Pinhão

Dewi Aichi – Brazil

 

Heloooooo, sampai saat ini belum pernah cerita tentang pinhão ya, padahal sudah 6 tahun di Brasil. kebetulan ini menjelang bulan Juni, di mana pinhão menjadi sangat special karena setiap festa Junina pasti ada pinhão.

pinhao01

Minggu lalu saya dapat pinhão banyak banget, ini gara-gara teman saya ngga tau apa itu pinhão, dan bagaimana cara memakannya. Kata yang memberi pinhaõ kepada temanku, harus direbus dulu. Nah semakin bingung kan temanku hehe…buah kok direbus, gitu kira-kira kesannya. Setelah aku lihat, nahhhhh baru deh aku tau kalau itu pinhão.

Saya suka banget pinhão, makannyapun penuh perjuangan karena ngupasnya susah, bisa-bisa kuku sakit jika tidak pakai alat. Biasanya alatnya kayak tang gitu, khusus untuk membuka pinhão.

pinhao02

Biji pinhão ini sebenarnya adalah biji dari buah pinha (baca: pinya), yang berasal dari wilayah selatan Brasil. Kalau bentuk luarnya sekilas seperti buah sukun, tapi dalamnya berbeda. Nah biji-biji pinhão direbus dalam panci presto selama 30 menit setelah panci berbunyi. Dikasih garam agar biji pinhão ada rasa asinnya.

pinhao03 pinhao04

Biji pinhão bisa dimasak bermacam-macam, ada yang dibikin tepung untuk bolu, ada yang dibikin salad, kroket, dan macam-macam. kandungan vitamin B complex , kalsium, fosfor, prootein. Tapi ingat, setiap biji pinhão mengandung 20 kcal, jadi yang diet ngga bisa menikmati biji pinhão banyak-banyak.

Rasanya enakkkkkkkkk…..!

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

11 Comments to "Pinhão"

  1. J C  15 June, 2016 at 05:12

    Lhaaaa…bener iki komentarnya mas Sumonggo, kok memper beton nangka…bentuknya mirip antara nangka-cempedak-sukun…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.