

  2. Dj. 813  23 May, 2016 at 20:22

    Liong . . .
    Komentar mu masih ada .
    Itu nr. 10
    Ini Dj. copy.

    Mungkin kamu belum klick Erneuen ( Neu laden ) atau ” refresh ”
    Itu tanda seperti panah yang melngkar .
    Memang setiap menuju halaman baru, sering harus klick “erneuen”
    Okay,semoga bisia dilihat lagi .

    Swan Liong Be 22 May, 2016 at 15:54

    Dijerman kalo seorang WN Jerman nikah dengan seorang WN asing yang diluar EU , maka partner asing tidak langsung dapet permanent residence melainkan harus “tunggu” 3 tahun sebelum dapet izin tinggal tetap. Seperti Djoko bilang ada teman jerman yang menyesal nikah dengan wanita Thailand karena kemauan wanita tsb. tinggi dsb. Sebaliknya aku juga punya kesan bahwa banyak lelaki jerman juga “mata biru” (blauäugig) alias naif dan kira bahwa wanita thailand atau asia selalu nurut aja, tidak membantah dsb.dan kecewa kalo toch tidak begitu seperti perkiraan mereka.
    Ada juga pria jerman yang menyalahgunakan masa 3 tahun dimana wanita Thailand dianggap sebagai “barang dagangan” dimana sisuami jerman kalo gak senang sama wanita tsb. lalu dicerai dan siwanita itu tidak berhak lagi tinggal dijerman karena masa izin tinggalnya belum genap 3 tahun. Jadi selalu ada advantage dan disadvantage-nya.

  3. Swan Liong Be  23 May, 2016 at 16:09

    Sayang komentarku untuk topik ini dan untuk topik “Menuju Huaulu” tau² hilang entah kemana, yo wis rapopo!

  4. J C  23 May, 2016 at 08:31

    Sudah banyak sekali dengar yang demikian…banyak juga iklan yang mengurus secara sah dan resmi urusan begini…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *