Duta Indonesia

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

SABTU siang di Bina Graha (kantor presiden RI), 4 Agustus 1990 dua penerbit bule Kevin Weldon dan Didier Millet menyerahkan buku edisi mewah berisi foto kehidupan dari Sabang sampai Merauke kepada tuan rumah. Buku itu diterbitkan berkait HUT RI ke 45. Ada 45 fotografer menyumbang ratusan foto dalam buku tersebut yang berjudul “Indonesia: A Voyage Through the Archipelago”.

Namun ada dua fotografer tambahan, Presiden Soeharto dan David Bowie. Saya tak paham bagaimana Joop Ave (dirjen Pariwisata saat itu) bisa mengajak David Bowie ikut sumbang foto di buku itu. Bowie suka dengan hal berbau Indonesia. Keterkaitannya dengan Indonesia diawali awal 1980.

dutaindonesia

Dalam novel “Merry Christmas Mr Lawrence” (1983), Bowie menjadi peran utama sebagai Mayor Celliers yang berkisah drama pendudukan Jepang di Jawa. Bowie bermain bersama Ryuichi Sakamoto, komponis Jepang yang banyak menciptakan nada dering untuk produk Nokia high-end. Film tersebut disadur dari novel berjudul sama karya Sir Laurens van der Post. Sir Laurens seorang pahlawan perang Inggris di Jawa semasa PD II. Dia guru spiritual Pangeran Charles, godfather-nya Pangeran William dan sahabat baik Soekarno, Hatta, Sjahrir, Amir Sjarifuddin and many more. Sir Laurens yang menyuruh Pangeran Charles bertemu tete-a-tete (empat mata) dengan Poppy Sjahrir (istri Sutan Sjahror) waktu ke Jakarta bersama Putri Diana.

Bowie menulis sebuah lagu dalam bahasa Indonesia, membangun rumah klasiknya di Karibia dengan sentuhan Indonesia (ada nuansa joglo, rumah Kudus, Sumbawa, kraton dll) serta ingin tinggal di Bali atau selatan Jawa sebagai tempat yang dia sukai.

Banyak orang asing cinta budaya Indonesia dan mempopulerkannya di dunia. Tanpa kita membayarnya. Mandela dengan batiknya, ada diplomat Polandia yang membangun museum Indonesia di Warsawa dengan biaya sendiri dan kini ada orang model David Bowie. Dia seorang penyanyi dunia terkenal dan beberapa kali ke Indonesia. Bukan untuk manggung dan nyanyi.

Kalau pemerintah Indonesia kreatif, tawarkan dan beri fasilitas kepada keluarga David Bowie (juga keluarga orang-orang terkenal dunia) agar dia (mereka) dimakamkan di Bali atau tempat tertentu di Indonesia. Efeknya bagus untuk pemberitaan gratis dan wisata.

Gak kebagian hebatnya, ya kebagian jenazahnya…

 

 

4 Comments to "Duta Indonesia"

  1. Lani  25 May, 2016 at 13:27

    James: mahalo

    ISK: wakakakak………..ngakak baca alinea plg bawah……….ada2 aja sang prof

  2. Sumonggo  25 May, 2016 at 05:02

    Bagaimana kalau kebagian jenazahnya Idi Amin dan Pol Pot?

  3. Dj. 813  25 May, 2016 at 02:43

    Mas Iwan . . .
    Seperti banyak orang asing yang memperkenalkan akan budaya Indonesia .
    Ini sangat terasa dalan kehidupan kami perantau dari Indonesia, di ujung dunia,
    dimana saja kami berada .
    Kadang kami tanpa lelah memperkenalkan budaya kita .
    Tapi yang di Indonesia juga hebar, mereka bisa memperkenalkan budaya arab .
    Karena budaya kita untuk orang Indonesia yang tinggal di Indonesia, sudah membosankan
    ( Mungkin ).
    Kecuali mereka yanng didesa dan berumur lanjut .
    Kalau budaya arab, kan kelihatan keren, karena asing , agar tidak dibilang ketinggalan .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam manis untuk keluarga di rumah .

  4. James  24 May, 2016 at 16:20

    1……wajah David Bowie itu saingan sama Mick Jagger, serupa tapi tidak sama lah

    ngabsenin Kenthirs lainnya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *