Mesjid Bayan Beleq yang Membuat Mata Melek

Cechgentong

 

Suhu Lombok yang mendekati 33 derajat Celcius berimbas kepada kepala saya sakit. Selesai makan pagi di hotel, saya segera konsumsi obat sakit kepala. Akibatnya selama perjalanan menuju Pusuk Sembalun saya lebih banyak tertidur sehingga kurang dapat menikmati indahnya alam yang menuju ke sana.

Tanpa terasa kurang lebih 2 jam perjalanan terlewati dan saya terbangun karena mobil berhenti di satu tempat. Terpampang tulisan ”Taman Nasional Pusuk Sembalun“, segera saya keluar dari mobil dan mengikuti istri ke satu tempat yang kelihatannya bagus untuk foto-foto. Untungnya cuaca di Sembalun cerah tapi tidak panas menyengat bahkan boleh dikatakan sejuk.

Dok. Cech 2016

Dok. Cech 2016

Dok. Cech 2016

Dok. Cech 2016

Setelah 2 jam kami menikmati udara sejuk di Sembalun, perjalanan dilanjutkan menuju tempat pembuatan dan penjualan mutiara khas Lombok. Kembali saya tertidur rupanya pengaruh obat belum hilang juga.

Tiba-tiba mobil berhenti di satu tempat dan tanpa terasa kurang dari satu jam saya tertidur.

“Ini tempatnya Mas Cech yang kemarin saya ceritakan,”  ujar Pak Nasib, sang supir.

”Tempat apa ya Pak?” tanya saya.

”Mesjid tertua di Lombok, Mesjid Bayan Beleq,” jelasnya.

Segera saya keluar dari mobil, panas mulai terasa di badan. Letak mesjid tersebut berada di pinggir jalan utama Lombok Utara. Sebelum masuk terpampang tulisan Mesjid Kuno Bayan Beleq Yang termasuk National Heritage atau dilindungi negara. Tepatnya mesjid ini ada di Desa Bayan, Kecamatan Bayan Lombok Utara.

Dok. Cech 2016

Dok. Cech 2016

Di pintu masuk kami langsung dipandu oleh seorang anak muda yang sepertinya pemandu wisata mesjid tersebut. Kami diharuskan mengisi buku tamu dan dipersilakan untuk memberikan sumbangan sukarela karena tidak ada ketentuan membayar tiket masuk ke area mesjid tersebut.

Dari tempat pengisian buku tamu, bangunan tua seperti bangunan mesjid pada umumnya jelas terlihat. Posisinya berada di dataran tinggi, bentuk bangunan mesjid tersebut serupa dengan bentuk bangunan rumah-rumah tradisional asli masyarakat Bayan. Bangunan mesjid berbentuk bujursangkar berdinding anyaman bambu, beralaskan tanah liat yang dikeraskan dan dilapis dengan anyaman tikar bambu. Atap tumpangnya dibuat dari bilah-bilah bambu. Pondasi mesjid menggunakan batu kali tanpa semen.

Tampak depan mesjid (Dok. Cech)

Tampak depan mesjid (Dok. Cech)

Tampak belakang (Dok. Cech)

Tampak belakang (Dok. Cech)

 Gentong penampung air wudhu (Dok. Cechgentong)


Gentong penampung air wudhu (Dok. Cechgentong)

Di depan pintu mesjid terdapat gentong yang diikatkan pada sebuah pohon. Mungkin fungsinya untuk penyimpanan air wudhu. Seperti diketahui Lombok merupakan wilayah kering dan tadah hujan. Selanjutnya ketika saya ingin berjejak ke dalam mesjid. pintu mesjid tertutup dan istri ingin kembali ke mobil karena suhu udara saat itu panas sekali.

Menurut pemandu, Mesjid tidak lagi dipakai untuk umum dan hanya digunakan pada acara-acara tertentu seperti acara Maulid Nabi SAW Itupun dengan peraturan yang sangat ketat karena daya tampungnya hanya untuk 40 orang saja dan sebagian besar adalah kyai. Itulah mengapa pintu mesjid terkunci rapat. Tetapi wisatawan masih diperkenankan mengambil foto dari celah dinding bambu yang seperti sengaja diberi celah yang cukup untuk kamera.

Selain itu pemandu juga menjelaskan tentang adanya makam besar (Beleq) yang terdapat di dalam tersebut yaitu makam Syekh Gaus Abdul Rozak, salah seorang penyebar agama Islam pertama di kawasan Bayan. Ada 4 tiang soko guru dari pohon nangka yang menyangga bangunan mesjid. Beduk kayu terlihat juga didalam mesjid dan tergantung di tiang atap mesjid. Di belakang kanan dan depan kiri mesjid terdapat 2 gubuk kecil. Di dalam kedua gubuk tersebut terdapat makam tokoh-tokoh agama yang turut membangun dan mengurus mesjid ini sedari awal.

Beduk kayu (Dok. Cech)

Beduk kayu (Dok. Cech)

Atap mesjid (Dok. Cech)

Atap mesjid (Dok. Cech)

Bangunan belakang kanan (Dok. Cech)

Bangunan belakang kanan (Dok. Cech)

Bangunan depan kiri (Dok. Cech)

Bangunan depan kiri (Dok. Cech)

Berdasarkan informasi dari pemandu, Mesjid Bayan Beleq didirikan pada abad ke-17 oleh Sunan Ampel. Dalam penyebaran agama Islam di Lombok Sunan Ampel dibantu oleh salah satu muridnya Syekh Gaus Abdul Rozak yang berasal dari Irak. Tetapi berdasarkan beberapa literatur belum jelas diketahui siapa yang pertama kali membangun Mesjid Kuno Bayan Beleq.

Tidak terasa 1 jam saya berada di lingkungan mesjid tersebut. Setelah itu saya memberikan salam perpisahan kepada pemandu dan segera menuju ke mobil. Baru saja saya membuka pintu,  tiba-tiba istri mengatakan, “Serem Mas tempatnya maka itu tadi saya kabur duluan ke mobil. Kalau menurut mas bagaimana?” Saya pun menjawab ”Hmmm, justru Mesjid Kuno Bayan Beleq ini membuat mata saya melek. Melek adanya bukti penyebaran Islam di Lombok dan melek terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kasat mata seperti…. Iiiihhh serem!!!“

Mobil langsung digas oleh Pak Nasib menjauhi lokasi mesjid kuno tersebut menuju Pantai Nipah untuk kembali melek menikmati Sunset.

Sunset di Pantai Nipah (Dok. Cech)

Sunset di Pantai Nipah (Dok. Cech)

 

Bisa juga dibaca di: Mesjid Bayan Beleq yang Membuat Mata Melek

 

 

9 Comments to "Mesjid Bayan Beleq yang Membuat Mata Melek"

  1. J C  15 June, 2016 at 05:24

    Kang Cech, mesjid ini sungguh eksotis…

  2. Alvina VB  28 May, 2016 at 11:42

    Mesjidnya bentuknya unique ya…saya suka sunsetnya, hebring…..

  3. Cechgentong  28 May, 2016 at 09:22

    Lani, Lombok emang panas banget tp terbalaskan dg liat yg kasat mata, bahagianya kayak gimana gitu hahaha

  4. Cechgentong  28 May, 2016 at 09:20

    Pak Dj, pisangnya dibawa kabur ama yg kasat mata hahaha

  5. Cechgentong  28 May, 2016 at 09:19

    @James, kenthir mania

  6. Lani  28 May, 2016 at 01:08

    CECH: itulah yg aku rasakan ktk kluyuran di Lombok panassssssssss………..jd ingat kejadian lucu ktk di Gili trawangan klu tdk salah, saking panasnya ktk pulang dr pantai dan akan menuju ke mobil banyak anak2 membawa air utk disiramkan ke kaki kami agar bersih dan sejuk tentu saja kami hrs bayar utk service itu…………hahaha lucu

    Ternyata istrimu bs merasakan, melihat yg tdk kasat mata-kah?

  7. Lani  28 May, 2016 at 01:05

    James: kenthir dr Kona datang wlu telat

  8. Dj. 813  27 May, 2016 at 22:25

    Sayang tidak ada foto üisang goreng nya , hanya ada gentongnya saja .
    Curaaaaaang . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Terimakasih chech . . . dan salam,

  9. James  27 May, 2016 at 17:37

    1….lain daerah lain bentuk Mesjidnya

    waiting for The Kenthirs

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.